ESENSINEWS.com – Salah satu tempat wisata di Kuta, Bali menduduki peringkat nomor dua dalam penghargaan 25 Tempat Wisata Air Terbaik di Dunia versi Trip Advisor, situs untuk merancang dan memesan perjalanan berbasis di Amerika Serikat (AS).

Tempat wisata bernama Waterbom Bali, mengutip situs resminya, merupakan tempat wisata yang mengusung konsep ramah lingkungan yang berlokasi di Jalan Kartika Plaza.

Tempat wisata tersebut memiliki berbagai macam wahana air yang dibagi menjadi beberapa kategori untuk memudahkan wisatawan.

Jika ingin menaiki wahana air ramah anak, wisatawan bisa coba Funstastic atau Lazy River. Sementara untuk level Moderate, wisatawan bisa coba Constrictor, Python, dan Superbowl.

Bagi yang ingin coba wahana air yang cukup menantang, para pengunjung bisa coba Twin Racers, Smashdown 2.0, Fast n Fierce, Double Twist, Green Vipers, Pipeline, Climax, dan Boomerang.

Masing-masing wahana air memiliki syarat tersendiri. Untuk Green Vipers, pengunjung harus memiliki tinggi minimal 120 cm dengan berat maksimal 140 kg.

Saat berkunjung ke sana, wisatawan tidak perlu khawatir karena pihak tempat wisata menawarkan berbagai macam pilihan kuliner mulai dari hidangan khas Indonesia. Italia, Jepang, hingga kudapan seperti kue kering dan donat.

Menurut Trip Advisor, harga tiket masuk ke Waterbom Bali berada di kisaran Rp 500.000 per orang dewasa. Tempat wisata buka setiap hari mulai pukul 09:00 – 18:00 WITA.

Kendati demikian, saat ini wisatawan belum bisa memesan tiket lantaran tempat wisata masih tutup untuk sementara waktu selama pandemi Covid-19.

Tempat wisata lain yang masuk dalam penghargaan Trip Advisor

Selain Waterbom Bali, mengutip Trip Advisor, salah satu tempat wisata di Spanyol bernama Siam Park berhasil menyabet peringkat pertama dalam penghargaan Tempat Wisata Air Terbaik di Dunia.

Tempat wisata yang terletak dekat dengan 85 hotel tersebut memiliki wahana air yang cukup ekstrim bernama Tower of Power. Dari sana, wisatawan bisa melihat pemandangan pantai terletak dekat dengan tempat wisata.

 

Sumber : Kompas.com

ESENSINEWS.com – Turki tengah jadi sorotan dunia terkait kebijakannya mengubah fungsi hagia Sophia menjadi masjid. Pada awal Juli lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kalau status Hagia Sophia saat ini adalah masjid.

Hagia Sophia adalah satu situs warisan dunia UNESCO yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Istanbul. Selama ini, tempat bersejarah tersebut difungsikan sebagai museum sejak tahun 1930-an atau setelah revolusi di Turki yang dipimpin Kemal Ataturk.

Sikap pemerintah Turki yang mengubah bangunan peninggalan Romawi Timur itu memicu kontroversi dunia. Ini karena Hagia Sophia sebelumnya adalah katedral Kristen Ortodoks yang dibangun oleh Kaisar Byzantium Justinian I pada abad keenam.

Hagia Sophia memiliki arti penting bagi perekonomian Turki, khusus di sektor pariwisata. Selama dijadikan sebagai museum, Hagia Sophia adalah destinasi yang paling banyak dikunjungi turis saat melancong ke Turki.

Pada tahun 2019 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Hagia Shopia mencapai 3,8 juta orang. Harga tiket masuk ke Hagia Sophia saat masih menjadi museum seharga 100 lira atau sekitar Rp 213.000 (kurs Rp 2.132).

Dengan beralih status menjadi masjid, kunjungan wisatawan ke tempat ini tak lagi dikenakan biaya, namun dengan akses yang lebih terbatas mengingat Hagia Sophia yang berubah menjadi tempat sembahyang.

Dilansir dari Arab News, Sabtu (25/7/2020), langkah kontroversial yang diambil pemerintah Turki yang mengubah fungsi Hagia Sophia banyak ditafsirkan sebagai pengalihan isu saat ekonomi negara itu tengah dalam tekanan berat.

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Turkey Metropoll, sebanyak 55 persen responden beranggapan kalau alasan utama kebijakan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid dilakukan untuk mengalihkan perhatian publik dari perdebatan ekonomi menjelang pemilu di negara itu.

“Sebagai pemimpin yang populis, Erdogan berharap bisa menggalang dukungan,” kata Soner Cagaptay dari Washington Institute.

Sejauh ini, Turki masih berjuang keras mengatasi angka inflasi yang terus meroket dan tingginya jumlah pengangguran di Turki.

Dilansir dari CNBC, Rabu (22/7/2020), kondisi ekonomi Turki bisa dikatakan tengah terperosok dalam krisis ekonomi dan belum juga pulih sejak beberapa tahun lalu.

Lira, mata uang Turki, anjlok di level paling rendah terhadap valuta asing pada Mei 2020 lalu. Sementara itu, inflasi pada bulan Juni dilaporkan cukup tinggi yakni sebesar 12,6 persen.

Setali tiga uang, cadangan devisa Turki juga menyusut drastis sehingga tak bisa berbuat banyak untuk menutup pengeluaran impor barang maupun utang luar negerinya. Menurut para analis ekonomi, sejauh ini belum tampak adanya perbaikan dalam waktu dekat.

“Lira masih overvalue. Belum lagi utang luar negeri yang terus meningkat dalam mata uang asing. Sepertinya lira akan kembali terdepresiasi dalam beberapa bulan ke depan jika ada intervensi kebijakan fiskal,” kata Can Selcuki, Direktur Pelaksana Istanbul Economics Research.

Para ekonom di Turki sudah mengusulkan agar pemerintah mengambil kebijakan menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Namun Presiden Erdogan tampaknya kurang setuju.

Sebaliknya, Erdogan malah meminta bank sentral memotong suku bunga untuk alasan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran, terutama setelah negara berpenduduk 82 juta itu dihantam pandemi virus corona.

Ibarat jatuh tertimpa tangga, ekonomi Turki yang sudah sempoyongan harus kembali tertekan karena serangan pandemi Covid-19. Sektor pariwisata yang selama ini jadi andalan devisa dan lapangan kerja Turki dalam kondisi babak belur akibat pandemi.

Sementara itu, Bank Sentral Turki tetap mempertahankan suku bunga di level 8,25 persen sepanjang Juni lalu. Lira sempat anjlok di titik paling rendah pada Mei lalu. Setiap 1 dollar AS bernilai 6,85 lira Turki. Nilai lira bisa lebih rendah jika negara itu tak melakukan redenominasi.

Sementara mengutip laporan Moody pada awal bulan ini, pasar akan merespon negatif terhadap sejumlah kebijakan ekonomi Turki dan memprediksi ekonomi negara itu akan mengalami kontraksi hingga 5 persen di tahun 2020.

“Dana Moneter Internasional (IMF) juga memperkirakan ekonomi Turki akan mengalami kontraksi 5 persen,” tulis Moody dalam

Sementara itu, Bank Sentral Turki juga dalam kondisi sulit dalam memutuskan kebijakan moneternya. Intervensi terhadap mata uang asing untuk menguatkan lira, justru membuat cadangan devisa, termasuk emas, terkuras.

Menurut laporan Fitch Ratings, cadangan devisa Turki menyusut hanya menjadi 33 miliar dollar AS pada akhir Juni lalu. Sementara pada akhir tahun 2019, cadangan devisa yang dimiliki Turki dilaporkan masih berada di level 87 miliar dollar AS.

“Turunnya cadangan devisa semakin menambah lemahnya kredibilitas kebijakan moneter dan suku bunga, sehingga meningkatkan risiko tekanan eksternal,” tulis Fitch dalam laporannya.

Di dalam negeri Turki, lesunya permintaan dan harga BBM yang rendah jadi penolong bagi Turki agar angka inflasi tak semakin tinggi.

“Saya pikir kondisi ini masih akan sulit dalam beberapa waktu ke depan. Mungkin kita berada di tren di mana inflasi naik lebih tinggi. Tapi, saya tidak terlalu setuju dengan pernyataan kalau ekonomi kita sudah mencapai titik terendahnya,” ucap Selcuki.

 

Sumber : ArabNews/CNBC/Kompas

    1. ESENSINEWS.com – Menikmati pemandangan alam dari ketinggian mungkin bisa kamu coba selama pandemi ini untuk menghilangi rasa bosan.

 

Jika berminat, kamu bisa berkunjung ke Gunung Kelir di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Tepatnya di utara Gunung Telemoyo.

Kegiatan wisata apa saja yang bisa dilakukan wisatawan saat berkunjung ke sana? Berikut daftar lima kegiatan yang bisa dilakukan yang telah Kompas.com rangkum, Rabu (22/7/2020):

1. Lihat pemandangan

Tempat wisata tersebut memiliki dua titik pandang yang terbuat dari bambu. Letaknya menjorok ke pinggir tebing.

Sekilas terkesan menyeramkan, tetapi pemandangan yang ditawarkan sangat indah. Belum lagi udara sejuk yang membuat liburanmu di Gunung Kelir kian menarik.

Jika beruntung dan cuaca sedang mendukung, kamu bisa melihat Danau Rawa Pening yang merupakan salah satu ikon Kabupaten Semarang.

2. Swafoto di titik pandang

Selain menikmati pemandangan alam, kamu juga bisa brefoto-foto di sana. Namun kamu harus hati-hati agar tidak jatuh.

Bagi yang takut akan ketinggian mungkin ada baiknya berfoto-foto di sebuah gazebo yang ada di sana.

Jika bosan, kamu bisa mencoba beberapa spot foto yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

3. Jelajah hutan pinus

Gunung Kelir memiliki hutan pinus yang asri. Setelah memanjakan mata dengan pemandangan di sekitar gunung, kamu bisa menuju hutan tersebut untuk melakukan penjelajahan singkat.

Melalui hutan pinus tersebut, kamu bisa melihat pemandangan Gunung Ungaran jika beruntung dan cuaca mendukung.

4. Berkemah dan melihat siluet pegunungan

Sebelum bisa menikmati pemandangan dari puncak Gunung Kelir, wisatawan harus mendaki terlebih dahulu selama lebih kurang dua jam.

Jika lelah, pihak tempat wisata menyediakan spot untuk berkemah yang cukup luas. Wisatawan disarankan untuk berkemah jika ingin melihat matahari terbit atau terbenam.

Letak Gunung Kelir yang berada di tengah pegunungan Jawa membuat pengalaman melihat matahari terbit atau terbenam semakin menarik. Pasalnya, kamu juga akan melihat siluet pegunungan.

5. Makan durian Brongkol

Sebelum beranjak kaki dari Gunung Kelir dan kembali ke rumah, ada baiknya kamu berkunjung ke sentra produsen buah durian yakni Desa Brongkol.

Durian yang tumbuh di sana memiliki rasa yang berbeda-beda. Bahkan, sudah banyak durian Brongkol yang menjadi juara di lomba tingkat provinsi atau pusat.

Jika penasaran, kamu bisa coba beli durian Kendil, Kopek, Sukun, Kenteng, Mentega, Tumbu, Moho, dan Vera.

Usai mencicipi berbagai macam rasa durian yang ditawarkan Desa Brongkol, juga dikenal sebagai hutan durian, jangan lupa untuk membelinya sebagai oleh-oleh.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

 

Sumber : Kompas.com

EENSINEWS.com, BANDUNG, – Bandung adalah salah satu kota yang punya sejarah panjang di Indonesia. Sejarah panjang Bandung bisa dilihat dari berbagai bangunan tua yang masih bertahan tersebar di penjuru kota.

Hotel Grand Preanger adalah salah satu hotel tertua di kota Bandung yang masih setia mempertahankan berbagai elemen sejarah yang ada. Bahkan hotel yang terletak sangat dekat dengan titik kilometer 0 kota Bandung ini juga terdaftar sebagai cagar budaya.

Sejarah panjang hotel ini bisa dirunut bahkan sejak 1897 silam. Hotel bintang 5 ini berawal dari sebuah toko roti. Toko roti ini terletak di area di mana Hotel Grand Preanger berdiri.

Priangan planters atau para pemilik perkebunan sering menghabiskan akhir pekan mereka di Bandung dan kebutuhan utama mereka disediakan oleh toko roti tersebut.

Namun toko roti tersebut malah mengalami kebangkrutan pada 1897. Kemudian seorang Belanda bernama W.H.C Van Deeterkom mengubah toko roti tersebut jadi sebuah hotel yang diberi nama Hotel Thiem.

“Dulu bangunannya belum seperti ini. Kalau sekarang kan gayanya art deco, kalau dulu victoria,” kata Director of Sales Grand Preanger, Lian Eka Yuliana ketika ditemui Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Ketika pertama kali beroperasi sebagai Hotel Thiem, bentuk hotel memang belum seperti sekarang ini. Setelah itu tepatnya pada tahun 1920, nama hotel pun berubah menjadi Grand Hotel Preanger.

Grand Hotel Preanger kemudian mengalami renovasi pada tahun 1929. Proyek renovasi dan desain ulang ini dilakukan oleh C. P. Wolff Schoemaker dan dibantu oleh presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno yang merupakan muridnya.

Bangunan pun direnovasi dan didesain ulang dengan gaya art deco. Gaya arsitektur seperti inilah yang dipertahankan hingga kini.

Setelah bergaya art deco, bentuk bangunan Grand Hotel Preanger tak serta merta seperti sekarang ini.

Dahulu bentuknya bisa dibilang menyerupai huruf ‘U’, dengan bagian tengah yang kini menjadi lobby berupa taman terbuka.

Grand Hotel Preanger kemudian jadi ikon kota Bandung. Banyak tokoh terkenal pada masa itu yang sempat menginap di sana. Di antaranya adalah Charlie Chaplin dan Amelia Earhart.

 

Sumber : Kompas.com

Esensinews.com, Jakarta – Koordinator Jakarta Development Watch (JDW), Tri Permadi, mempertanyakan kenapa pihak berwenang tak kunjung melakukan pembongkaran terhadap bangunan rumah tinggal di Jalan Sekolah Duta III/PC 26 Komplek Pondok Indah, RT 04/14 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang proyek pembangunannya dikeluhkan warga.

Sementara sesuai surat Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta selatan dengan nomor Surat 3090/-1758 tertanggal 21 November 2019 yang ditujukan pada Kepala Satuan Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Selatan, sudah diperintahkan untuk membongkar paksa bangunan tersebut dan sudah sesuai peraturan Gubenur DKI Jakarta no 128 tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan sesuai Menu

“Tidak kunjung dilakukan pembongkaran, padahal bangunan itu menyalahi IMB. Padahal itu rekomendasi teknis dari Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta selatan,” kata Tri Permadi dalam keterangan yang diterima wartawan, Selasa (21/7/20).

Tri Permadi mengatakan, berdasarkan rekomendasi teknis Sudin Citata, bangunan itu telah melanggar jarak bebas depan dan jarak bebas samping.

“Jadi, tembok bangunan melewati batas ketentuan IMB,” tegasnya.

Oleh karenanya berdasarkan Pergub 279 tahun 2016 tentang Organisasi Tata Kerja Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), pihak Suku Dinas Citata Jakarta selatan sudah meminta Satpol PP untuk menertibkan bangunan tersebut.

Namun, kata dia, sampai saat ini bangunan tersebut tak kunjung dibongkar hingga kemudian Sudin Citata kembali melayangkan surat ke Satpol PP untuk segera melakukan pembongkaran.

“Namun lagi-lagi tak kunjung dibongkar juga. Padahal bangunan tersebut jelas melanggar aturan IMB sesuai peta operasional bangunan, kalau bangun itu tidak boleh melebihi garis samping jalan bangunan dan jalan,” ungkap Tri.

Tri pun menuturkan, menurut Informasi diduga Kepala Satpol DKI Jakarta Arifin banyak melakukan intervensi terhadap Satpol PP Jakarta Selatan, sehingga bangunan tersebut tak kunjung dibongkar.

“Tentu saja ini membuat citra buruk bagi pemerintahan Anies Baswedan yang peraturannya tidak dihiraukan warga Jakarta, serta adanya oknum pejabat Satpol PP yang menghalang-halangi proses pembongkaran tersebut,” sebutnya.

“Jadi sudah jelas bahwa di era Anies Baswedan banyak pembiaran peraturan di DKI yang dilanggar dan tidak dikenakan sanksi apapun,” tukasnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan proyek pembangunan rumah tinggal di Jalan Sekolah Duta III/PC 26 Komplek Pondok Indah, RT 04/14 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Pasalnya, walau telah disegel pihak Sudin Citata Jakarta Selatan, pembangunan rumah tersebut terus berjalan.

Adalah Maura Soeparjadi, Ketua RT 04/14 Pondok Pinang, salah satu yang mengeluhkan pembangunan tersebut.

Dia berharap, Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan segera mengambil sikap lantaran proyek pembangunan rumah tinggal ini terus berjalan, walaupun papan segel masih terpasang di depan rumah.

Menurutnya, penyegelan dilakukan pihak Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan karena proyek rumah tinggal melanggar IMB.

Pelanggaran pembangunan diketahui melampaui Garis Sempadan Bangunan (GSB) maupun Garis Sempadan Jalan (GSJ).

“Kenapa masih tetap lanjut proses pembangunannya? Padahal jelas ada segel di situ untuk diberhentikan dulu prosesnya,” ungkapnya kesal.

“Jadi, pembangunan harusnya stop, karena nunggu IMB. Tapi malah dilanjut bangunannya,” tambahnya.

Maura mengatakan, warga sudah menegur si pemilik rumah karena ada pelanggaran, tapi tidak dipedulikan. Karenanya, dia berharap pihak Pemkot segera dapat melakukan penertiban.

“Kami berharap agar Pemkot Jaksel dapat segera menertibkan,” ungkapnya.

Warga lain yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa rumah tinggal tersebut sebelumnya adalah rumah tua.

Rumah yang telah lama tidak dihuni itu kemudian dibongkar total dan dibangun kembali. Menurut dia, warga sebenarnya tidak mempermasalahkan hal tersebut, hanya saja pemilik rumah tidak menaati IMB dalam pembangunan.

“Yang disayangkan adalah pemilik tidak membangun sesuai IMB. Kami sudah laporkan kejadian ini kepada Pemkot,” terangnya.

Dia menuturkan, keluhan yang disampaikan warga segera ditindaklanjuti oleh pihak Suku Dinas Citata Jakarta Selatan.

Dia menjelaskan, rumah tinggal yang berada persis di belakang Rumah Sakit Pondok Indah itu disegel petugas pada bulan September 2019 lalu.

“Karena laporan masyarakat, petugas segera menyegel bangunan. Kami sangat apresiasi untuk hal itu,” ungkap pria berkacamata itu.

Sementara, Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan, Mahludin mengungkapkan pihaknya telah mencatat keluhan masyarakat.

Laporan tersebut ditegaskannya akan diteruskan kepada Suku Dinas Citata Jakarta Selatan dan Satpol PP Jakarta Selatan untuk segera dilakukan penindakan.

“Segera kita akan tindaklanjuti. Kita minta konfirmasi ke (Suku Dinas) Citata dan Satpol PP (Jakarta Selatan),” jelasnya, Kamis (26/12/19).

Esensinews.com, Jakarta  – CV Yehud Indonesia mulai melebarkan sayab usahanya, dibidang makanan dan minuman.

CV. Yehud Indonesia sendiri saat ini memiliki outlet pusat yang terletak di Jalan Lb. Pos No.98, RT.01/RW.011, Kelurahan, Bojong Pd. Terong, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat 16320. Tepatnya 6 meter dari pintu keluar bagian barat Stasiun Citayam.

Kini memiliki cabang di Ibu Kota Jakarta, tepatnya di Jalan H. Muala RT 001/12, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.

Untuk di Jakarta dikelola oleh pengusaha muda Abdul Malik. Bagi yang ingin merasakan sensasi kreasi minuman kekinian dengan harga relatif murah dan kualitas terjaga, tak perlu perlu jauh-jauh mencari ke sana ke mari, karena kamu dapat menikmati minuman tersebut di Kedai yang dikelola olehnya.

Ada beragam  kreasi minuman keju kekinian
atau Yehud Cheese Drink, ada juga varian kopinya di Kedai Yehud  yang terletak di Jalan H. Muala Palmerah tersebut.

Selain minuman khusus di Cabang Kedai Yehud di Palmerah, Malik yang juga akrab dipanggil Ustad Malik ini, juga menyediakan bakso. Jika disantap pasti ketagihan, karena sangat terasa daging sapinya dan teksturnya pun lembut.

“Kami mengolahnya secara higenis dan 100 persen halal. Untuk Yehud Sendiri bernaung di bawah CV Yehud Indonesia,” kata Ustad Malik hari ini, saat diwawancarai wartawan di lokasi.

Ustad Malik menyampaikan kelebihan produk Yehud adalah memberikan cita rasa original dengan harga terjangkau karena raltif sangat murah. Ia mengakui kian hari pelangannya terus bertambah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Intinya kami (Yehud Indonesia), ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Tidak perlu mahal untuk menikmati camilan dan minuman yang enak. Cukup 5 ribu sudah bisa minum enak, 7 ribu juga sudah bisa makan bakso,” ucap Dai muda kelahiran Jakarta tersebut.

Pada kesempatan ini, pelanggan minuman Yehud Cheese Drink, Glery Lazuardi, mengaku sebagai penikmat minuman kekinian tersebut. Pasalnya meski murah namun kulitas minumannya tetap terjaga.

“Semula dikira minuman ini harganya sama dengan harga minuman di mall-mall. Tapi setelah diberitahu penjual yang ramah, harganya sangat terjangkau. Cocok untuk di minum saat habis aktivitas atau sewaktu nongkrong dengan teman,” tuturnya.

Sementara itu, Tokoh Agama Palmerah  H. Hasan Basri. LC, menyampaikan ada rasa yang berbeda karena sangat nikmat saat menyantap produk minuman olahan Yehud Cheese Drink dan Bakso Yehud. Sang tokoh yang akrab disapa Ustaz Ay ini mendorong agar Yehud Indonesia terus maju dan berkembang demi kemaslahatan orang banyak.

“Cukup enak dan pas rasanya.  Awali dengan Bismillah, Insya Allah Berkah,” kata Ustaz Ay.

Sementara itu, Owner CV Yehud Indonesia  Elnawati, berujar produk-produk yang ditawarkan merupakan peluang usaha yang menjanjikan potensi keuntungan yang baik. Karena menyasar semua kalangan.

“Harga bole murah tapi kalau soal rasa pasti luar biasa. Minumannnya itu dari bubuk bahan berkualitas ditambah susu yang higenis. Makanan pun demikian. Kami  juga menyediakan Yehud Dimsum harganya juga relatif murah cuman Rp 2000 rasanya dijamin enak karena bahannya masih segar,” tuturnya.

Dari masa ke masa, yang menjual makanan dengan kualitas bintang lima semakin banyak. Marak menawarkan makanan lezat dengan ciri khas masing-masing. Untuk kamu yang tertarik berwisata kuliner, bisa dapat menikmati makanan hangat dengan cita rasa yang khas yakni camilan menarik dan enak yaitu dimsum.

Konsumsi dimsum biasanya tidak akan puas apabila memakannya hanya satu atau dua buah. Karena rasanya lezat dengan tekstur yang sangat legit.

Kalau kamu penasaran sama makanan yang satu ini, kamu bisa langsung pesan aja. Anda bisa membeli dimsum pada kami untuk dijual lagi di Kedai Yehud, Jl. Lb. Pos, Bojong Pd. Terong, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Atau tepatnya sekitar 7 meter dari depan pintu masuk/keluar Stasiun Citayam bagian barat, dekat dengan pangkalan ojol. Untuk informasi selanjutnya silahkan menghubungi kami lewat nomor Whatsapp 081388848584.

Dimsum kami tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna buatan. Berbahan dasar udang dan ayam yang dibungkus dengan menggunakan kulit siomay, merupakan ciri khas dari hidangan ini. Di sini kami menyediakan beberapa varian rasa di antaranya ayam jamur,  beef, cumi, kepiting, dan udang.

Jangan bingung untuk mencari makanan enak dengan harga ekonomis namun kualitasnya tetap terjaga. Ke Yehud Dimsum aja.

ESENSINEWS.com, Natuna – Secara administratif, Natuna terletak di antara 1° 16’ – 7° 19’LU dan 105° 00’ – 110°00’BT. Natuna memiliki 12 kecamatan di dalamnya.

Natuna menyimpan seribu kekayaan alam hingga potensi lautnya yang cukup melimpah.

Maka tak heran jika wilayah ini menjadi sasaran untuk di perebutkan oleh berbagai negara.

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Natuna menjadi pulau yang menarik orang-orang sejak dahulu.

Banyak dari pelayar yang menyambangi pulau ini untuk bertransaksi dalam perniagaan. Tak sedikit pula yang hanya berteduh saat badai melanda.

Natuna memiliki sebuah pantai di daerah Klarik yang menyimpan banyak artefak, khususnya wadah dari porselain atau keramik.

Sekitar Laut Natuna relatif dangkal dan berkarang, sehingga banyak kapal muatan yang tenggelam.

Keramik ini sebagian besar berasal dari China daratan, mulai dari Masa Ching, Ming, Yuang, hingga Song.

Sejak zaman dahulu, pulau kecil ini ternyata sudah diperhatikan oleh pelaut Asia.

Keramik kuno tersebut banyak diburu. Sejak 1970-an banyak masyarakat yang mendatangi pantai tersebut.

Pantai tersebut kini menjadi salah satu Cagar Budaya yang kaya akan budaya bangsa.

Pulau Natuna juga memiliki beberapa pantai sebagai wisata bahari, di antaranya Jelita Sejuba, Batu Madu, Pulau Setai, dan Pantai Cemaga.

Kekayaan Laut Natuna

Natuna memiliki luas laut hingga 99 persen dari total luas wilayahnya. Selain luas, Natuna memiliki kekayaan laut yang cukup besar.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kekayaan sumber daya ikan laut Natuda cukup tinggi.

Sebesar 504.212,85 ton per tahun atau sekitar 50 persen dari potensi Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP RI) 711 di Laut Natuna.

Pemanfaatan produksi perikanan di Laut Natuna baru mencapai 233.622 ton pada 2014 dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan mencapai 403.470 ton.

Komoditas laut Natuna terbagi dalam dua kategori, yaitu ikan pelagis dan ikan demersal.

Potensi ikan pelagis di Natuna mencapai 327.976 ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang dibolehkan 262.308,8 ton.

Dari jumlah tersebut baru dimanfaatkan sebesar 37 persen atau 99.037 ton. Ikan pelagis merupakan ikan yang hidup di permukaan air hingga kolam dengan kedalaman 200 meter.

Ikan yang masuk dalam kategori pelagis adalah ikan tuna, ikan pedang, marlin, cakalang, tenggiri, dan massih banyak lainnya.

Selain itu laut Natuna juga memiliki potensi ikan demersal hingga 159.700 per tahun. Namun yang dimanfaatkan baru mencapai 40.491 ton per 2014.

Ikan demersal adalah ikan yang hidupnya di dasar laut, baik untuk mencari makan atau berkembang biak.

Ikan demersial yaitu ikankerapu, tongkol krai, tenggiri, ikan ekor kuning, udang putih, kepiting, dan masih banyak lainnya.

Lokasi penangkapan kapal besar umumnya berada di luar lokasi 4 mill laut yangh berada di wilayah laut Natuna, Laut China Selatan.

Minyak dan gas bumi

Laut Natuna memiliki cadangan minyak bumi diperkirakan hingga 14.486.470 barel dan gas bumi mencapai 112.356.680 barel dikutip kompas.com.

Selain itu di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEE) sejauh 225 kilometer terdapat ladang gas D-Alpha dengan total cadangan 222 triliun cubic feet dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT. Ladang tersebut menjadi salah satu sumber terbesar di Asia.

ESENSINEWS.com – Populasi gajah dan badak sebagai hewan besar di planet ini kian berkurang akibat perburuan liar dan perubahan iklim. Padahal, keberadaan mereka juga satwa lain memiliki peran penting bagi kehidupan di Bumi.

Studi baru yang dilakukan oleh gabungan para peneliti di University of Arizona, Santa Fe Institute, Northern Arizona University, UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre, dan University of Oxford menemukan bukti hilangnya hewan besar.

Termasuk juga pepohonan berukuran besar akan menyebabkan kemerosotan kehidupan di Bumi. Oleh karena itu, dengan melindungi spesies-spesies besar ini berarti dapat melindungi ekosistem yang lebih luas.

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications ini menggunakan simulasi berbasis komputer.

Simulasi ini digunakan untuk membandingkan keadaan alam di dunia selama masa Pleistosen, saat ini, dan masa depan,yang mana hewan besar kemungkinan sudah punah.

Hasil simulasi menunjukkan hilangnya hewan besar akan menyebabkan berkurangnya  44 persen biomassa hewan liar di planet ini.

Selain itu, juga akan membuat penurunan kesuburan tanah hingga 92 persen. Padahal tanah menjadi penopang untuk menumbuhkan tanaman dan mempertahankan kehidupan.

“Penelitian ini menunjukkan ada prinsip ilmiah yang menjelaskan mengapa hewan dan pohon besar begitu penting untuk menyokong kehidupan di Bumi,” kata Brian Enquist, peneliti dari University of Arizona, seperti melansir Futurity, Sabtu (15/2/2020).

Lantas apa yang membuat keberadaan hewan besar ini begitu l.

Alasan utamanya adalah hewan besar berfungsi sebagai pembawa nutrisi. Saat hewan makan di satu lokasi dan buang kotoran di tempat lain.

Hewan besar seperti gajah dan badak ini, akan mengangkut nutrisi dan tak jarang juga memindahkannya dari daerah kaya nutrisi ke bagian lain yang kurang subur.

Demikian pula dengan pohon-pohon besar yang merupakan tanaman paling produktif, serta mengandung lebih banyak nutrisi serta karbon.

Namun, mahluk-mahluk raksasa ini lebih rentan terhadap tekanan manusia dan perubahan iklim. Butuh waktu lebih lama untuk memulihkannya, membuat mereka lebih cepat berhadapan dengan kepunahan.

Ketua Environmental Change Institute di University of Oxford, Yadvinder Malhi menambahkan selama ratusan juta tahun, Bumi menjadi rumah bagi hewan-hewan besar.

Dalam beberapa ribu tahun terakhir saja, mahluk-mahluk itu hilang dan terus berlanjut hingga hari ini.

“Studi ini ingin menunjukkan mahluk-mahluk besar itu penting bagi jalinan kehidupan di planet dan mengapa kita harus melakukan segala upaya untuk melindungi dan memulihkan populasinya,” ujar Malhi.

Tim peneliti berharap studi ini bisa digunakan sebagai sumber dalam program konservasi, terutama untuk memulihkan populasi hewan besar, seperti gajah dan badak yang terancam punah.

 

 

Sumber : Futurity

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.