ESENSINEWS.com – Personel Polri yang berdinas pada fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam) diminta untuk selalu mengedepankan profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam sambutannya di kegiatan ‘Pelatihan Akreditor Propam Dalam Rangka Mewujudkan Propam yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan’ yang diadakan Divisi Propam Polri di LPPI, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

“Kabid Propam kalian enggak bisa berbuat banyak kalau rekan-rekan  semua sebagai akreditor pemeriksa di bawah itu tidak maksimal,” kata Sambo.

“Laporan boleh banyak  tapi penyelesaian juga harus tinggi, semuanya ini diperlukan obyektifitas dari teman-teman semua,” imbuh eks Dirtipidum Bareskrim ini.

Personel Propam kata dia dituntut dapat memiliki kemampuan lebih dibanding personel Polri pada satuan kerja lain.

“Bagaimana bisa obyektif teman-teman harus memilki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan apa yang akan rekan-rekan semua praktekkan dalam pelaksanaan tugas penegakkan disiplin dan penegakkan kode etik profesi Polri,” ucapnya.

Sehingga, dengan kemampuan yang dikuasai tersebut mampu mewujudkan Polri Presisi sebagaimana yang menjadi program utama Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin Korps Bhayangkara.“Jadi harus kuat kita sehingga Polri ini bisa menjadi mantap,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Perwira Tinggi (Pati) tamatan Akademi Kepolisian 1994 Batalyon Tunggal Panaluan ini berpesan kepada jajarannya bahwa kerja keras yang ditempuh selama ini akan dapat berdampak positif untuk kemajuan institusi.

“Dan selalu ingatlah bahwa ketulusan, kebaikan dan kerja keras akan selalu dihargai dengan penuh rasa hormat,” pungkasnya. ***

ESENSINEWS.com – Selain Sulawesi Utara (Sulut) memiliki tokoh emansipasi wanita yang cukup tersohor yakni Maria Walanda Maramis, ternyata daerah berjuluk ‘Nyiur Melambai’ ini mengoleksi sejumlah perempuan hebat mulai dari dokter pertama, jenderal dan juga walikota perempuan pertama di Indonesia.

Walikota wanita pertama di Indonesia yakni Agustine Magdalena Waworuntu yang memimpin Manado sejak akhir 1949 namun baru diresmikan pada Maret 1950.

Wanita Kelahiran 4 Juni 1899 ini karib dipanggil Tiene ini menjadi walikota melalui sebuah pemelihan umum (terbatas).

Selain walikota ternyata Dokter perempuan pertama di Indonesia juga berasal dari Sulut. Marie Thomas, namanya. Marie Thomas lahir di Likupang, Minahasa, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896 dari pasangan Adriaan Thomas dan Nicolina Maramis. Ayahnya adalah seorang tentara, sehingga kerap berpindah – pindah dari satu kota ke kota yang lainnya.

Sedangkan Brigjen Pol Jeane Mandagi tercatat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) pada tahun 1991. Dia menjadi wanita pertama di Indonesia yang menyandang pangkat jenderal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini memiliki beberapa Polisi Wanita (Polwan) bergelar jenderal.

ESENSINEWS.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menjadwalkan pemanggilan kedua kepada Pimpinan KPK yang diketuai Firli Bahuri. Ada sekitar 30 pertanyaan yang sudah disiapkan terkait polemik tes wawasan kebangsaan yang diadukan oleh Novel Baswedan dan sejumlah pegawai lembaga antirasuah.

“Minimal ada 20 hingga 30 pertanyaan. Ada pertanyaan penting dan ada pertanyaan konfirmasi,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Pemanggilan kedua untuk pimpinan KPK dijadwalkan kembali pada Selasa (15/6/2021) setelah panggilan pertama tidak dipenuhi Firli Bahuri.

Sebagai contoh pertanyaannya ialah memastikan apakah ada dokumen tertentu, atau mengapa dokumen tersebut bisa ada termasuk memastikan ada atau tidak sebuah peristiwa.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah disiapkan atau dirumuskan oleh tim sejak beberapa hari yang lalu dan ada penambahan tadi pagi.

“Kalau ini tidak dikonfirmasi dan kami anggap ini sesuai dengan dokumen yang ada maka akan kami simpulkan,” kata Anam.

Komnas HAM berharap Firli Bahuri selaku Ketua KPK untuk datang pada panggilan kedua dan memberikan berbagai keterangan yang dibutuhkan oleh Komnas HAM.

Ia menilai bila pimpinan lembaga antirasuah tersebut memenuhi panggilan, maka kasus tersebut akan semakin cepat diselesaikan. Sebab, masyarakat juga menunggu-nunggu kepastian dari kisruh yang terjadi di tubuh KPK.

Pada kesempatan itu, Anam juga mengapresiasi badan kepegawaian negara (BKN) yang memenuhi panggilan Komnas HAM dan memberikan sejumlah keterangan yang dibutuhkan.

“Itu adalah sesuatu yang sangat baik. Kami mendapat penjelasan yang runut bagaimana proses dari awal hingga akhir,” tutur-nya.

Kendati demikian, Komnas HAM kembali menjadwalkan pemanggilan dari pihak BKN pada minggu depan. Sebab, masih ada sejumlah hal yang dibutuhkan dari kasus tes wawasan kebangsaan.

 

 

Sumber : Antaranews

ESENSINEWS com – Membicarakan tentang sosok Soeharto, pikiran kita pasti akan dijejali dengan banyak hal. Mulai tentang enaknya hidup di masa kepemimpinannya yang apa-apa serba murah itu, program petrus yang bikin penjahat ciut nyali, sampai soal harta pribadi yang jumlahnya tak karuan banyaknya. Ya, mungkin hal-hal ini yang identik dengan sang presiden kedua, walaupun sebenarnya masih banyak fakta-fakta lain tentang pengganti Bung Karno itu.

Ya, masih ada banyak fakta-fakta unik lain tentang Presiden Soeharto yang jarang diketahui. Misalnya saja Pak Harto yang suka memberikan pinjaman. Salah satunya kepada Tino Sidin sang pelukis kenamaan Indonesia yang saat itu meminjam uang dengan nominal sekitar Rp. 7 juta di tahun 80an. Pak Harto memang banyak uang, berbeda dengan Bung Karno yang miskin dan bahkan pernah meminjam uang kepada ajudannya sendiri.

Tak hanya itu, masih ada beberapa fakta unik lain tentang Presiden Soeharto yang jarang diketahui orang-orang Indonesia. Simak ulasannya berikut.

1. Soeharto Pernah Enggan Menjadi Presiden

Kita mungkin berpikir jika Soeharto sangat berambisi menjadi presiden. Buktinya, begitu Bung Karno lengser ia pun cepat-cepat dilantik menjadi kepala negara. Kesannya mungkin ambisius, padahal Pak Harto sendiri pernah mengatakan kalau dirinya ogah menjadi presiden.

Pak Harto dilantik [Image Source]
Pak Harto dilantik [Image Source]

Ya, Pak Harto aslinya ogah menyematkan gelar presiden kepada dirinya, namun beliau mau untuk menjalankan tugas kepresidenan. Alasannya sendiri karena jika menjadi presiden kesannya seperti mendepak Bung Karno, dan rakyat akan mengutuknya. Pak Harto tetap dengan prinsipnya itu hingga pada akhirnya ia ditempatkan pada posisi harus menjadi presiden. Akhirnya dilantiklah presiden kedua ini. Uniknya, meskipun sempat ogah jadi presiden, sekalinya dilantik beliau lama sekali menjadi seorang kepala negara. 32 tahun!

2. Tanzania Pernah Tak Akui Soeharto Sebagai Presiden

Lengsernya Bung Karno menjadi hal yang mengejutkan tak hanya bagi rakyat Indonesia tapi juga dunia. Sosoknya yang sangat kharismatik dan penting itu selalu menjadi sorotan dunia. Makanya, begitu beliau lengser dan digantikan Soeharto, beberapa negara tak mengakui presiden kedua ini, dan tetap menganggap Putra sang Fajar adalah kepala negara NKRI.

Menteri Kabinet Presiden Tanzania dan Moehammad Jasin [Image Source]
Menteri Kabinet Presiden Tanzania dan Moehammad Jasin [Image Source]

Seperti yang dilakukan oleh Tanzania, menteri kabinet presiden mereka pernah tak mengakui Soeharto. Jadi, ketika itu seorang pejabat bernama Moehammad Jasin yang akan ditugaskan untuk jadi duta besar di Tanzania. Tapi, ia ditolak mentah-mentah. Alasannya surat pengantarnya ditandatangani Soeharto, bukannya Soekarno. Jasin sudah menjelaskan jika terjadi pergantian presiden, namun pihak Tanzania bersikukuh menolak Soeharto. Hingga akhirnya setelah proses birokrasi yang ruwet Jasin pun bisa bertugas.

3. Soeharto Pernah Menantang Sylvester Stallone

Terdengar seperti lelucon ya, tapi memang benar jika Soeharto pernah menantang si Rambo alias Sylvester Stallone. Bukan untuk berduel atau tembak-tembakan, tapi bermain golf. Jadi, ceritanya si Sly tengah ke Indonesia untuk membuka salah satu restoran. Nah, di saat yang sama kebetulan Presiden Soeharto tengah senggang, akhirnya bertemulah kedua orang ini.

Presiden Soeharto main golf [Image Source]
Presiden Soeharto main golf [Image Source]

Pak Harto kemudian menantang Sly untuk bermain golf sebanyak 19 set. Lucunya, meskipun saat itu sang presiden kedua ini sudah lumayan uzur, tapi ia mengalahkan Stallone dengan telak. Sang Rambo ini pun mengakui kehebatan Pak Harto, kemudian dari mulutnya terlontar satu pujian, “You are the best player”.

4. Soeharto, Cerutu, dan Mood

Tak hanya hobi mancing dan menembak, Soeharto juga sangat menggemari cerutu. Ya, dalam setiap kesempatan santainya, sang presiden pasti akan menyedot cerutu-cerutu mahalnya. Nah, yang unik dari hobi sang presiden ini adalah seseorang bisa menebak moodnya dari cara Pak Harto menyedot cerutu tersebut.

Pak Harto dan cerutunya [Image Source]
Pak Harto dan cerutunya [Image Source]

Menurut Jenderal Rudini, seorang mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga jadi teman dekat Soeharto, ketika sang presiden menyedot cerutu sambil jalan mondar-mandir, maka ia sedang dalam mood yang bagus. Sebaliknya, ketika Pak Harto menyedot cerutu sambil menunjukkan muka tak menyenangkan, maka ia sedang dalam kondisi yang tidak bersahabat.

5. Pak Harto dan Sesajen Bu Tien

Sudah bukan rahasia lagi kalau keluarga Pak Harto itu sangat kejawen. Hal ini cukup masuk akal mengingat beliau lahir di keluarga Jawa yang benar-benar kental. Apalagi Ibu Tien yang masih keluarga jauh keraton. Dengan latar belakang seperti ini, tak heran jika dalam kesehariannya, praktik-praktik Jawa masih dilakukan oleh keluarga Soeharto. Salah satunya adalah memasang sesajen untuk hal-hal tertentu.

Pak Harto dan Ibu Tien [Image Source]
Pak Harto dan Ibu Tien [Image Source]

Seperti yang dilakukan oleh Ibu Tien ketika tak mendapati kabar dari suaminya selama beberapa waktu. Ibu Tien dengan sigap langsung memasang sesajen agar bisa segera mendapatkan kabar baik. Ketika itu, Prabosutedjo, adik Pak Harto yang disuruh Ibu Tien untuk membeli bahan-bahannya, termasuk sebuah nasi kebuli yang gagal didapatkan. Uniknya, tak sampai sesajen dipasang lengkap, ajudan Pak Harto pun datang dan memberi kabar. Soeharto menghilang saat itu karena tengah mengurus soal strategi penumpasan PKI.

Inilah fakta-fakta tentang Soeharto yang selama ini mungkin jarang diketahui. Siapa yang menyangka jika beliau itu ternyata pernah ogah menjadi presiden gara-gara takut dengan rakyat. Siapa yang tahu juga kalau ternyata Pak Harto pernah menghajar Stallone dalam golf. Di balik kontroversi yang dilakukannya, Pak Harto ini tetaplah sosok yang benar-benar unik.

 

 

Sumber : Boombastis.com

ESENSINEWS.com – Seorang ibu terlihat di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat membawa dua buah spanduk bertuliskan meminta keadilan kepada pemerintah atas apa yang dialaminya.

Informasi yang didapat Indonesianpost, hampir setiap hari seorang ibu tersebut berdiri sendiri dengan membawa spanduk yang digendongnya.

Spanduk bertuliskan curhatan seorang ibu tersebut berharap bisa bertemu presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

Berikut tulisan di spanduk tersebut:

Spanduk I

Mencari Keadilan
Bapak Presiden Joko Widodo
Bapak Kapolri Jend Listyo Sigit Prabowo
Bapak MenkumHAM Yassona Laoly

Saya dan ibu saya mencari keadilan, karena kami ditangkap secara paksa tanpa “BAP” tapi bisa di P21 oleh oknum Polres Tebing Tinggi Sumatera Utara dan dituduh merusak di atas lahan orang (Jl. Imam Bonjol Gang Mutiara) Sedangkan saya tidak tahu alamat yang dituduhkan.

Saya mohon kepada bapak Presiden dan bapak Kapolri untuk dapat membantu….

Spanduk II

Mencari Keadilan
Bapak Presiden Joko Widodo
Bapak Kapolri Jend Listyo Sigit Prabowo
Bapak MenkumHAM Yassona Laoly

Saya ingin bertemu Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan Bapak Menteri Hukum dan HAM.

Saya korban pencurian dari 2008 sampai sekarang tidak diselesaikan oleh oknum Polres Tebing Tinggi Sumatera Utara dengan barang bukti dan saksi ada semua, tapi di SP3 kan sepihak oleh oknum-oknum Polres Tebing Tinggi.

Saya beserta anak saya ditangkap dan dipenjarakan secara paksa oleh oknum polisi Polres Tebing Tinggi dan dituduh merusak di atas lahan orang lain (Jl. Imam Bonjol Gang Mutiara) Sedangkan saya sendiri tidak tahu alamat itu.

Sebelum dipenjara, saya dan anak saya mau membuat laporan di Polsek Padang Hilir, akan tetapi anak saya malah dianiaya oleh oknum Kapolsek David dan 1 anggota polsek.

ESENSINEWS.com – Pernyataan Tentara Pembebasan Negara Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka terkait pembakaran bendera Merah Putih disebut hanya untuk menarik perhatian dunia internasional.

Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa. Ia mengaku bingung bagaimana bisa dunia internasional lantas bersimpatik terhadap TPNPB-OPM yang sejatinya meresahkan warga Papua.

Suriastawa menganggap apa yang dilakukan TPNPB-OPM itu hanya sebatas berita bohong alias hoaks. Hoaks dibuat kelompok itu karena tawaran perangnya dicueki oleh TNI/Polri.

“Itulah teroris OPM, karena tidak ada tanggapan sebar hoaks ngajak perang, malah sekarang sebar hoaks bakar bendera Merah Putih, intinya biar dapat perhatian internasional,” kata Suriastawa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/6/2021).

Suriastawa tidak yakin kalau tindakan TPNPB-OPM itu mendapatkan empati dari dunia internasional. Bukan tanpa sebab, kelompok yang disebut pemerintah sebagai teroris itu kerap membahayakan warga setempat.

Sampai disebut biadab, Suriastawa mengungkapkan TPNPB-OPM hanya sibuk menakut-nakuti warga ataupun masyarakat di Papua.

“Merampas harta rakyat, membakar rumah rakyat, memperkosa anak-anak gadis rakyat dengan budak nafsunya bahkan tidak segan segan membantai rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, TPNPB-OPM juga merusak objek vital yang sangat dibutuhkan warga Papua seperti pesawat dibakar, menara komunikasi dirusak, hingga merampas anggaran desa.

Namun kekinian, Suriastawa melihat TPNPB-OPM tengah gemar membuat dan menyebarkan hoaks. Kendati demikian, ia meyakini warga Papua tidak mudah terhasut dengan tipu daya kelompok TPNPB-OPM.

“Bahkan ada beberapa kepala suku terang-terangan menentang dan mengusir teroris OPM dari daerahnya.”

Papua Merdeka, yakni Tentara Pembebasan Negara Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama membakar Bendera Merah Putih, pada Minggu (31/5/2021). Mereka juga menyatakan menolak pemerintah Indonesia di Papua.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengabarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut langsung dari Ndugama.

“Di mana Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma melaporkan bahwa mereka telah membakar Bendera Negara Indonesia yaitu Bendera Merah Putih,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2021).

Menurut laporan, Bendera Merah Putih itu mereka dapatkan setelah ditancapkan oleh Pasukan Setan di area Alguru, Kabupaten Nduga, Papua. Maksud penancapan bendera merah putih itu ialah untuk menandakan kalau wilayah Alguru sudah masuk klaim NKRI.

“Namun bendera merah putih tersebut diturunkan dan dibakar oleh Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma Pimpinan Komadan Batalion Alguru Armi Tabuni,” tuturnya.

Pembakaran bendera Merah Putih dilakukannya sebagai bentuk penolakan kehadiran Indonesia di tanah leluhur mereka.

Mereka menganggap kehadiran Indonesia di sana ilegal serta melanggar hak politik bangsa Papua untuk merdeka penuh dan berdaulat.

 

 

Sumber : Suara.com

ESENSINEWS com  – Jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sejak Kamis (27/5/2021) hingga Jumat (28/5/2021), ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 5.862 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.803.361 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Baca juga: Update 28 Mei: Bertambah 693, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 427.462

Adapun informasi itu disampaikan satgas kepada wartawan Jumat sore. Data juga bisa diakses melalui laman covid19.go.id.

Kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 31 provinsi. Dari data itu, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi itu yakni Jawa Barat (1.206 kasus baru), Jawa Tengah (668 kasus baru), DKI Jakarta (602 kasus baru), Riau (503 kasus baru), dan Nusa Tenggara Barat (451 kasus baru).

Angka penambahan kasus tersebut didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 110.682 spesimen Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Spesimen itu diketahui diambil dari 73.092 orang. Secara kumulatif, hingga Jumat (28/5/2021), spesimen yang telah diperiksa 16.483.519 spesimen dari 11.073.851 orang.

Data yang sama juga menunjukkan penambahan pasien sembuh sebanyak 5.370 orang, sehingga, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 1.654.557 orang.

Kendati demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia juga masih bertambah.

Pada periode 27-28 Mei tercatat ada penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 193 orang.

Dengan demikian, total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 kini tercatat ada 50.100 orang.

Selain itu, pemerintah mencatat, ada 103.383 orang suspek Covid-19 di Indonesia dan jumlah kasus aktif sebesar 98.704 orang.

Kasus aktif adalah pasien yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit atau sedang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, hingga Jumat ini, warga yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 10.486.399 orang.

Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Informasi tersebut disampaikan Satgas melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com Jumat sore.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 16.000.947 orang.

Hingga tahap kedua ini, pemerintah menargetkan 40.349.049 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 25,99 persen untuk dosis pertama dan 39,66 persen dosis kedua.

Sementara itu, vaksinasi tahap pertama yang menargetkan tenaga kesehatan cakupan sudah mencapai 103,20 persen untuk dosis pertama dan 94,26 persen untuk dosis kedua.

Sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang. Sebanyak 1.515.701 tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.384.404 telah disuntik dosis kedua.

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik ditargetkan sebanyak 17.327.167 orang.

Data pemerintah menunjukkan 11.214.291 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 6.938.308 orang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Sementara itu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Hingga saat ini, sebanyak 3.243.083 orang lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.162.980 lansia disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Naiknya keterisian tempat tidur rumah sakit

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, keterpakaian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 14,2 persen.

Kenaikan tersebut terjadi selama rentang waktu 20-26 Mei 2021.

“Di tingkat nasional keterpakaian tempat tidur ruang isolasi mengalami peningkatan 14,2 persen terhitung dari tanggal 20 Mei dibandingkan dengan tanggal 26 Mei 2021,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/5/2021).

Rinciannya, pada 20 Mei 2021 jumlah keterpakaian tempat tidur ruang isolasi di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19  di Indonesia adalah 20.560 tempat tidur.

Namun, jumlah ini meningkat menjadi 23.488 tempat tidur pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku menyampaikan, peningkatan tersebut berasal dari kontribusi kenaikan keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 di lima provinsi.

Pertama, di DKI Jakarta keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen, yakni dari 3.108 tempat tidur terpakai pada 21 Mei 2021 menjadi 3.846 tempat tidur terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku menyampaikan, peningkatan tersebut berasal dari kontribusi kenaikan keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 di lima provinsi.

Pertama, di DKI Jakarta keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen, yakni dari 3.108 tempat tidur terpakai pada 21 Mei 2021 menjadi 3.846 tempat tidur terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Kedua, di Jawa Barat keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 naik 20,3 persen.

Rinciannya, dari 3.003 tempat tidur terisi pada 20 Mei 2021 menjadi 3.615 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Ketiga, di Jawa Tengah keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan 23,13 persen dari yang sebelumnya, yaitu, keterisian tempat tidur pada 20 Mei 2021 sebesar 2.567 menjadi 3.161 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Selanjutnya, di Banten keterisian tempat tidur di ruang isolasi di RS rujukan mengalami kenaikan 21,2 persen.

Rinciannya, dari yang sebelumnya pada 20 Mei 2021 keterisian tempat tidur di RS tercatat sebesar 816 menjadi 959 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Kelima, di Yogyakarta, keterisian tempat tidur isolasi di RS rujukan mengalami kenaikan 18,18 persen, yakni dari yang sebelumnya pada 21 Mei 2021 sebesar 495 menjadi 585 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku mengatakan, data yang dipaparkannya tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada enam hari terakhir.

“Artinya peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang hingga berat sehingga membutuhkan ruang isolasi,” kata Wiku.

“Ini adalah alarm keras untuk kita semua, terutama untuk provinsi-provinsi yang berada di Pulau Jawa,” ucap dia.

 

 

Sumber : Komoas.com

ESENSINEWS.com – Kabar duka datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India, yang berkedudukan di New Delhi.

Wakil Duta Besar Ferdy Nico Yohannes Piay meninggal dunia akibat terinfeksi covid-19.

Melalui akun Instagram resminya, KBRI New Delhi mengumumkan kepergian sang diplomat senior mereka tersebut.

“Keluarga Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi berduka cita atas berpulangnya salah satu pimpinan terbaik kami, Bapak Ferdy Nico Yohannes Piay, Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi,” tulis KBRI di akun @indonesiainnewdelhi, seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (26/5/2021).

“Kepemimpinan, ketauladanan, dan kebaikan hati yang telah bapak curahkan selama mengemban tugas di India akan kami kenang selamanya,” sambungnya.

Menyadur The Hindu, Wadubes RI untuk India Ferdie Piay jatuh sakit bulan April, setelah dinyatakan positif covid-19

Ferdy lantas pulang ke Indonesia pada akhir April, dan menghembuskan napas terakhir Selasa (25/5/2021).

Menurut laporan media India, Ferdie Piay sedang memimpin kedutaan sembari menunggu proses penunjukan duta besar baru setelah masa jabatan Sidhartho R Suryodipuro berakhir.

Masa jabatan Piay bertepatan dengan gelombang pertama dan kedua pandemi covid-19 di India, yang telah merenggut nyawa ribuan nyawa.

Selama satu tahun terakhir, Ferdie Piay mengarahkan dialog terkait kerja sama vaksin RI dengan India.

Ia menjadi bagian dari delegasi diplomat yang dibawa mengunjungi perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin covid-19 di Hyderebad.

Media India juga menyebutkan Piay adalah diplomat tertinggi yang meninggal dalam gelombang kedua covid-19 di India.

Awal bulan ini, seorang staf senior India yang bekerja di Komisi Tinggi Selandia Baru juga mengembuskan napas terakhir karena Covid-19.

Pihak berwenang telah menerima laporan adanya kasus covid-19 dari kedutaan besar Bhutan, Filipina, Selandia Baru dan Thailand.

ESENSINEWS.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) patut berbangga yang mana memiliki Bupati Joune Ganda merupakan sosok yang visioner dan juga good leader.

Menurut Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) DR Jerry Massie MA, Ph.D dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati, Joune Ganda – Kevin Lotulong maka Minut bakal melejit baik dari economic sector (sektor ekonomi sampai urban city (tata kota).

“Jika ditata dari aspek viskal bahkan (Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sampai PRDB Minut kalau diikelolah maka akan memberikan profit yang baik bagi daerah ini. Jika Perusahaan, pabrik serta pelayanan sektor jasa dikelola secara profesional maka akan menjadikan daerah ini kuat,” kata Jerry.

Menurut Jerry, Bupati Joune Ganda memiliki basic ekonomi yang kuat dan ini bakal membuat ekonomi Minut kembali bergairah ketimbang pemerintahan bupati sebelumnya yang amburadul serta banyak dililit masalah.

“Pak Joune saya kira figur yang open minded, easy listening and good listener, saya pikir beliau mampu membawa perubahan di Minut, apalagi sektor pariwisata menjadi andalan dan unggulan daerah ini, serta dia akan mampu mengangkat branding image Minut,” kata dia.

Selanjutnya kata Jerry, Dengan dipilihnya daerah Likupang oleh pemerintah pusat menjadi daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ini akan mampu dapat menarik smart investment Rp5-6 triliun dan juga bisa membuka lahan tenaga kerja 60 ribuan orang.

Lanjut kata pengamat dan peneliti politik terbaik tanah air ini, Bupati Minut harus punya “Three Approaching” atau tiga pendekatan (Political approaching, Goverment approacing and economic approaching) dan juga membangun sinergitas yang harmonis.

Lebih lanjut kata peneliti kebijakan publik di Amerika ini, paling utama memperbaiki dan menutup lubang yang ditinggalkan bupati lama.

Baru etos kerja ASN harus dirubah dengan model pelayanan publik Smart, Wise and Honest (Cerdas, Bijak dan Tulus)

Serta ujar Jerry, menerapkan sistem manajemen Pemerintahan Fast (Cepat), Right (Tepat) dan Acurate (Akurat).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.