Diskusi Publik Melalui Media Tatap Muka Terkait Pemilu Damai 2018 di Gayo Lues

oleh

Esensinews.com – Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Gayo Lues bekerjasama dengan Dinas Kominfo Provinsi Aceh menggelar Diskusi Publik melalui Media Tatap Muka tentang Pemilu Damai 2019, (Kamis, 28/ Maret 2019) di Wisma Nusa Indah Blangkejeren.

Sebagai narasumber dari Dinas Kominfo Gayo Lues Abdiansyah, SST Kabid Tata Kelola Pemerintah (E-Goverment), Komunikasi dan Teknologi juga di hadiri pulihan peserta dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues.

Abdiansyah mengatakan, acara ini diselenggarakan dengan dasar Hukum Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-undang Nomor 25 tahun 2019 tentang elayanan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 tahun 2010 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Dia juga mengatakakan peran Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Gayo Lues Dalam mempublikasikan Pemilu Damai 2019 menjelang pemilihan umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Mari secara bersama-sama membangun suatu Infrastruktur pelayanan informasi yang dapat memberikan peluang aksesbilitas kepada masyarakat secara mudah, murah dan cepat,” tuturnya.

Secara nasional kata dia, ini merupakan suatu yang baru di Indonesia melaksanakan 5 pemilihan sekaligus yang di rangkum dalam satu kegiatan efektivitas penyelenggaraan pemilu yaitu : DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, Presiden dan Wakil Presiden.

Oleh karena itu ucapnya, melalui Dinas Kominfo dan sandi Kabupaten Gayo Lues, bagaimana sesuatu yang baru ini dapat di sosialisasikan, semoga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan baik, aman, tentram dan menyenangkan, Masyarakat Gayo Lues yang dinamis dan tanggap terhadap perkembangan di wilayahnya, membutuhkan pelayanan informasi yang cepat tanggap dan tidak gagap dalam menghadapi pertanyaan masyarakat akan suatu informasi. Ada tiga tugas pokok kita sebagai pelayan informasi, pertama sampaikan yang benar, kedua beri pencerahan, ketiga hadirlah sebagai penyejuk yang independen. kata Abdiansyah,SST.
Kegiatan Komunikasi Publik Melalui Media Tatap Muka ini adalah upaya membekali saudara untuk siap menjadi pelayan informasi yang Independen saat genderang Pemilu mulai di tabuh dimana saat ini sudah berada pada tahap masa kampanye di wilayah kita masing-masing. Pastikan partisipasi masyarakat dalam Pemilu sehingga bisa meminimalisir Golput yang kita ketahui Golput juga bisa berdampak kepada hasil akhir Pemilu. Komunikasi Publik Melalui Media Tatap Muka ini merupakan kegiatan yang strategis dalam upaya menyongsong Pemilu yang tinggal menghitung hari. peserta Komunikasi Publik, pembekalan hari ini menghadirkan tiga narasumber dari Komisi Independen Pemilihan (KIP), Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten dan Polres sebagai pemantau keamanan pelaksanaan Pemilu.
Kepada peserta yang mengikuti acara komunikasi publik supaya dapat mensosialisasikan kembali kepada masyarakat di kampung maupun acara lainnya, tutur, Abdi.
Untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat luas di seluruh Kampung-kampung dalam wilayah kabupaten Gayo Lues. Tentang Pemilu Damai tahun 2019 Untuk membangun pemahaman, kesadaran dan komitmen masyarakat agar dapat menyukseskan pelaksanaan Pemilu secara damai 17 April 2019 mendatang. Mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar dapat. Salah satu aspek krusial dalam menjaga kondusifitas Pemilu 2019, adalah tak menyebarkan hoaks. Dia meminta masyarakat membudayakan verifikasi informasi. “Kita jauhi dan perangi (hoaks), pintanya.
Dukungan penuh dan mengapresiasi kepada berbagai macam organisasi, komunitas serta kelompok peduli Pemilu damai. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk merayakan pesta demokrasi dengan penuh rasa bangga terhadap bangsa dan negara.

“Di sini kita ikut orasi budaya tentang santun bermedia untuk pemilu damai. Saya titip kalau bermedia sosial Twitter, Facebook, Instagram itu cakupannya luas. Mari mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dengan cara yang baik. Terlebih memasuki tahun politik seperti sekarang. Kadang-kadang satu budaya di suatu daerah belum tentu cocok di tempat yang lain, jadi menggunakan media sosial juga harus hati-hati,” ujarnya.

Pesta demokrasi ini sebut dia, sudah seharusnya dirayakan dengan nuansa yang damai, senang dan bahagia. Jangan sampai esensi dari kata ‘pesta’ justru dijadikan sebagai alat untuk konflik antar kelompok, dengan cara menyebarkan fitnah dan hoax.

“Pesta demokrasi 17 April 2019 adalah pesta kita. Datangi (TPS) dengan hati yang senang, dengan fun. Kalau pesta biasanya kan bukan menyiapkan berantem tapi perut. Maka kita siapkan pemilu yang damai di negeri seribu Bukit,” jelas Abdi.

Selain itu ujar Abdiansyah, akhir-akhir ini terjadi dinamika luar biasa sekali, pers yang menjadi penjaga keutuhan nasional dan menyajikan pemberitaan yang meneduhkan masyarakat, memiliki peran penting menghadapi pemilu dalam demokrasi suatu negara. Namun sekarang pilar demokrasi itu tidak lagi empat tapi lima yaitu terdiri eksekutif, legislatif, yudikatif, pers, dan media sosial.

Berkaitan dengan media sosial, dirinya berharap media tetap menjadi terdepan dalam profesionalitas dan menjadi referensi informasi yang terpercaya. Hal itu berkaitan dengan mekanisme kerja yang berbeda dengan media sosial.

Selanjutnya paparnya, medsos bisa jadi media informasi, promosi, rekreasi, tapi juga menyebarkan hoax, ujaran kebencian, provokasi, intoleran, terorisme, radikalisme. Ini bisa memicu kemarahan yang berimbas di dunia nyata.

Oleh sebab itu, pers harus bisa menjaga pemberitaannya agar masyarakat selalu tenang dan nyaman menerima informahsi. Disinilah pentingnya pers sebagai Garda terdepan dari demokrasi dalam pemilu damai 2019.

“Mari kita tingkatkan dan menjaga persatuan. Peran itu bisa dimainkan oleh media dengan menyampaikan informasi pesta demokrasi baik pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota legislatif atau wakil rakyat. Beda dalam pilihan kiranya terlalu kecil menjadi alasan berkonflik. Tetap jaga persatuan dan kesatuan, persaudaraan sesama anak bangsa. Tetaplah hidup rukun dan damai meskipun dalam perbedaan pilihan,” jelasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *