Breaking News

Sejarah Berdirinya Kaukus Muda Indonesia (KMI)

Kaukus Muda Indonesia (KMI)  merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bertujuan membina pemuda dan pemudi Indonesia seusai dengan asas KMI dalam perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Lembaga ini juga, khususnya bergerak dalam peningkatan kualitas human recources (sumber daya manusia) terutama bagi anak muda Indonesia.

Bahkan, memberikan sumbangsih pemikiran, agar bangsa ini tetap kuat dalam berbagai aspek.

Sejarahnya memang panjang sebelum KMI berdiri yakni pada tanggal 25 November Tahun 2008. Sedangkan deklarasi berdirinya KMI tak lepas dari eksponen 98 lintas organisasi yang terdiri dari (HMI, PMII, GMNI, FIS, LMNI, IPB dan Pijar Indonesia).

Saat ini, struktur KMI Ketua Umumnya adalah Edi Humaidi (exponen HMI) dan Sekjen adalah Rouf Qusyairi (aktifis PMII). Sedangkan markas KMI sendiri berada di kawasan Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

Tercatat dalam satu dekade, KMI akan tetap dibuat kegiatan seminar nasional dan akan mengundang pembicara yang pernah datang di acara KMI dari pengamat politik, pengamat ekonomi, DPR, BPK dan lainnya.

Sementara kehadiran Kaukus Muda ini banyak memberikan sumbangsih bagi negara ini. Sejak berdiri, telah puluhan kali mereka mengadakan diskusi publik dan seminar nasional serta kegiatan sosial.

Semua narasumber yang tampil di KMI, adalah orang yang memiliki intensitas dan kredibilitas sebut saja, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua ICMI Jimly Asshaddiqie, Priyo Budi Santoso, pengacara kondang Ruhut Sitompul, Pakar Hukum Tata Negara Reflly Harun, Direktur Poltracking Hanta Yudha,  Bima Arya, Pakar Hukum Margarito Kamis, Masinton Pasaribu, Ketua DPP Gerindra Riza Patria, Peneliti LIPI Prof Indria Samego, Prof Siti Syuro sampai Direktur Eksekutif IPI Karyono Wibowo, Jubir KPK Febridianyah dan sebagainya.

Ketum KMI, Edi Humaidi merupakan kunci hingga KMI bisa sukses. Semua Ini tak lepas peran dari beliau serta para pengurus yang ada. Jiwa pantang menyerah dan ksatria dimiliki Edi. Mereka tetap berdiri hanya dengan modal tekad dan persatuan yang kuat.

Selain itu, kerja sama team work yang diutamakan dalam bekerja.

Sekapur Sirih tentang KMI

Diketahui pemuda merupakan tulang punggung bangsa dan sekaligus sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang. Untuk itulah KMI berdiri. Generasi muda mempunyai karakterisitik dan ciri khas yang senantiasa berfikir kritis dan dinamis dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan yang ada.

Sifat kritis dan dinamis itu pula yang menghantarkan pemuda selalu berada di garda depan dalam setiap momentum perjuangan dan perubahan mulai dari masa pra kemerdekaan, masa kemerdekaan dan pasca kemerdekaan.

Tengok saja, rentang sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia yang terjadi tidak pernah lepas dari peran dan kiprah para pemuda. Mulai dari peristiwa sumpah pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, perubahan politik nasional tahun 1966 dan terakhir gerakan reformasi tahun 1998.

Gerakan reformasi 1998 yang dimotori oleh para aktifis mahasiswa dan pemuda berhasil memecahkan kebekuan rezim yang dianggap gagal serta menyeleweng dari semangat dan cita-cita proklamasi kemerdekaan tangal 17 Agustus 1945.

Meski begitu, babak baru kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis, menghargai pluralisme dan HAM serta menjunjung tinggi keadilan tentu masih harus terus diperjuangkan dan diwujudkan. Perjuangan pemuda dan mahasiswa tidak boleh berhenti dan merasa cukup serta berpuas diri.

Masih banyak agenda-agenda perjuangan dan berbagai persoalan dan tantangan zaman yang harus dijawab oleh pemuda, seperti masalah pengangguran, kemiskinan, pemberantasan korupsi, terorisme dan penegakan hukum yang berkeadilan sebagaimana diamanatkan oleh cita-cita proklamasi kemerdekaan.

Salah satu elemen mahasiswa dan pemuda yang terlibat secara aktif dalam gerakan reformasi 1998 adalah kelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam “Kelompok Cipayung”.

Mereka adalah gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Indonesia (PMKRI).

Visi dan Misi KMI

Berangkat dari pemikiran diatas dan sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan moral, akhirnya para eksponen aktifis “Kelompok Cipayung” merasa terpanggil untuk terus melanjutkan perjuangannya dengan membentuk organisasi yang bernama Kaukus Muda Indonesia (KMI).

B. VISI

Terbentuknya pribadi-pribadi bangsa Indonesia, terutama kalangan pemuda Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, cakap dan bertanggung jawab serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

C. MISI

1. Menghimpun dan membina pemuda dan pemudi Indonesia seusai dengan asas dan tujuan KMI serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas dan tujuan KMI serta upaya perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
3. Mengupayakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun program-program kerja sesuai dengan perkembangan masyarakat.

D. PROGRAM

1. Melakukan penelitian dan kajian terhadap isu-isu strategis kebangsaan seperti demokrasi, HAM, lingkungan, kesejahteraan rakyat, politik, hukum, ekonomi, pertahanan, budaya, pendidikan, IPTEK dan agama.

2. Melakukan penelitian dan kajian terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan permasalahan kebangsaan, kepemudaan dan kemahasiswaan serta masalah sosial kemasyarakatan lainnya.

3. Memberikan rekomendasi kepada para pengambil kebijakan terkait dengan berbagai permasalahan dan ancaman kebangsaan dan nasionalisme,

4. Melakukan pendidikan dan pelatihan tentang nasionaonalisme dan wawasan kebangsaan, pelatihan life skill, pelatihan kepemimpinan dan pemberdayaan lainnya.

5. Melakukan pemberdayaan dan pendidikan politik, ekonomi dan hukum kepada masyarakat secara luas.

6. Melakukan advokasi dan pendampingan terhadap kelompok-kelompok termarjinal yang diakibatkan oleh kebijakan yang tidak berkeadilan.

7. Melakukan diseminasi dan sosialisasi gagasan, ide, hasil-hasil penelitian dan kajian dari para pakar dan dari internal lembaga kepada publik sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

8. Menjalin kerjasama internasional dan nasional baik intansi pemerintah maupun swasta, baik perorangan maupun institusi dalam rangka ikut berpartisipasi menjaga kepentingan nasional.

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *