Ini 4 Hakim di Medan yang Terkena OTT KPK

Esensinews.com – Ketua PN Medan, Empat oknum hakim  dua oknum panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Medan, tak berkutik saat dibekuk petugas KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) seperti dikutip dari topkota.com Selasa (28/8/2018) pagi.

Diketahui dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya puluhan dolar singapore di laci meja salah satu oknum hakim yang diciduk KPK. Kuat dugaan terjadinya OTT diakibatkan adanya dugaan transaksi uang untuk pengurusan penanganan perkara korupsi yang sudah divonis oknum tersebut yakni terkait dugaan korupsi penjualan aset negara atas terdakwa Tamin Sukardi kepada pengusahan terkenal asal Medan Mujianto.

Adapun keempat oknum hakim yang diamankan KPK adalah Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan, Waka PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim karier PN Medan Sontan Merauke Sinaga dan hakim adhoc tipikor Pengadilan Tipikor Medan Merry Purba. Sementara dua oknum panitera pengganti tersebut adalah Oloan Sirait dan Elfandi.

Adapun data yang dihimpun wartawan, para oknum hakim tersebut memiliki rekam Jejak penanganan perkara yang pernah ditangani. Beberapa pengalaman menyidangkan kasus-kasus besar di PN Medan seperti, Waka PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo yang menjadi ketua majelis hakim dalam perkara Tamin Sukardi bersama Sontan Merauke Sinaga dan Merry Purba, ia juga menjadi ketua majelis hakim atas persidangan kasus dugaan penistaan agama peristiwa Tanjung Balai dengan terdakwa Meiliana.

Dalam kasus tersebut, Wahyu menjatuhi hukuman 1 setengah tahun penjara terhadap terdakwa. Putusan hakim itu akhirnya menjadi kontroversi di masyarakat hingga kini.

Berikutmya, Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan, juga pernah menangani perkara besar. Diantaranya kasus persidangan penjualan ilegal 5 ton trenggiling atas terdakwa Sumitro Budiman alias Abeng. Sidang tersebut digelar pada 2015 lalu. Pada saat itu, Marsuddin menjabat sebagai ketua majelis hakim. Dalam putusannya, Marsuddin menjatuhi hukuman terhadap terdakwa selama 18 bulan penjara. Perkara tersebut juga disorot media asing karena kasus tersebut dikategorikan sebagai kejahatan satwa yang dilindungi.

Lalu hakim Sontan Merauke Sinaga. Pria berkumis itu juga adalah salah satu hakim yang sering menangani perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Medan. Salah satunya adalah penanganan korupsi pembangunan Patung Yesus di Kabupaten Tapanuli Utara beberapa tahun lalu.

Sontan dalam menyidangkan perkara itu adalah sebagai hakim anggota. Korupsi pembangunan Patung Yesus tersebut juga sempat menjadi perhatian publik. Dimana kasus tersebut, negara dirugikan sebesar Rp 1 miliar. Dalam kasus tersebut, dua terdakwa divonis majelis hakim masing-masing 15 bulan penjara. Putusan tersebut menjadi pro kontra di masyarakat. Putusan majelis hakim dianggap terlalu ringan.

Lalu hakim Ad Hoc Merry Purba yang memang khusus menangani perkara korupsi di PN Medan juga tercatat memiliki segudang pengalaman menyidangkan perkara.

Berdasarkan data yang dihimpun, Merry Purba adalah salah satu majelis hakim anggota yang menyidangkan Mantan Gubsu Gatot Pudjonugroho. Ia juga salah seorang majelis anggota bersama Sontan Merauke Sinaga dalam kasus korupsi Pembangunan Patung Yesus di Taput.

 

Editor : Adang

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Trump Tuding Google hanya Tampilkan Sisi Negatifnya

Rab Agu 29 , 2018
Esensinews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding mesin pencari Google bias dan curang ketika menampilkan hasil penelusuran tentang dirinya. Pria berusia 72 tahun itu menganggap Google hanya memperlihatkan berita negatif dirinya dan pemerintahannya. “Pencarian Google untuk ‘Trump News’ hanya menampulkan hasi laporan dari Media Berita Palsu,” kicaunya di Twitter, […]