ESENSINEWS.com – Membonceng anak kecil menggunakan  sepeda motor sebetulnya tidak disarankan. Tapi kalau terpaksa maka orang tua harus tahu cara yang bisa memperkecil risiko keselamatan.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, hal pertama yang harus diingat ialah jangan membonceng anak ditaruh di depan, tapi sang anak sebaiknya ditaruh di belakang.

Jangan sebaliknya, pengendara malah berlindung di belakang anaknya. Sebab kondisi badan anak masih rentan, belum lagi jika terjadi hal tidak diinginkan seperti kecelakaan, risiko sang anak sangat besar.

“Jika anak belum bisa berpegangan dengan kuat, bisa gunakan alat pengikat tambahan agar tidak terjatuh. Bahan pengikatnya bisa dari kain yang nyaman. Jangan pakai tali, karena malah membuat tidak nyaman,” kata Agus dikutip dari Kompas.com.

 

Saat ini sudah banyak tali pengikat yang posisi anaknya di depan pengendara. Biasanya ini dipakai untuk balita yang belum bisa berpegangan. Tapi dari sisi safety riding Agus mengatakan sebaiknya tidak dilakukan.

“Minimal naik kendaraan umum. Karena balita belum bisa pakai helm. Selain itu, belum ada juga helm untuk anak kecil yang sesuai standar keamanan dan keselamatan,”

 

 

Mitsubishi akhirnya memperkenalkan kepada publik wujud dari Expander, produk baru di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) di Indonesia. Mobil ini digadang-gadang bakal menjadi penantang kuat dari Avanza, Xenia, Mobilio, hingga Ertiga.

Meski nama Expander sudah menggaung, akan tetapi Mitsubishi masih belum mau menyebut nama asli dari mobil yang versi purwarupanya bernama XM Concept.

Jenama asal Jepang itu berjanji akan mengumumkannya pada debut resmi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang diselenggarakan dari tanggal 10-20 Agustus 2017 mendatang.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, atau MMKSI, secara resmi telah memperkenalkan jagoan barunya Xpander di enam kota besar secara serentak. Salah satunya di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat malam 11 Agustus 2017.

Tak tanggung-tanggung, tugas berat diemban Mitsubishi Sumatera Utara. PT MMKSI menargetkan Mitsubishi Sumatera Utara dapat merebut 25 persen pasar MPV 1.500cc yang sebelumnya dikuasai para kompetitor, termasuk Toyota Avanza.

“Kita mau segmen share 25 persen. Kalau penjualan semua MPV 1500cc di Sumatera Utara sekitar 5.700-an unit dari Januari hingga Juni, atau kurang lebih 900 unit per bulan, kita mau enter di situ 25 persen,” kata Head of Sales and Marketing Region III Departement (Sumatera, Kalimantan & IBT) PT MMKSI, Ilham Iranda Syahputra.

PT Wahana Auto Ekamarga baru saja meluncurkan secara resmi produk baru, Range Rover Velar. Meski demikian, mobil impor asal Inggris tersebut sudah habis dibeli orang-orang kaya di Indonesia.

Chief Operating Officer WAE Roland Staehler mengatakan, memang banyak konsumen yang menyukai Range Rover Velar dan menanti mobil ini di Tanah Air. “Kami membawa model Range Rover Velar First Edition empat unit dan ini sudah habis dijual. Ini bisa menjadi tanda mobil dinanti,” kata Roland di Jakarta.

Sementara itu, Sales Planning Product Dealer Standar & Import Manager WAE, Tommy Handoko mengatakan, pihaknya mendapat total 35 unit Velar untuk tahun ini.

Mitsubishi akhirnya buka mulut soal nama bayi barunya. Mobil Low MPV itu diberi nama Xpander. Bukan Expander seperti yang pernah detikOto ulas sebelumnya.

Nama itu terlihat jelas dari tampilan mobil di booth Mitsubishi di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Jika Anda menyalakan mesin mobilnya, Xpander akan muncul di layar speedometernya.

Jika melihat arti bahasa, Mitsubishi Xpander bisa diterjemahkan secara bebas sebagai ‘luas’, namun soal arti nama ini Head of Public Relation Department PT MMKSI, Intan Vidiasari meminta detikOto menanyakannya nanti pada bosnya, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko. “Nanti ada di pidato Masuko-san,” ujarnya kepada detikOto sambil tertawa.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.