Dalam berbagai kontestasi politik, semacam pilpres, kemenangan telak dalam debat terbuka dapat menyumbang sekitar 30% suara mengambang. Apalagi di saat ketokohan, yang selama ini menjadi andalan, sudah mentok elektabilitasnya.

Menurut rekan kami yang berprofesi sebagai ilmuwan politik sekaligus pollster, elektabilitas “sebenarnya” (tidak merujuk pada publikasi berbagai lembaga survey yang diragukan kredibilitasnya) Jokowi hanya di kisaran 30%, sementara Prabowo hanya di 20%.

Artinya, untuk dapat menang, baik Jokowi maupun Prabowo membutuhkan pasangan yang jago berdebat hingga mampu mendapatkan tambahan 30% suara mengambang di debat terbuka Pilpres tahun depan.

Orang ini tentu harus memiliki kemampuan analisa dan retorika yang di atas rata-rata. Sehingga siapapun lawan debatnya pasti akan dilahap seluruh argumennya tanpa ampun di depan publik.

Jadi Jokowi atau Prabowo sebenarnya tidak membutuhkan seorang santri kharismatik yang banyak pendukungnya, tidak juga pengusaha yang sukses, sebagai pasangan mereka, karena tidak akan dapat membantu mereka di debat terbuka pilpres. Tapi, tokoh santri atau pengusaha sukses ini untuk membantu di belakang, sebagai jurkam atau timses, boleh jadilah.

Lantas, siapa orang tersebut?

Mungkin orang yang lumayan retorikanya yang selama ini dikenal publik adalah Anies Baswedan. Kita semua sudah tahu kualitas beliau saat berpidato dan berdebat di Pilkada DKI tahun lalu.

Tapi ternyata ada tokoh lain yang lebih tepat, orang yang Anies Baswedan pun mengganggapnya sebagai gurunya di dunia aktivis pergerakan (diungkapkan sendiri oleh Anies di Balaikota kemarin). Dia adalah ekonom senior Rizal Ramli.

Bagaimana tidak? Sekelas Sri Mulyani yang namanya harum sebagai menteri terbaik dunia saja tidak berani melayani Rizal Ramli debat.

Apalagi masalah ekonomi adalah yang paling krusial saat ini hingga Pilpres. Rizal sebagai ekonom senior yang berkali kali jadi menteri dan berbagai jabatan internasional, pasti akan sangat mumpuni.

Memangnya siapa di negeri ini yang berani layani Rizal Ramli debat masalah ekonomi?? Orang yang ditakuti Sri Mulyani dan yang dianggap guru oleh Anies Baswedan..

Bila digandeng Jokowi, Rizal akan mampu menjelaskan (melindungi) performa ekonomi penerintahan Jokowi periode pertama dan menjanjikan harapan perbaikannya di periode kedua Jokowi. Dengan memilih Rizal, Jokowi akan dianggap kembali mengambil haluan ekonomi kerakyatan.

Sementara, bila digandeng Prabowo, Rizal akan memblejeti habis kinerja ekonomi inkumben tanpa ampun dan menjanjikan harapan pergantian haluan atau percepatan di pemerintahan Prabowo. Satu lagi keuntungan Prabowo, Rizal Ramli adalah simbol penolakan Reklamasi Teluk Jakarta, karena Rizal direshuffle Jokowi akibat masalah Reklamasi ini.

Itulah keunikan dari keberadaan sosok seperti Rizal Ramli, yang mungkin belum tertangkap publik dan para elit politik.

Demikian kiranya opini saya, semoga membantu dunia perpolitikan Indonesia untuk lebih rasional memandang masa depan. Karena menang Debat Pilpres adalah kunci.

 

Penulis: Azwar Abdullah
(Pemerhati politik, tinggal di Serpong)

Oleh : Iyyas Subiakto

Memperhatikan orang-orang yang begitu bernafsu ingin jadi presiden, akankah akal waras kita membiarkan negeri ini di mangsa manusia-manusia serigala haus kekuasaan yang berorientasi kekayaan.

Lihat saja para calon pemangsa yang ada, caranya, gayanya, ucapannya, ancamannya, gerombolannya, akhlaknya, tidak ada satupun masuk pada kriteria presiden Indonesia.

Setelah kita hampir 5 tahun dipimpin Jokowi, manusia yang lahir di bantaran kali ini menadirkan semua politikus kelas kakus yang selama ini malang melintang di belantara perpolitikan yang dibangun puluhan tahun dengan cara yang jauh dari benar.

Mereka menyamar bak penyamun berpenampilan santun, namun sejatinya niatnya adalah memangsa, karena nyaris semuanya adalah produk Orde Baru yg masih tersisa.

Negeri ini praktis berjalan satu kaki selama hampir 5 tahun terakhir dalam kepemimpinan Jokowi. Bagaimana tidak, berjalannya roda pemerintahan sedari awal nyaris sarat gangguan dari mulai DPR yg terus mengganggu dgn segala akal busuknya, belum lagi aksi-aksi individual, ormas-ormas yang dikemas oleh tangan-tangan dibelakang layar.

Konspirasi busuk berkedok agama, memakai simbol agama dengan mengangkat orang yang harusnya terhina malah dijadikan ulama.

Teriakan ganti presiden yang dimotori suara orang partai pendukung HTI, ormas anti pancasila dan penggagas khilafah makin head on dan terang-terangan bahwa mereka mengambil posisi menjadi musuh kita rakyat Indonesia yang cinta NKRI.

Penghasutan, fitnah, caci maki terhadap sebuah proses pendudukan atas kebenaran dan kebaikan agar keadilan bisa dirasakan rakyat Indonesia malah dijegal dg segala cara. Lumpuh akal sehat kita melihat segerombolan manusia kelas murah yang terus meneror sebuah kedaulatan negara, bila mereka dibiarkan eksistensinya maka negara ini benar-benar bisa tinggal nama. Apakah kita mau kelak tertulis “Bekas Negara Indonesia”…?

Kejujuran, kebaikan, kesantunan dan peka terhadap rasa keadilan dari seorang pemimpin adalah sebuah hadiah besar dari Tuhan. Dan hal itu dialirkan melalui orang pilihan, bukan orang rendah akal dan berakhlak murah. Jokowi adalah sebuah pilihan, dia meletakkan pondasi baru untuk Indonesia, membuat nilai baru untuk ukuran sosok pemimpin yg bisa mensejahterakan rakyat Indonesia, bukan sebaliknya.

Maka kita wajib menjaganya. Karena kita telah mendapat standar baru ukuran sosok pemimpin, bukan lagi hanya “sekedar ada pemimpin” seperti kucir rambut upin-ipin.

Urutan manusia yang nafsunya keubun-ubun untuk berkuasa, lihat dan rasakan.

1. WoWoo, segudang masalah dipatrikan namun orang-orang bodoh mengelu-elukan seorang pecundang mau dijadikan pahlawan. Dan kita dipaksa memilihnya.

2. Ain Rasiiiis, manusia ganti selera, teriakannya seperti orang gila memprovokasi masa, menyampaikan hal-hal yang tak ada, makin tua makin celaka karena nyidam berkuasa udah lama tak terlaksana.

3. BeYeee, bekas penguasa yang tak bisa apa-apa, yang tak pernah reda nafsu berkuasanya, skrg sekarang sedang memaksa kita menerima anaknya. Dia pikir Indonesia ini kerajaan yang dipaksakan ada.

4. GaNuu, penerus cita-cita orba, jendral yang lupa sapta marga. Akhirnya kita tau siapa di belakangnya, sekarang sedang mendekati Amerika, kita harus waspada.

5. ZuHaa, AaBas, AaHeeer, JeKaa, dst : Manusia setengah badan yangg terus mengendus dan siap berpasangan dengan siapa saja yang penting berkuasa. Ngurus mulutnya saja tak bisa, bagaimana mau bekerja.

Coba diamati dengan hati dan nadi, kelas manusia seperti apa mereka ini, dengan rekam jejak pemangsa apa pantas menjadi pemimpin Indonesia? Apa prestasinya, bagaimana perilakunya…, apa tetap mau dicoba?

Cobalah, kalau kita sudah sama gilanya dengan mereka, dan menarik kembali Indonesia terus-terusan menjadi negara berkembang dan akhirnya menjadi negara terbelakang.

Jokowi adalah pemimpin dengan visi misi dan tindakan jelas untuk masa depan kita semua. Kenapa tiba-tiba kita dipaksa berpaling kebelakang untuk menerima segerombolan pemangsa yang menjanjikan perubahan. Apa yang mau mereka rubah karena semua yang pernah mereka justeru meluluh lantakkan, sekarang sedang dibangun ulang demi Indonesia Raya.

JOKOWI MEMBANGUN MASA DEPAN,
YANG SONO BARU SEBATAS ANGAN2.
JAGALAH MANUSIA PILIHAN YG JELAS PUNYA UKURAN,
JANGAN YG CUMA DIAKUR2KAN.

Bicara blak-blakan, sangat terbuka dan lancar tanpa beban. Itulah kesan kuat yang melekat sebagai ciri khas ekonom lulusan Master dan Doktor dari Boston University, Amerika Serikat ini. Namun, ia tidak sekedar bicara alias asbun (asal bunyi) tapi semua yang dipaparkan selalu didukung oleh fakta, data dan analisa yang tajam tentang berbagai hal yang sedang dibahas, terutama bila bicara tentang persoalan ekonomi Indonesia. Pengetahuan dan wawasannya yang luas di bidang ekonomi ditunjang oleh keberanian dan kejujuran yang tinggi, memang tidak diragukan lagi. Hingga tidak mengherankan jika sebagian kalangan memberikan julukan kepadanya sebagai “The Trusted Indonesian Economist”.

Dr. Rizal Ramli, dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 10 Desember 1953. Ayahnya seorang asisten Wedana sementara ibunya adalah Guru. Ibunya meninggal pada saat Rizal masih berumur 7 tahun, sehingga ia harus tinggal dengan neneknya di kota Bogor. Sebagai anak seorang guru, ia sangat rajin membaca. Ia sejak muda telah kenal dan bergaul akrab dengan berbagai buku bacaan, termasuk buku-buku penting karya Albert Einstein. Tidak heran jika kemudian ayah 3 anak (Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy) ini kemudian sangat mengagumi dan mengidolakan pemikir besar Einstein dan mengoleksi berbagai versi biografi dari ilmuwan berkebangsaan Jerman itu.

Debut Rizal Ramli sebagai sosok pemikir yang kritis dan berani dimulai sejak suami Herawati M. Mulyono ini sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kala itu, di tahun kedua masa belajarnya, ia sudah melibatkan diri dalam diskusi-diskusi yang bersinggungan dengan bidang politik di Dewan Mahasiswa, yang kemudian mengantarkannya menjadi Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977. Karakter dan idealismenya sangat kuat sehingga ia berani mengoreksi kekeliruan sistim politik dan strategi pembangunan Indonesia masa itu, yang sempat mengantarkan Rizal muda ke penjara militer selama beberapa bulan dan penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu tahun (1978/1979) akibat aksi menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Sikap kritis dan tidak mau kompromi dengan kebijakan berbau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dijalankan pemerintahan negara tetap menjadi kesehariannya hingga di usia paruh baya hari ini.

Konsekwensi dari keteguhan idelismenya itu, Ramli praktis tidak pernah diberi kesempatan berkarir di pemerintahan sampai tumbangnya rezim Suharto. Kiprahnya bagi pembangunan bangsa melalui peran aktif di pemerintahan baru dimulai ketika Presiden Abdulrahman Wahid memintanya menjadi Kepala Badan Logistik (Bulog) pada April 2000. Saat itu, kinerja Bulog sangat buruk dan membutuhkan pembenahan internal oleh orang yang kapabel dan terpercaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap badan ini.

Tugas utama Ramli oleh Presiden Gusdur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, adalah mendorong Bulog menjalankan kembali fungsinya dengan baik yakni memenuhi kebutuhan rakyat, menjaga harga penjualan petani sebaik mungkin dan membersihkan Bulog dari praktek KKN.

Hanya selang beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kepala Bulog, tepatnya pada Agustus 2000, pendiri ECONIT Advisory Group, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri dan perdagangan, ini ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Agustus 2000 – Juni 2001), dan kemudian menjadi Menteri Keuangan dari Juni hingga Juli 2001. Sebagai Menko Perekonomian, mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial Prisma ini juga merangkap beberapa jabatan penting dan strategis dalam pemulihan perekonomian yang hancur dilanda krisis moneter, yakni sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan Ketua Tim Keppres 133 untuk renegosiasi listrik swasta.

Kinerja Ramli di pemerintahan dinilai berhasil oleh banyak pihak karena walau hanya dengan waktu yang relatif pendek, yakni hanya 15 bulan, ia berhasil melakukan sejumlah terobosan yang efektif untuk mendorong reformasi institusional, restrukturisasi sektoral maupun korporat, serta percepatan pemulihan ekonomi. Di Bulog misalnya, ia berhasil melakukan restrukturisasi agar Bulog menjadi organisasi yang transparan, accountable, dan lebih profesional, sekaligus mendorong regenerasi; meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana Bulog meningkatkan pembelian gabah, bukan beras. Ketika menjadi Menko Perekonomian, alumni Departemen Fisika ITB ini mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang diakui oleh dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel. Hasilnya, ekonomi Indonesia selama tahun 2000 tumbuh sebesar 4,8%, di atas perkiraan semula yang hanya 2-3% dengan budget deficit yang lebih kecil dari perkiraan semula, yaitu hanya –3,2% dari GDP (perkiraan semula adalah –4,8% dari GDP). Turn around ekonomi Indonesia mulai terjadi pada tahun 2000. Total ekspor Indonesia selama tahun 2000 mencapai US$ 62 milyar, atau naik 27% dari ekspor Indonesia pada tahun 1999.

Kebijakan yang ditempuh selama menjadi Ketua KKSK dan Ketua Tim Kepres 133 juga terbilang sukses. Sebagai Ketua KKSK, Dr. Rizal Ramli berhasil memutuskan sekitar 140 keputusan penting, baik yang menyangkut restrukturisasi hutang maupun percepatan penjualan asset yang dikelola oleh BPPN. Salah satunya adalah restrukturisasi bisnis dan hutang PT IPTN menjadi PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) sehingga viablesecara bisnis dan finansial. Hasil dari langkah-langkah tersebut PT. DI penjualannya meningkat dari Rp. 508 milyar pada tahun 1999 menjadi Rp, 1,4 triliun pada tahun 2001. Kerugian perusahaan sebesar Rp. 75 milyar tahun 1999 berubah menjadi keuntungan sebesar Rp. 11 milyar.

Itulah sebagian kecil keberhasilan dan karya dosen tamu di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dapat disebutkan di sini. Rizal, yang pernah mengambil dan menyelesaikan program Asian Studies di Sophia University, Tokyo, Jepang tahun 1975 ini, juga telah menghasilkan banyak sekali karya ilmiah yang telah dimuat jurnal-jurnal ekonomi terbitan dalam dan luar negeri. Selain sebagai pengajar bidang ekonomi, ia juga banyak berperan sebagai penasehat dan konsultan ekonomi bagi berbagai institusi baik swasta maupun pemerintah, seperti misalnya menjadi konsultan ekonomi DPR RI dari tahun 1993 hingga 1999.

Sebagai seorang ahli ekonomi kelas dunia, sudah barang tentu akan sangat menarik untuk mendengar komentar dan pandangan-pandangannya tentang keadaan ekonomi serta prospek perekonomian Indonesia di tengah arus ekonomi global selama ini. Menurut Rizal, yang sejak 2006 lalu tercatat menjadi wakil pemerintah pada PT Semen Gresik (pesero) Tbk sebagai Presiden Komisaris, negara kita sebenarnya adalah negara kaya raya yang digadaikan kepada pihak asing dengan harga sangat murah; ibarat cangkir emas yang digunakan mengemis uang recehan kepada negara-negara kreditor.

Oleh : Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI)

 

Oleh : Jerry Massie

Ada pesta olahraga se-Asia atau lebih dikenal dengan Asian Games tinggal beberapa hari lagi akan dihelat di Jakarta dan Palembang. Sejarah mencatat Indonesia pernah masuk peringkat kedua saat menjadi tuan rumah pada Asian Games ke-4 tahun 1962 silam.

Dalam 17 kali pergelaran Asian Games lndonesia selalu ikut sejak pesta olahraga multicabang terakbar di Asia itu pertama kali diadakan di New Delhi, India. Memang setiap kali Asian Games, hanya tiga negara ini yang kerap menguasai yakni, China, Jepang dan Korea Selatan.

Sedangkan, Indonesia belum pernah menjadi juara umum. Komite Olimpiade Nasional melaporkan ari 45 negara yang berpartisipasi sepanjang sejarah, 43 negara telah memenangkan setidaknya satu medali dalam kompetisi. Sedangkan tiga negara ini, Bhutan, Maladewa, dan Timor Leste belum pernah memenangkan satu medali pun.

Berikut adalah negara yang meraih medali terbanyak sepanjang masa untuk AG dari tahun 1952 hingga 2014. Pertama, China medali Emas1.342, Medali perak: 900 dan perunggu 653 total: 2.895. Diposisi kedua ditempati negeri Sakura Jepang  Medaki emas : 957, Medali perak: 980 medali perunggu : 913 Total: 2.850 3.Korea Selatan meraih medali emas 696, Medali perak: 606 dan medali perunggu 761 total: 2.063.

Selanjutnya diposisi keempat dan kelima dihuni Iran dan negara pecahan Uni Sovyet, Kazhasktan. Tuan rumah Indonesia sendiri sepanjang keikutsertaan di Asian Games berhasil meraih 358 medali berada dalam posisi 12 sebagai negara peraih medali terbanyak. Tim merah putih mendapatkan 60 medali emas, 95 medali perak, dan 203 medali perunggu.

Untuk Asian Games ini cabang olahraga andalan diprediksi bakal mendulang meraih medali emas terutama pada cabang unggulan yakni, Sepeda gunung, bulutangkis (2 emas), dayung tradisional, atletik, pencak silat, panahan, atletik, bowling, bridge, kano/rowing, sepeda, jetski, paragliding, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan wushu.

Untuk atletik sprinter peraih emas kejuaraan dunia, Lalu Muhammad Zohri juga punya peluang merebut emas. Dia adalah penerus sprinter Poernomo dan Mardi Lestari. Pada masa jayanya, Mardi cukup disegani dan dikenal sebagai manusia tercepat se Asia karena pernah menembus semifinal (16 besar) Olimpiade Seoul 1988 dan bertanding dengan para atlet top dunia seperti pelari ternama Ben Jhonson.

Berikut ini cabang olahraga dan target medali

1. Bulu Tangkis 

Runtuhnya Cina di cabang bulutangkis memberikan keuntungan bagi kita. masih menjadi salah satu cabang unggulan bagi Indonesia. PBSI menargetkan dua emas di ajang Asian Games 2018 mendatang. 

Indonesia bisa mencuri emas pada nomor paling berpeluang masih datang dari ganda putra. Pasangan nomor peringkat pertama dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo, menjadi tumpuan Indonesia.

Begitu pula nomor satu dunia di nomor ganda campuran pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi modal utama menyumbangkan emas.

Selain Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana, Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berpeluang menjadi underdog dengan pengalaman mereka. Ada pula pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang penampilannya sedang menanjak. Apalagi, Greysia berhasil menyumbang medali emas bagi Indonesia di Asian Games Incheon 2014, bersama Nitya Krishinda Maheswari.

2. Panahan

Cabang ini sejak dulu menjadi andalan meraih medali. Di Olimpiade Seoul 1988 pun tim panahan kita pernah meraih perak. Tak muluk-muluk KONI menargetkan satu emas dari cabang panahan.

Dinomor Sejauh ini, recurve ada sejumlah nama seperti Riau Ega Agatha di putra dan Diananda Choirunisa. Keduanya menjadi tumpuan menyumbangkan emas. Selain bermain di nomor individual, Riau dan Diananda juga akan turun di nomor beregu.

3. Atletik

Hanya satu emas yang ditargetkan Indonesia dari salah satu cabang dengan nomor pertandingan terbanyak ini. Peluang emas muncul dari nomor lompat Jauh. Di nomor ini ada beberapa nama seperti Sapwaturrahman Sanapiah di putra dan Maria Londa Natalia di putri.

Sapwaturrahman merupakan atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia membuat kejutan dengan memecahkan rekor nasional lompat jauh putra di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2017 di Makassar. Ia berhasil melompat sejauh 7,90 meter. Sedangkan Mario Londa sendiri adalah peraih medali emas di Asian Games Incheon 2014 lalu.

4. Boling.

Pelatnas boling Indonesia menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Dari tiga nomor yang dipertandingkan, target emas muncul dari nomor tim. Saat ini, total ada 14 atlet dari nomor beregu di putra dan putri yang menjalani pelatnas boling di Ancol, Jakarta Utara.

5. Kano/Rowing.

Sebanyak 15 nomor pertandingan akan dipertandingkan di cabang dayung. Meski begitu, hanya satu medali emas yang ditargetkan dari cabang ini.

6. Bridge

Bridge merupakan cabang andalan Indonesia meraih medali. Padahal ini aalah satu cabang baru yang dipertandigkan di Asian Games.

Nama besar juara dunia Hengky Lasut/Eddy Manappo akan menjawab semua itu. sebanyak enam nomor yang dipertandingkan, yaitu men team, women team, mixed team, supermixed team, men pair, dan mixed pair. Indonesia menjadikan bridge sebagai salah satu cabang untuk menambah perolehan emas.

Sementara, Indonesia menargetkan  dua emas. Demi meraih target itu, cabang olahraga asah otak ini telah merekrut pelatih asing asal Polandia, Krzysztof Martens, untuk menggenjot atlet-atlet bridge yang tergabung di pelatnas. 

7. Balap Sepeda

Cabang sepeda menargetkan raihan dua emas di Asian Games 2018. Raihan positif di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, yang meraih dua emas dan perak, membuat cabang ini cukup optimistis memenuhi target. Nomor pertandingan track dan BMX menjadi adalah nomor andalan Indonesia.

PB ISSI mengatakan Indonesia memiliki banyak atlet BMX yang bagus. Nama-nama seperti Elga Kharisma, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin sebenarnya bukan hanya atlet disiplin track karena disiplin mereka sebenarnya adalah BMX. Tapi, PB ISSI telah meminta mereka untuk turun pada nomor track dan BMX.

8. Jetski

Target dua emas dicabang ini bisa dicapai. Pasalnya kita punya juara Dunia 2014, Aero Sutan Aswar, menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas di nomor emas. Saat ini, Aswar dan saudaranya, Aqsa Aswar berlatih langsung di Amerika Serikat.

9. Paralayang

Cabang paralayang menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Nomor andalan cabang ini ada di nomor ketepatan mendapat putri. Ada nama Rika Wijayanti yang baru saja menjadi juara di ajang World Cup Seri 1 di North Cyprus, Turki, pada Februari 2018. Saat ini, Pelatnas Paralayang berlatih rutin di daerah Cisarua, Bogor.

10. Pencak Silat 

Olahraga ini adalah andalan tuan rumah. Pencak silat merupakan salah satu cabang yang baru dipertandingkan di Asian Games. Berstatus sebagai olahraga asli Indonesia, pemerintah menargetkan cabang ini menjadi salah satu lumbung medali. Catatan Indonesia di cabang ini memang cukup meyakinkan. Bisa saja Indonesia meraih 3-5 emas pada cabang ini.

Di SEA Games 2017, Indonesia meraih dua emas. Emas diraih oleh Wewey Wita di nomor tanding putri nomor 50-55 kilogram dan dari tim putra di nomor seni beregu putra.

11. Panjat Tebing 

Panjat Tebing juga merupakan cabang baru di Asian Games 2018. Indonesia memang cukup terkenal memiliki atlet panjat tebing profesional. Apalagi berkaca pada hasil di Kejuaraan Dunia tahun lalu yang diikuti, peluang Indonesia dinilai cukup terbuka. Pada 2017, Indonesia ikut di tiga kejuaraan dunia, dari tujuh kejuaraan dunia yang ada. Hasilnya pun tak mengecewakan. Tampil tak diunggulkan, Indonesia berhasil merebut perak di dua turnamen, yakni di Wujian dan Xiamen, Cina.

Medali diraih dari nomor speed lewat atlet perorangan putra, Aspar Jaelolo. Aspar hanya kalah dari wakil Rusia dengan perbedaan waktu 1/100 detik.

Sedangkan di nomor putri, atlet Aries Susanti Rahayu juga membuat catatan mengesankan selama masa latihan di pelatnas. Ia mampu mencatatkan kecepatan 6,96 detik. Catatan ini ada di atas rekor dunia speed climbing putri dunia, yakni 7,38 detik, yang dipegang atlet Rusia.

12. Taekwondo

Satu medali emas dirargetkan diraih taekwondoin kita pada ajang Asian Games 2018 Agustus mendatang. Indonesia mengandalkan nomor Poomsae untuk mendulang emas. Pada turnamen pemanasan (test event) menuju Asian Games 2018, nomor ini mampu tampil apik dan konsisten menyumbang emas.

Bukan saja Poomsae tapi Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Di nomor kyorugi, ada nama Mariska Halinda di putri dan Ibrahim Zarman di nomor putra. Keduanya meraih emas di nomor perorangan pada SEA Games 2017.

13. Angkat Besi

Sejak dulu angkat besi menjadi unggulan Indonesia. Sejumlah atlet berpengalaman dan berbakat kita miliki sebut saja, Eko Yuli Irawan yang merupakan peraih medali perak di Olimpiade Rio 2016 lalu.

Selain Eko adapula nama-nama seperti Deni dan Triyatno di nomor 69 kilogram. Ada pula nama Sri Wahyuni di nomor 46 kilogram Putri. Melihat kualitas atlet kita, maka kans merebut dua medali emas bisa terpenuhi.

14. Wushu

Harapan terbesar meraih medali emas bakal tercapai. Mengingat kita punya juaara dunia di cabang Wushu, yakni, Lindswell Kwok. Indonesia pun hanya menargetkan meraih satu emas di cabang ini.

Lindswell merupakan peraih emas di tiga kejuaraan dunia wushu. Ia juga merupakan periah medali perak di Asian Games Incheon 2014. Saat itu ia kalah dari wakil Cina, Yu Mengmeng.

Lindswell termotivasi meraih emas di Asian Games 2018. Pasalnya, turnamen empat tahunan itu ia rencanakan menjadi turnamen terakhir yang akan ia ikuti.

Oleh : Irene Anindyaputri

Kopi adalah salah satu minuman yang digemari banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, minuman ini sudah menjadi bagian yang cukup besar dalam gaya hidup modern. Saat ini Anda bisa menemukan kedai kopi di mana saja. Kopi yang disajikan juga beragam jenisnya. Jika Anda bukan penikmat kopi, mungkin sulit untuk menghafalkan bermacam-macam kopi dan perbedaannya masing-masing. Seperti halnya teh, kopi ditanam di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, ada banyak jenis biji kopi yang dihasilkan dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.

Secara umum, biji kopi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan spesies tanamannya. Dua jenis tersebut adalah biji kopi Arabika dan biji kopi Robusta. Namun, dari masing-masing spesies tanaman kopi masih ada lagi beragam variasi turunannya. Layaknya manusia yang lahir dalam satu spesies yang sama, setiap orang memiliki ciri-cirinya sendiri berdasarkan suku, bangsa, atau tempat kelahirannya. Begitu juga dengan biji kopi. Tunggu apa lagi, silakan simak berbagai jenis kopi dari seluruh dunia berikut ini.

Kopi Arabika

Biji kopi Arabika adalah jenis yang paling banyak ditemui dan digunakan untuk membuat kopi. Kira-kira 70% kopi yang dijual di pasaran saat ini adalah jenis biji kopi Arabika. Tanaman ini paling banyak tumbuh di benua Afrika bagian tengah dan timur, benua Amerika bagian selatan, dan benua Asia bagian selatan dan tenggara. Negara-negara produsen biji kopi ini memiliki iklim tropis dan subtropis.

Ciri-ciri kopi Arabika

Kopi Arabika dipercaya sebagai kopi dengan kualitas terbaik. Pasalnya, kopi Arabika lebih sulit diproses dan diolah. Di samping sangat peka terhadap perubahan suhu, tanaman ini mudah diserang hama dan penyakit. Maka, hasil panennya dalam setahun lebih sedikit dari kopi Robusta.

Kopi Arabika juga harus ditangani dengan sangat hati-hati. Biji kopi ini bentuknya sedikit memanjang dan pipih. Dibandingkan dengan biji kopi Robusta, biji kopi Arabika ukurannya agak lebih besar. Selain itu, teksturnya lebih halus dibandingkan dengan biji kopi Robusta.

Rasa dan aroma kopi Arabika

Karena kandungan sukrosa atau gula dalam kopi Arabika lebih tinggi, Anda bisa merasakan sendiri bahwa kopi ini terasa agak manis dan asam. Aromanya juga wangi seperti campuran bunga dan buah-buahan. Kopi Arabika mengandung kafein sebesar 1,2% sehingga setelah diseduh, kopi ini terasa lembut, tidak terlalu pekat. Inilah mengapa kebanyakan kopi yang disajikan di kafe, restoran, atau kedai kopi ternama biasanya menggunakan biji kopi Arabika.

Contoh kopi Arabika.

Kopi ini banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Beberapa contoh kopi Arabika yang cukup dikenal adalah kopi Ethiopia, Kenya, Toraja, Sumatera, Mandailing, Jawa (dari perkebunan kopi di daerah Kawah Ijen, Jawa Timur), Papua Nugini, Colombia, dan Brazil.

Kopi Robusta

Tak seperti kopi Arabika, jenis biji kopi Robusta tidak begitu banyak diproduksi. Spesies kopi ini banyak tumbuh di benua Afrika bagian barat, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Namun, beberapa negara yang menghasilkan kopi Arabika juga menanam kopi Robusta.

Ciri-ciri kopi Robusta
Tanaman ini lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan dengan tanaman kopi Arabika. Kopi ini bahkan bisa ditanam di dataran yang tak terlalu tinggi dengan suhu yang berubah-ubah. Dalam setahun, tanaman kopi Robusta bisa menghasilkan biji kopi lebih banyak dari kopi Arabika. Bentuk bijinya bulat dan agak lebih padat daripada biji kopi Arabika. Ukuran biji kopi Robusta juga lebih kecil dan teksturnya sedikit kasar.

Rasa dan aroma kopi Robusta

Ciri khas rasa kopi Robusta adalah pekat dan agak pahit. Pasalnya, kandungan kafeinnya lebih tinggi dibandingkan kopi Arabika, yaitu hingga 2,2%. Cita rasa dan aroma kopi ini sangat kuat, mirip dengan cokelat, teh hitam, dan kacang-kacangan. Setelah diolah menjadi minuman, beberapa jenis kopi Robusta wanginya agak seperti kayu. Biasanya kopi Robusta digunakan sebagai bahan kopi instan.

Contoh kopi Robusta

Indonesia banyak memproduksi jenis biji kopi Robusta. Beberapa contoh kopi Robusta dari Indonesia antara lain kopi Lampung, Jawa Barat, Bali, Flores, dan Bengkulu. Kopi Luwak juga berasal dari tanaman kopi Robusta, tetapi ada juga yang berasal dari tanaman kopi Arabika. Kopi Robusta dari negara lain contohnya adalah India, Vietnam, Jamaika, dan Uganda.

Pidato politik SBY pasca ketemu Prabowo sangat menggelikan. Ada lima hal yang SBY soroti yaitu sebab :

1. Kritik SBY soal ekonomi justru menampar mukanya sendiri. Bukannya selama 10 th berkuasa SBY mengumbar subsidi bbm dan listrik yang berdampak fatal pada fiskal apbn? Lupa ya? Berapa ratus trilyun uang rakyat yang dipakai mensubsidi BBM dan Listrik yang jelas salah sasaran? Apa SBY lupa, di jamannya yang konon katanya krisis keuangan Bank Century akan berdampak sistemik dan sistematis pada perekonomian Indonesia, sehinga negara harus menalangi liquidasi Bank Century yang ternyata uangnya hanya dirampok? Perekonomian yang bagaimana yang dimaksud SBY?

2. Radikalisme, ekstrimisme dan terorisme, SBY sepakat harus dihentikan. Koq baru sekarang ngomongnya? Bukannya hal itu tumbuh sumbur di jamannya, karena dari mereka SBY mendulang suara? Tiada hari tanpa pembantaian orang ahmadiyah, tiada hari tanpa pembantaian saudara-saudara kita yang beragama nasrani saat menjalankan ibadahnya. Statement SBY klise, normatif dan tak bermakna. SBY sepakat menolak politik identitas yang berbahu SARA. Namun SBY juga menolak Islam Phobia, yang berujung pada mudahnya menuduh ormas sebagai ormas radikal. Ormas mana? HTI? Bukannya sudah lewat jalur pengadilan? Mudah bagaimana? Di negara-negara lain, HT sudah dibubarkan dulu-dulu. Indonesia baru saja. Mudah bagaimana? Pemerintah selalu dirongrong dengan demo berjilid-jilid sebagai wujud politik identitas yang sangat berbau SARA, dan pemerintah tidak memasalahkan. Mudah bagaimana? SBY juga bicara soal Pancasila sebagai dasar negara dan juga menolak ideologi lain: baik itu komunis atau upaya-upaya mendirikan negara agama. Loh koq bisa begitu, bukannya jamannya SBY berkuasa, Pancasila lenyap dari kehidupan bangsa Indonesia? Terlambat ingatnya…. SBY juga menyoroti netralitas TNI dan Polri pada pemilu 2019. Benarkah? Siapa yang mengganti Pangkostrad dengan adik iparnya menjelang pemilu?

3. Keseimbangan pembangunan manusia dan infrastruktur. Jamannya SBY njomplang luar biasa, karena pembangunan infrastruktur hampir tidak ada dan liberalisasi lembaga-lembaga pendidikan terus terjadi, akibatnya biaya pendidikan menjadi super mahal. Apanya yang seimbang? Think things over!

4. Pengelolaan negara harus lebih cakap. Cakap bagaimana? Bukannya menteri-menterinya SBY banyak yang maling: Andi Malarangeng, Siti Fadilah Sapari, Jero Wacik, dll? SBY lupa sejarahnya sendiri.

5. Lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi rakyat. Sudahkah SBY menengok data statistik dari BPS soal angka kemiskinan, tingkat pengangguran, dll dengan baik dan benar? Coba dibaca yang benar. Mustinya termasuk perlindungan TKI di Malaysia khususnya. Bukannya di jamannya SBY pembantaian TKI/TKW secara masif terjadi di Malaysia dan SBY tidak berkutik?

Sudahlah, sebaiknya SBY belajar memahami masalah secara utuh, memahami integritas dan sinergisitas sistem dengan baik dan mulai belajar berfikir yang sifatnya sustainable. Jangan Lupa kasus Wisma Atlit dan Hambalang yang mangkrak! Bahasa Menunjukan Bangsa Indonesia.
Ingat itu..!!!!!

 

Penulis : Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic. Eng., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada)

Oleh : Miranda Goeltom

Dolar, UMR dan Beras Jelang Reformasi dan Era Jokowi Beberapa waktu terakhir banyak orang membandingkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar sudah menyamai kegentingan seperti 20 tahun lalu menjelang reformasi. Mereka meng-identikan situasi ekonomi yang sama darurat nya dengan situasi di jelang kejatuhan Soeharto.

Apakah benar demikian? Mari kita bandingkan data data nya antara Dollar, UMR dan harga beras.

Pertama, Nilai Dollar dan UMR :

Nilai tukar Dollar di akhir Agustus 1997 berada di kisaran 1 USD senilai Rp 2.500,-. Sementara pada saat yang sama, UMR (Upah Minumum Regional) DKI di tetapkan Rp 172.500 per bulan atau sekitar 69 USD per bulan.

Dalam waktu tidak lebih dari 10 bulan dari jelang akhir Agustus 1997 hingga rentang Januari – Juli 1998 nilai tukar Dollar merayap naik lalu melonjak mendekati Rp 16,800-. Di saat Dollar menyentuh Rp 16.800 itu UMR DKI ada di angka Rp 192.000 per bulan atau satu bulan UMR setara dengan 11,4 USD.

Dari 1997 ke 1998 kenaikan UMR hanya Rp 20.000 atau sekitar 13% sementara kenaikan nilai Dollar mencapai 600%.

Berdasar data itu maka turunnya daya beli masyarakat saat jelang Reformasi memang sangat tajam. UMR 1997 yang setara dengan 69 USD di tahun 1998 terjun bebas menjadi setara dengan 11,4 USD. Situasi ini di sisi lain juga membuat banyak perusahaan yang gulung tikar diikuti PHK massal.

Sekarang kita bandingkan dengan situasi hari ini di era pemerintahan Jokowi. Pada saat Jokowi dilantik menjadi Presiden, Oktober 2014 nilai tukar Dollar berada di kisaran Rp 12.200,- pada saat yang sama UMR DKI berada di angka Rp 2.441.000 per bulan. Artinya di bulan Oktober 2014 UMR DKI setara dengan 200 USD.

Hari ini Juli 2018 nilai tukar Dollar ada di kisaran Rp 14.400,- sementara UMR DKI Rp 3.648.000 per bulan atau setara dengan 253 USD.

Dari Oktober 2014 hingga Juli 2018 Dollar merayap naik Rp 2.200 atau sekitar 18% sementara kenaikan UMR DKI dari Rp 2.441.000 menjadi Rp 3.648.000 atau naik sekitar Rp 1.200.000,- yaitu sekitar 49% dari Oktober 2014.

Perbandingan kurs Dollar dengan UMR saat ini menunjukan bahwa naik nya kurs Dollar sebesar 18% tidak berdampak pada daya beli seperti pada situasi Mei – Juli 1998 dikarenakan pada kurun waktu yang sama saat ini UMR justeru mengalami kenaikan 49%. Jika di konversi dengan Dollar maka dari tahun 2014 hingga 2018 UMR naik 26% dari 200 USD menjadi 253 USD.

Jika di bandingkan dengan nilai tukar Dollar dan UMR pada Mei – Juli 1998 maka situasi nya tentu jauh berbeda karena UMR Mei – Juli 1998 setara dengan 11,4 USD sementara dengan nilai tukar Dollar hari ini UMR setara dengan 253 Dollar artinya daya beli Rakyat jika menggunakan UMR sebagai alat ukur justeru lebih besar 23 kali lipat dari Mei – Juli 1998.

*Kedua, UMR dan Harga Beras.*

Mari kita bandingkan daya beli Masyarakat tahun 1998 dan hari ini dengan menggunakan perbandingan UMR dan harga Beras. Pada Juli 1998 besaran UMR Rp 192.000 per bulan. Harga beras medium saat itu Rp 2800 per kilogram. Artinya pada saat itu Rakyat dengan UMR nya hanya dapat membeli 69 kg beras perbulan.

Saat ini UMR Rp 3.648.000 per bulan sementara Harga beras Medium sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) berada di kisaran Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kg. Dengan demikian saat ini setiap bulan Rakyat bisa membeli 364 kg beras hingga 384 kg beras per bulan.

Jika dibandingkan kemampuan Rakyat membeli beras tahun 1998 dan saat ini maka kemampuan membeli beras naik dari 69 kg menjadi 384 kg per bulan atau naik sekitar 315 kg lebih banyak per bulan. Peningkatan ini hampir 6 kali lipat dari tahun 1998.

Dari perbandingan perbandingan tersebut di atas maka tentu tidak tepat jika nilai tukar Dollar hari ini yang berada di kisaran Rp 14.400 di samakan dengan kegentingan ekonomi yang sama dengan tahun 1998.

Hanya ada dua kemungkinan kenapa ada ada orang orang yang menyamakan nilai tukar Dollar hari ini sudah segenting 20 tahun lalu. Pertama mereka itu hanya melihat angka Dollar tapi tidak mengetahui angka angka lainnya termasuk UMR artinya data yang di miliki orang orang itu sangat minim sementara nafsu bicara mereka sangat besar.

Kedua, mereka paham data data tersebut di atas tapi mereka mencoba mendramatisir situasi seolah menakutkan dan berbahaya. Opini ini bisa jadi di desain untuk tujuan politik.

Desainer opini bermotif politik itu tentu berharap Rakyat percaya bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dollar di pemerintahan Jokowi seolah olah sedang berada dalam situasi yang persis sama dengan situasi 20 tahun lalu.

 

 

Apes, Jakarta makin terkenal belakangan ini di media luar jelang Asian Games tapi publisitasnya bukanlah persiapannya yang bagus tapi malah memalukan. Salah satu media Singapura, Chanelnewsasia memberitakan dengan tajuk “Jakarta covers up ‘stinky, toxic’ river near Asian Games village”

Media itu memberitakan, Sungai Sentiong atau Kali Item yang berbau busuk dan beracun di dekat perkampungan atlet Asian Games di Jakarta telah ditutupi dengan jaring nilon hitam karena khawatir hal itu akan menjadi pemandangan buruk di dalam perhelatan olah raga se Asia tersebut.

Terkuak, upaya menutupi bau busuk dan pemandangan yang menjijikkan di sungai itu akhirnya terbongkar juga tak hanya di Indonesia tapi jadi masyur di manca negara oleh pemimpin ayam sayur. Jadilah Indonesia jadi bahan lelucon di media, ironis sekali!

Bagusnya, media itu menyoroti Jakarta semata bukan Indonesia. Tapi masalahnya Jakarta itu adalah Ibu Kota, Kota Metropolitan. Jakarta adalah Indonesia mini, maka sorotan tajam ke Jakarta akan menjadi sorotan juga ke Indonesia. Anies makin memperburuk citra Indonesia di dunia internasional. Model kayak begini mau nyapres? Itu adalah ketololan hakiki!

Upaya dari pemprov DKI ini makin menambah citra tak profesionalnya para pejabat di kota Jakarta selaku tuan rumah Asian Games. Yang miris adalah Pusat atau Pemerintahan Indoensia kena getahnya. Ini sudah level menjatuhkan dan merendahkan citra dan martabat bangsa!

Semua itu tak lepas dari jurus kepepet karena malas kerja si Gubernur Anies dan wakilnya. Pemimpin yang tak kapabel, punya staf TGUPP yang bejibun tapi ogah kerja dan ogah capek. Tak ada persiapan dan antisipasi yang terlihat dalam menyambut Asain Games.

Semua itu cermin pemimpinnya, kerjanya cuma pelesir, main copot pejabat yang kompeten sementara dirinya jauh dfari kompeten. Lalu sibuk dengan pencitraan untuk nyapres. Tak ada usaha sedikitpun untuk mempersiapkan atau membenahi kota Jakarta. Ambil contoh, bagian revitalisasi trotoar dan jalan Sudirman saja kerjaannya sampai mangkrak.

Saat Asian Games makin dekat, bau yang jadi aib di Kali Item makin parah, akhirnya Gubernur kepepet. Langsung cari cara instan, cari gampang dan ogah kerja, coba-coba menutupi borok dan aib sungai eh Kali Item ini agar tak menjadi aib dalam acara Asian Games mendatang eh malah aibnya terkuak.

Singapura akhirnya meminjamkan peralatan penjernihan untuk air di Kali Item itu dengan teknologi “nano bubble”. Saat uji coba di sugai yang lain di Jakarta, butuh seminggu menjernihkannya. Keren, Singapura juga tak tahan melihat pejabat di Jakarta itu lambat bekerja, harusnya dari dulu! Terima Kasih Singapura!

See, mempermalukan dan merendahkan kota Jakarta. Itulah aksi menjijikkan Anies-Sandi yang menjadikan Jakarta sebagai kota kumuh yang makin semrawut. Anies sukses mempromosikan Jakarta dan Indonesia dalam sekejap.

pes, Jakarta makin terkenal belakangan ini di media luar jelang Asian Games tapi publisitasnya bukanlah persiapannya yang bagus tapi malah memalukan. Salah satu media Singapura, Chanelnewsasia memberitakan dengan tajuk “Jakarta covers up ‘stinky, toxic’ river near Asian Games village”

Lihat

Media itu memberitakan, Sungai Sentiong atau Kali Item yang berbau busuk dan beracun di dekat perkampungan atlet Asian Games di Jakarta telah ditutupi dengan jaring nilon hitam karena khawatir hal itu akan menjadi pemandangan buruk di dalam perhelatan olah raga se Asia tersebut.

Terkuak, upaya menutupi bau busuk dan pemandangan yang menjijikkan di sungai itu akhirnya terbongkar juga tak hanya di Indonesia tapi jadi masyur di manca negara oleh pemimpin ayam sayur. Jadilah Indonesia jadi bahan lelucon di media, ironis sekali!

Bagusnya, media itu menyoroti Jakarta semata bukan Indonesia. Tapi masalahnya Jakarta itu adalah Ibu Kota, Kota Metropolitan. Jakarta adalah Indonesia mini, maka sorotan tajam ke Jakarta akan menjadi sorotan juga ke Indonesia. Anies makin memperburuk citra Indonesia di dunia internasional. Model kayak begini mau nyapres? Itu adalah ketololan hakiki!

Upaya dari pemprov DKI ini makin menambah citra tak profesionalnya para pejabat di kota Jakarta selaku tuan rumah Asian Games. Yang miris adalah Pusat atau Pemerintahan Indoensia kena getahnya. Ini sudah level menjatuhkan dan merendahkan citra dan martabat bangsa!

Semua itu tak lepas dari jurus kepepet karena malas kerja si Gubernur Anies dan wakilnya. Pemimpin yang tak kapabel, punya staf TGUPP yang bejibun tapi ogah kerja dan ogah capek. Tak ada persiapan dan antisipasi yang terlihat dalam menyambut Asain Games.

Semua itu cermin pemimpinnya, kerjanya cuma pelesir, main copot pejabat yang kompeten sementara dirinya jauh dfari kompeten. Lalu sibuk dengan pencitraan untuk nyapres. Tak ada usaha sedikitpun untuk mempersiapkan atau membenahi kota Jakarta. Ambil contoh, bagian revitalisasi trotoar dan jalan Sudirman saja kerjaannya sampai mangkrak.

Saat Asian Games makin dekat, bau yang jadi aib di Kali Item makin parah, akhirnya Gubernur kepepet. Langsung cari cara instan, cari gampang dan ogah kerja, coba-coba menutupi borok dan aib sungai eh Kali Item ini agar tak menjadi aib dalam acara Asian Games mendatang eh malah aibnya terkuak.

Singapura akhirnya meminjamkan peralatan penjernihan untuk air di Kali Item itu dengan teknologi “nano bubble”. Saat uji coba di sugai yang lain di Jakarta, butuh seminggu menjernihkannya. Keren, Singapura juga tak tahan melihat pejabat di Jakarta itu lambat bekerja, harusnya dari dulu! Terima Kasih Singapura!

See, mempermalukan dan merendahkan kota Jakarta. Itulah aksi menjijikkan Anies-Sandi yang menjadikan Jakarta sebagai kota kumuh yang makin semrawut. Anies sukses mempromosikan Jakarta dan Indonesia dalam sekejap.

Secara instan media makin viral dan ramai membongkar aksi pencitraan yang busuk oleh duo dagelan DKI ini baik di dalam dan luar negeri. Kali yang busuk dan kumuh ini berusaha ditutup-tutupi oleh Anies tapi apa daya bau busuknya sudah menyebar secara internasional.

Mau pake acara menutup Kali Item sih sudah dekat-dekat waktu penyelenggaraannya, jadi terendus deh betapa tak becus dan tak beresnya persiapan Jakarta menjadi tuan rumah event yang sifatnya internasional ini.

Media Perancis AFP menampilkan bagaimana Kali Sentiong – dijuluki “Sungai Hitam” oleh penduduk setempat karena penampilan gelapnya yang kotor – dalam proses penutupan. Nelson Simanjuntak, seorang pejabat badan sumber daya air Jakarta, mengatakan kepada AFP.

“Ini berfungsi untuk meningkatkan keindahan (sungai) sehingga air hitam tidak bisa dilihat langsung oleh atlet internasional,” kata Supriyono, Kasubbag Kepegawaian Dinas Sumber Daya Air.

Pihak berwenang berharap jaring hitam juga akan meminimalkan bau busuk yang berasal dari sungai, yang sebagian disebabkan oleh air yang menguap di bawah matahari tropis. Teknologi limbah “nano bubble” yang canggih, yang membantu memecah bahan organik dan menetralkan bahan kimia, digunakan untuk tujuan yang sama.

Percuma, bendera multi-warna dipasang dan pengecatan dinding penahan tebing sungai dengan warna-warna cerah. Karena bendera berwarna-warni dan tembok normalisasi itu tak bisa menutupi aib bau bersama dengan waring yang dipasang!

Jakarta dan Palembang di Sumatra menjadi tuan rumah sekitar 11.000 atlet dan 5.000 pejabat dari 45 negara untuk Asian Games, acara multi-olahraga terbesar di dunia di belakang Olimpiade. Nah, silakan menyaksikan secara langsung pemandangan unik bin ajaib kreasi Gubernur edan ini!

 

Sumber : Seword

Oleh : Hersubeno Arief

Jusuf Kalla melakukan gerakan total football untuk mengejar pendaftaran capres-cawapres yang sudah memasuki injury time. Bila gugatan JR JK berhasil dan dia menjadi cawapres Jokowi, peta koalisi akan berubah. Terbuka peluang terbentuknya poros ketiga, bahkan keempat

Filosofi kekuasaan itu seperti minum air laut. Semakin banyak minum, Anda akan semakin haus. Sekali berkuasa, ingin terus menerus berkuasa. Itu menjelaskan mengapa banyak penguasa yang terus menerus mencari berbagai jalan agar kekuasaannya langgeng.

Caranya bermacam-macam. Mulai dari yang halal, makruh, mubah, sampai yang haram, kalau perlu. Menggunakan aturan yang berlaku, mencari celah diantara aturan, mengakali aturan, kalau perlu mengubah aturan. Prinsipnya tiga H. Halal, haram, hantam.

Di Indonesia praktik semacam itu sudah jamak. Tidak perlu merujuk pada masa Orde Baru (Orba). Terlalu klasik. Di era reformasi yang katanya sudah mengadopsi demokrasi, juga banyak terjadi. Di sejumlah daerah, banyak kepala daerah yang sudah menjabat dua kali, kemudian mengajukan istri, atau anaknya untuk menggantikan kedudukannya. Menariknya banyak yang berhasil. Rakyat seakan tidak peduli.

Pernah juga terjadi seorang walikota yang sudah dua kali menjabat, kemudian maju lagi menjadi wakil walikota, dengan harapan di tengah jalan sang walikota bisa dijatuhkan. Dengan begitu otomatis dia akan kembali lagi menjadi walikota. Sayang untuk skenario terakhir ini tidak berjalan. Sang wakil walikota yang rela jadi wakil walikota ini kemudian mengundurkan diri di tengah jalan. Alasannya ingin berkonsentrasi membesarkan partai. Sebuah niat yang mulia.

Dengan berbagai contoh tadi, tidak perlu kaget bila sekarang Wapres Jusuf Kalla (JK) ikut mengajukan gugatan judicial review (JR) atas Pasal 169 huruf N UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal tersebut diatur syarat bagi presiden dan Wakil Presiden, yaitu: belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan yang sama, dan surat pemberitahuan belum pernah menjadi Presiden dan Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan yang sama.

Alasan JK juga sangat mulia. Dia ingin mendapat kepastian atas hak konstitusionalnya. Ada celah hukum disitu. Benar JK pernah menjadi wapres dua kali. Namun itu tidak berturut-turut. JK pernah menjadi Wapres SBY (2004-2009) dan kemudian Wapres Jokowi (2014-2019). Irman Putra Sidin pengacara JK beralasan bahwa wapres itu sama dengan menteri pembantu presiden. Jadi tidak perlu dibatasi.

Langkah JK ini menyusul gugatan JR yang dilakukan oleh Perindo. Partai besutan pengusaha Harry Tanoe ini mengajukan gugatan dalam kapasitasnya sebagai partai yang tidak ikut membahas UU tersebut. Belum jelas benar, apa hubungan JK dengan Perindo. Namun dalam dunia politik tidak ada sesuatu yang gratis dan kebetulan.

Masuknya JK dalam proses hukum di MK dengan dalih sebagai pihak yang terkait ini tentu sangat menarik dicermati. Seperti permainan bola, pendaftaran capres-cawapres sudah memasuki injury time. Tinggal dua pekan lagi. Jadi harus total football. Semua pemain ikut turun menyerang, termasuk sang penjaga gawang JK.

Berbahaya bagi demokrasi

Apa artinya gugatan Perindo dan JK ini bagi masa depan demokrasi kita? Jika mengacu pada kewenangan mengadili, hampir dipastikan MK akan menolak gugatan ini. Sebab aturan pembatasan jabatan presiden dan wakil presiden itu amanat konstitusi.

Dalam UUD 45 jelas diatur pembatasan tersebut, yakni pada Pasal 7 : Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam masa jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

MK tidak berhak untuk menguji UUD. Untuk mengubah UUD prosesnya harus melalui amandemen, dan itu hanya bisa dilakukan oleh MPR. Namun bisa saja MK mengambil keputusan mengabulkan gugatan JK. Sebab dalam dunia hukum dikenal sebuah adagium : Ketika dua orang ahli hukum bertemu, maka akan tiga pendapat hukum.

Apa yang terjadi bila MK sampai mengabulkan gugatan JK?

Pertama, peta koalisi kemungkinan besar akan berubah. Beberapa partai pendukung Jokowi yang tidak sepakat jika JK yang menjadi cawapres, bisa memisahkan diri dan membentuk koalisi baru.

Kedua, SBY bisa kembali mengajukan diri sebagai capres. Dengan begitu peluang SBY membentuk poros baru untuk memecah kebuntuan mencari figur di kubu oposisi sangat besar. Daya tarik SBY bisa dipastikan masih sangat kuat.

Ketiga, bila Jokowi terpilih kembali sebagai capres, maka pada Pilpres 2024 dia juga bisa kembali maju untuk periode ketiga.

Keempat, akan muncul tirani baru, karena kembali kepada filosofi kekuasaan yang seperti minum air laut, sekali berkuasa, dia ingin berkuasa selamanya.

Kelima, proses regenerasi kepemimpinan nasional akan terhambat. Banyak tokoh muda potensial yang tidak akan mendapat kesempatan tampil, karena kalah dengan para tokoh tua.

Keenam, demokrasi kita akan kembali menjadi demokrasi yang artifisal, karena hanya menjadi justifikasi untuk seorang penguasa.

Di Indonesia tampaknya ada gejala munculnya jenis “penyakit” baru Mahathir Syndrome . Banyak tokoh tua yang ingin kembali tampil, atau tetap tampil menggunakan dalih terinspirasi oleh kembalinya Mahathir Muhammad ke tampuk kekuasaan.

Di Malaysia “penyakit” ini disebut sebagai U-Turn Syndrome end…

No more JK…come to dictator again..

Pada 11 Februari 1847 di Milan, Ohio lahirlahlah seorang anak bernama Thomas Alfa Edison dengan panggilan Tommy. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses dan juga penemu berbagai benda penting dalam sejarah umat manusia.

Ia juga merupakan orang pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuannya.

Thomas kecil diajak pindah keluarganya ke Port Huron, Michigan. Bukannya menjadi anak yang berprestasi, Thomas Alva Edison malah dikeluarkan dari sekolahnya. Gurunya mengeluh karena ia selalu mendapat nilai yang rendah. Hingga akhirnya ibunda Thomas, Nancy Matthews Elliott (1810-1871) memutuskan untuk mengajar sendiri anaknya. Kebetulan, Nancy juga seorang guru.

Padahal awalnya, dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya. Tapi siapa sangka kelak, Tommy menjadi penemu paling tersohor di jagad ini.

Waktu kecil, dia sempat ditolak saat belajar di sekolah. Kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang diajarkan di sekolahnya. Karena itu , nilai Tommy selalu buruk dan mengecewakan.

Guru dan kawan-kawannya menggangap dirinya bodoh, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Suatu ketika, gurunya memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya. Guru tersebut berpesan, “Jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibu mu”.

Dengan senang hati, sikecil Tommy membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya. Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis. Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : “Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang.

Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu.”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah. Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya.

Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa. Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah sifat dasarnya yang pantang menyerah menghadapi apapun.

Karena itu Tommy pun melakukan eksperimen – eksperimen hebat. Sebelum memasuki usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya.

Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki laboratorium kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Kisah homeschooler di usia nya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian ; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap bodoh waktu kecil itu berhasil menciptakan bohlam lampu pijar, yang mengubah wajah dunia selamanya.

Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi tokoh penemu ternama, suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarga. Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya: “Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,” demikianlah isi surat yang sesungguhnya yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya, dahulu waktu sepulang sekolah.

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu. Dia kemudian menulis di buku diary nya: “Saya, Thomas Alfa Edison, adalah seorang anak yang bodoh, yang karena seorang ibu yang kuar biasa, mampu menjadi seorang yang jenius pada abad kehiduouannya”

Jika kita menikmati lampu yang terang saat ini , ingatlah bahwa kita berhutang bukan pada seorang Thomas Alfa Edison, tetapi kepada seorang Ibu yang melihat dengan cara yang berbeda. Cara dari mata kasih orangtua.

Jika suatu hari nanti , putra atau putri anda mendapat “cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya ,yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka siapa yang akan anda percayai?

 

Berbagai Sumber

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.