Penulis: goeh

ESENSINEWS.com – Demi memantapkan program Vaksinasi Hebat bagi seluruh masyarakat Kota Manado Walikota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang (AA-RS) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi karyawan di pusat bisnis IT Center, Rabu (16/06/2021).

Menurut Andrei, vaksinasi untuk kesehatan bersama. Kita harus bangkit! melalui vaksinasi diharapkan ekonomi akan bangkit karena kita bisa beraktivitas seperti biasanya

“Masyarakat tidak perlu takut menjalani vaksinasi. Tidak perlu takut, asalkan sehat. Sampaikan saja kondisi kesehatan kita yang sebenarnya kepada tim medis,” tutur mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Andrei Angouw sendiri didampingi Richard Sualang, Ketua DPRD Manado, Aaaltje Dondokambey, anggota DPRD Jeane Laluyan, Asisten 1 Heri Saptono, Camat Wenang dan Lurah Wenang Utara.

ESENSINEWS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung baru saja melantik 45 staf khusus Walikota dan Wakil Walikota tentunya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Menurut Direktur Eksekutif Polirical and Public Policy Studies (P3S) DR Jerry Massie MA, PhD langkah ini cukup brilian dari Maurits Mantiri sang walikota.

“Ini adalah bagian pengembangan human recources  (sumber daya manusia) di daerah yang berjuluk ‘Kota Cakalang’.  Dengan diangkatnya stafsus akan membantu tugas Walikota apalagi sejumlah nama yang expert (ahli) di bidangnya mulai bidang media sampai ESDM,” kata Jerry.

Lanjut kata dia, walikota adalah tipikal yang sederhana serta figur yang peduli serta pemimpin visioner dan beliau bukan hanya mengumbar janji tapi disertai tindakan.

“Lihat saja selama ini, kepeduliannya terhadap warga Bitung cukup besar. Gaya blusukan pak Presiden pun dimiliki oleh Walikota yang punta grang design yang baik untuk Bitung.

Disaru sisi, peneliti Kebijkanan Publik Amerika Serikat ini menilai Maurits Mantiri memiliki aura leadership yang kuat dan strong leadership.

Sementara Jerry mengatakan Bitung berbangga punya walikota yang begitu concern dengan kotanya, dia pun optimis Bitung akan maju dari tahun sebelumnya

ESENSINEWS.com – Personel Polri yang berdinas pada fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam) diminta untuk selalu mengedepankan profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam sambutannya di kegiatan ‘Pelatihan Akreditor Propam Dalam Rangka Mewujudkan Propam yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan’ yang diadakan Divisi Propam Polri di LPPI, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

“Kabid Propam kalian enggak bisa berbuat banyak kalau rekan-rekan  semua sebagai akreditor pemeriksa di bawah itu tidak maksimal,” kata Sambo.

“Laporan boleh banyak  tapi penyelesaian juga harus tinggi, semuanya ini diperlukan obyektifitas dari teman-teman semua,” imbuh eks Dirtipidum Bareskrim ini.

Personel Propam kata dia dituntut dapat memiliki kemampuan lebih dibanding personel Polri pada satuan kerja lain.

“Bagaimana bisa obyektif teman-teman harus memilki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan apa yang akan rekan-rekan semua praktekkan dalam pelaksanaan tugas penegakkan disiplin dan penegakkan kode etik profesi Polri,” ucapnya.

Sehingga, dengan kemampuan yang dikuasai tersebut mampu mewujudkan Polri Presisi sebagaimana yang menjadi program utama Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin Korps Bhayangkara.“Jadi harus kuat kita sehingga Polri ini bisa menjadi mantap,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Perwira Tinggi (Pati) tamatan Akademi Kepolisian 1994 Batalyon Tunggal Panaluan ini berpesan kepada jajarannya bahwa kerja keras yang ditempuh selama ini akan dapat berdampak positif untuk kemajuan institusi.

“Dan selalu ingatlah bahwa ketulusan, kebaikan dan kerja keras akan selalu dihargai dengan penuh rasa hormat,” pungkasnya. ***

ESENSINEWS.com – Penelitian terbaru yang dibagikan Climate Central mengungkapkan bahwa beberapa kota di Indonesia terancam akan tenggelam pada 2050.

Organisasi pengamat perubahan iklim itu merancang alat online yang menunjukkan efek kenaikan perubahan air.

Alat berbasis web tersebut memungkinkan pengguna memilih tahun dengan menggesernya dan melihat bagian negara mana yang akan terpengaruh oleh peningkatan risiko banjir.

Dalam peta, terlihat beberapa pinggiran kota di Indonesia ditandai dengan warna merah, yang artinya lokasi tersebut berada di bawah permukaan air atau tenggelam.

Data memprediksi bagian Jakarta Barat hingga Utara akan tenggelam. Itu mencakup wilayah Kota Tua, Ancol, Monas, Kalideres, hingga wilayah Banten pun akan terkena dampaknya.

Beberapa lokasi pantai seperti Anyer pun akan tenggelam dalam waktu 30 tahun mendatang.

Peta wilayah di Indonesia diprediksi akan tenggelam. [Climatecentral]
Peta wilayah di Indonesia diprediksi akan tenggelam. [Climatecentral]

Tak hanya itu, wilayah Jawa lainnya seperti Indramayu, Cirebon, Nusa Kambangan, sebagian wilayah Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga Surabaya juga akan berada di bawah air.

Wilayah lainnya yang juga mengkhawatirkan mencakup Kuta, Bali, Mataram, dan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat.

Daerah merah lainnya termasuk Kalimantan, di mana pepohonan telah banyak ditebang, Palembang, Lampung, dan beberapa lokasi di Sumatra Utara.

Siapa pun dapat mencoba alat ini dengan mengakses tautan https://coastal.climatecentral.org/map/ dan memilih wilayah mana saja di Indonesia untuk mengetahuinya secara lebih detail.

Para ahli sebelumnya telah memperingatkan tentang bahaya naiknya permukaan laut sebagai akibat dari pemanasan global selama bertahun-tahun.

Dilansir dari Metro.uk, Rabu (16/6/2021), jika ketinggian naik dua meter, maka itu bisa mengakibatkan hilangnya 1,79 juta km persegi di seluruh dunia.

Ini akan mencakup daerah-daerah kritis produksi pangan yang akan berdampak pada hingga 187 juta orang.

Kembali pada 2019, tim peneliti internasional menggunakan teknik yang disebut “penilaian ahli terstruktur” untuk meminta 22 ahli, memperkirakan kisaran yang masuk akal untuk kenaikan permukaan laut di masa depan.

Tim ahli diminta mempertimbangkan proyeksi pencairan masing-masing lapisan es Greenland, Antartika Barat, dan Antartika Timur, di bawah skenario kenaikan suhu global masa depan yang rendah dan tinggi.

“Proyeksi total kenaikan permukaan laut global berikutnya menggunakan metode ini menghasilkan kemungkinan kecil. Tapi, berarti kenaikan permukaan laut berikutnya melebihi dua meter pada 2100 di bawah skenario suhu tinggi,” kata profesor Jonathan Bamber dari University of Bristol.

Ilustrasi permukaan laut naik. [Shutterstock]
Ilustrasi permukaan laut naik. [Shutterstock]

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pesisir tidak boleh mengesampingkan kemungkinan kenaikan permukaan laut abad ke-21 berikutnya lebih dari dua meter.

 

 

Berbagai sumber

ESENSINEWS.com – Selain Sulawesi Utara (Sulut) memiliki tokoh emansipasi wanita yang cukup tersohor yakni Maria Walanda Maramis, ternyata daerah berjuluk ‘Nyiur Melambai’ ini mengoleksi sejumlah perempuan hebat mulai dari dokter pertama, jenderal dan juga walikota perempuan pertama di Indonesia.

Walikota wanita pertama di Indonesia yakni Agustine Magdalena Waworuntu yang memimpin Manado sejak akhir 1949 namun baru diresmikan pada Maret 1950.

Wanita Kelahiran 4 Juni 1899 ini karib dipanggil Tiene ini menjadi walikota melalui sebuah pemelihan umum (terbatas).

Selain walikota ternyata Dokter perempuan pertama di Indonesia juga berasal dari Sulut. Marie Thomas, namanya. Marie Thomas lahir di Likupang, Minahasa, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896 dari pasangan Adriaan Thomas dan Nicolina Maramis. Ayahnya adalah seorang tentara, sehingga kerap berpindah – pindah dari satu kota ke kota yang lainnya.

Sedangkan Brigjen Pol Jeane Mandagi tercatat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) pada tahun 1991. Dia menjadi wanita pertama di Indonesia yang menyandang pangkat jenderal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini memiliki beberapa Polisi Wanita (Polwan) bergelar jenderal.

ESENSINEWS.com – Bank SulutGo merupakan mitra pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan salah satunya Kota Manado  Untuk mewujudkannya, Walikota Manado Andrei Angouw melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Bank SulutGo di Manado Selasa (15/6/2021).

Kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak diantaranya menyangkut tentang Pemanfaatan Aplikasi Kas Daerah Secara Online System yang Terintegrasi dengan Aplikasi Simda Keuangan dalam rangka Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Manado.

Hadir dalam MoU ini diantarnya Sekretaris Kota Manado, Micler C.S. Lakat, Direktur Utama Bank SulutGo, Revelino Pepah SE, Kepala BPKP, Setya Nugraha, serta unsur Direksi dan Pimpinan Bank SulutGo.

Usai penandatangan kerja sama dengan Bank SukutGo, Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Sekot Manado Micler Lakat dan Kadis DLH Manado Franky Porawouw langsung bergegas menuju kompleks Pasar 45 dan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) untuk memantau wilayah ini.

ESENSINEWS.com, Jakarta Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, bahwa dirinya sudah menindak sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang diduga ikut bermain proyek. Ini menurutnya sebagai bentuk tindakan tegas kepada siapa saja yang di lingkungannya agar tidak bermain-main.

Ia memaparkan kasus di sejumlah daerah yang telah mendapatkan sanksi tegas tersebut. Misalnya, di Sumatera Barat (Sumbar) dan Papua Barat dimana Kajatinya sudah dicopot.

“Jaksanya yang kerja sama main proyek, sudah banyak Kajati sudah saya tindak. Beberapa dua, kemungkinan ada satu lagi saya akan tindak lagi,” ungkap Burhanuddin dalam rapat kerja  bersama Komisi III DPR, Senin (14/6/2021).

Dia mengklaim tak hanya sekedar level Kajati. Namun pada level Kajari ada delapan orang juga turut dicopot dari jabatannya karena bermain proyek.

“Kemudian Kajari sudah lebih dari tujuh dan barusan kemarin saya tindak lagi satu dan saya copot langsung,” jelas Burhanuddin.

Lebih jauh, Burhanuddin menelankan pencopotan terhadap sejumlah Jaksa itu merupakan bukti nyata bahwa Kejagung serius memberikan sanksi tindak tegas bagi mereka  di lingkungan korps Adhyaksa.

“Ini adalah bukti bahwa kami serius, jadi jaksa tidak lagi main-main ikut proyek, dan itu yang selalu ada setiap daerah, mohon maaf. Dan selalu saya katakan dengan teman-teman, saya tidak akan pernah untuk berpikir untuk tidak menindaknya,” pungkas Burhanuddin.
Sumber : Indozone.id

ESENSINEWS.com – Satu lagi menggigit debu. Kebohongan media lain , yaitu.

Kebohongan terbaru untuk mati adalah klaim palsu FBI membersihkan Lafayette Park dari pengunjuk rasa tahun lalu sehingga Presiden Presiden Donald Trump dapat mengadakan op foto. Inspektur jenderal Departemen Dalam Negeri mengatakan polisi berencana untuk membersihkan taman sehingga kontraktor dapat memasang pagar, keputusan yang tidak terkait dengan perjalanan Trump ke gereja bersejarah terdekat yang terbakar dalam kerusuhan seperti dikutip Foxnews.com.

Jika sanggahan terasa familier, itu bukan imajinasi Anda. Hanya detailnya yang berbeda dari kasus-kasus sebelumnya di mana massa media salah paham. Sayangnya, kebenaran biasanya muncul bukan karena pers, tetapi terlepas dari itu. 

Ambil penerimaan yang berkembang dari gagasan bahwa pandemi COVID-19 dimulai dengan kebocoran dari laboratorium virologi di Wuhan, Cina. Idenya selalu masuk akal, tetapi pers dan teknologi besar menyatakannya sebagai “teori konspirasi” dan menghapusnya dari peredaran. 

Tetapi setelah China tidak dapat membuktikan bahwa virus itu melompat dari kelelawar ke manusia, teori kebocoran laboratorium mendapatkan kepercayaan. Tiba-tiba, menjadi dapat diterima untuk membagikannya di Facebook, yang menunjuk dirinya sebagai penjaga semua yang pantas dalam wacana Amerika. 

Polanya begitu menonjol sehingga mudah untuk menyusun daftar Sepuluh Kebohongan Media Teratas Anda sendiri. Di tambang, kasus terbaru yang melibatkan Lafayette Park dan teori kebocoran laboratorium adalah No. 8 dan 9 . 

No 1 adalah yang tertua dan terbesar: Trump berkolusi dengan Rusia untuk menang pada tahun 2016 dan mungkin menjadi agen Rusia. Penipuan itu melibatkan agen FBI yang tidak jujur ​​dan mengarah pada penunjukan penasihat khusus Robert Mueller, yang membutuhkan waktu dua tahun untuk menyimpulkan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. 

Namun penyelidikan itu memiliki dampak yang sangat besar, dengan gemuruh kebocoran anonim menghambat agenda Trump dan membantu Demokrat mengambil alih DPR pada 2018. 

Bahkan sebelum itu hilang, distorsi lain muncul. 

Ingat Kebohongan No 2 , “larangan Muslim” yang tidak? Atau No. 3 , mantra bahwa pemotongan pajak 2017 hanya untuk “orang kaya” meskipun penelitian menunjukkan 80% populasi diuntungkan? 

Bagaimana dengan badai api “anak-anak dalam sangkar”, lengkap dengan foto-foto mencekam anak-anak migran dalam wadah logam? 

Itu adalah Kebohongan No. 4 dan cerita terpanas, dengan Demokrat seperti Rep. Alexandria Ocasio-Cortez, DN.Y., bergegas ke perbatasan dengan kemarahan fotogenik. Mereka menghilang ketika terungkap bahwa pemerintahan Obama-Biden membangun kandang dan foto-foto yang menyayat hati itu berasal dari tahun 2014. 

Permintaan maaf, koreksi, dan pencabutan datang bergerombol, bukan? Kamu pasti bercanda. Media besar dan teknologi besar terlalu besar untuk mengakui kesalahan. 

Permintaan maaf, koreksi, dan pencabutan datang bergerombol, bukan? Kamu pasti bercanda. Media besar dan teknologi besar terlalu besar untuk mengakui kesalahan. 

Bahkan sekarang, dengan lonjakan bersejarah kaum muda di perbatasan, pers tidak mengeluh tentang Biden yang melarang kamera mereka. Itu bukan jurnalisme – itu keterlibatan. 

Kebohongan No. 5 adalah pemakzulan Trump di Ukraina, sebuah fiksi kreatif berdasarkan keluhan dari anggota rawa anonim yang tidak pernah bersaksi. Tetapi yang lain mengatakan bahwa presiden, dalam mencoba mendapatkan informasi tentang korupsi keluarga Biden di Ukraina, bersalah atas kejahatan tingkat tinggi dan pelanggaran ringan. 

Apa yang sebenarnya dilakukan Trump adalah mengancam penipuan yang dibuat Joe Biden dan putranya Hunter yang melibatkan penjualan saran bahwa pengaruh Joe dapat diperoleh dengan mempekerjakan Hunter. 

Itu hal yang seharusnya diungkapkan oleh wartawan, bukan dilindungi. 

Belum lama ini, saya melihat perilaku seperti itu sebagai hasil dari bias. Karena sebagian besar pers adalah ruang gema dari sayap kiri, asumsi saya adalah bahwa liputan miring dihasilkan dari prasangka politik. 

Itu benar dalam banyak kasus, tetapi terlalu ramah untuk sepenuhnya menjelaskan era baru kita. Lima tahun setelah New York Times dan lainnya mengabaikan standar keadilan untuk menjadi aktivis anti-Trump, kesalahan pers berulang kali diekspos sebagai malpraktik yang disengaja. Singkatnya, kebohongan.

Lagi dan lagi, mereka adalah anak laki-laki yang menangis serigala. Semakin aman untuk mengasumsikan apa yang media tegaskan benar-benar benar mungkin tidak. 

Sama seperti kaum liberal menjadi tidak liberal, media menjadi lebih fokus untuk menekan kebenaran daripada mengungkapkannya. 

Ambil laptop Hunter Biden, yang merupakan No. 6 di Sepuluh Teratas saya, meskipun itu menyaingi Rusia, Rusia, Rusia dalam arti penting. Ketika The Post pertama kali menunjukkan bagaimana isinya mengungkapkan kesepakatan bisnis asing yang teduh dan bagaimana ayahnya membantunya, tidak masuk akal bagi Times, Washington Post, dan lainnya untuk menunda sampai mereka dapat mengkonfirmasi informasi yang meledak-ledak di akhir kampanye. 

Peran yang dimainkan Rudy Giuliani dalam mengirimkan materi ke The Post, yang diungkapkan surat kabar itu, menimbulkan kekhawatiran tambahan karena Giuliani adalah pengacara Trump. 

Jadi ada alasan yang sah untuk berhati-hati – sampai titik tertentu. Tetapi motivasi sebenarnya dalam menghindari cerita itu segera menjadi jelas. 

Gerai-gerai yang menutup hidung mereka dengan laptop tidak kesulitan menerima klaim dari kampanye Joe Biden bahwa email di dalamnya adalah “disinformasi Rusia.” 

Dalam apa yang terasa seperti langkah terkoordinasi, teknologi besar langsung memblokir The Post dan pengguna lain untuk membagikannya. 

Bukti terakhir bahwa kehati-hatian media telah berubah menjadi penyamaran datang ketika Tony Bobulinski muncul. Mantan mitra Hunter dan Jim Biden, saudara laki-laki Joe, dalam usaha patungan dengan konglomerat energi China, Bobulinski mengautentikasi email penting karena dia telah menerimanya sebagai CEO perusahaan tersebut. 

Dia juga memecahkan teka-teki dengan mengatakan “orang besar” yang dijadwalkan untuk mendapatkan 10% saham rahasia adalah Joe Biden. Bobulinski mengatakan kepada saya bahwa dia bertemu dengannya pada awal 2017 dan mengatakan Joe tahu segalanya tentang rencana untuk memperkenalkan walikota dan gubernur Amerika kepada pejabat China sehingga orang China dapat membeli infrastruktur AS. 

Semua ini adalah informasi publik karena The Post, Fox News, dan beberapa lainnya, namun sebagian besar media meragukan pengungkapan tersebut. Mereka sangat enggan untuk melaporkan apa pun yang mendukung peran Joe Biden, meskipun Bobulinski memberikan semua buktinya kepada FBI. 

Kerucut keheningan itu melampaui bias. Itu adalah Kebohongan No.7

Akhirnya, kebohongan ke – 10 tetap aktif, sehingga kebenaran belum sepenuhnya terungkap. 

Subjeknya adalah integritas surat suara, yang dianggap oleh kaum kiri sebagai penindasan pemilih yang tidak tepat. Joe Biden membuat klaim yang mencengangkan bahwa tuntutan untuk identifikasi foto adalah Jim Crow yang baru. 

Tentu saja, klaimnya diperbesar oleh media, dengan CNN membuat logo yang menyatakan “Hak Memilih Di Bawah Serangan.” Bahkan Pew Trusts yang biasanya sadar berkata, “Gelombang Pembatasan Pemungutan Suara Partai Republik Membengkak.” 

Satu hitungan memiliki 361 tagihan yang diperkenalkan di 47 negara bagian, dan Wikipedia melabeli semuanya sebagai upaya untuk membatasi akses pemungutan suara. Pemimpin perusahaan Craven menumpuk. 

Tidak masalah bahwa jajak pendapat menunjukkan dukungan luar biasa untuk undang-undang ID pemilih, dengan survei bulan Maret menemukan 69% pemilih kulit hitam dan 75% dari semua responden mendukung tindakan tersebut. 

Temuan ini memberikan harapan dan mengingatkan kita bahwa ada penangkal pers yang korup: Fakta, fakta, dan lebih banyak fakta. Atau, seperti yang dikatakan oleh mendiang ekonom Herb Stein, “Jika sesuatu tidak bisa berlangsung selamanya, itu akan berhenti.” 

Kebohongan media tidak terkecuali. 

 

Oleh : Jaya Suparna (Seniman, Pemerhati Sosial)
SEMAKIN tua usia makin merosot pula daya ingat saya yang sejak semula memang dari sononya sudah rendah. Namun saya masih ingat bagaimana Gus Dur pertama kali memperkenalkan Rizal Ramli kepada saya dengan komentar “Ini satu lagi orang gila seperti Mas Jaya dan saya!”.
Menko

Kemudian orang gila ini diangkat Gus Dur untuk menjadi Kepala Bulog yang terbukti berhasil menyelenggarakan revolusi mental membenahi kebobrokan Bulog bukan sekadar sebagai slogan, namun kenyataan pada masa jabatan tidak sampai setahun.

Kemudian DR. Rizal Ramli diangkat menjadi Menteri Koordinasi Ekonomi dan Menteri Keuangan di dalam jajaran kabinet Presiden Gus Dur. Pada masa itu sudah terbukti bahwa doktor ekonomi Universitas Boston ini memang benar-benar gila dalam arti benar-benar positif dan konstruktif dalam jurus politik ekonominya, namun juga gila dalam jurus ngepret siapa saja yang berani melakukan korupsi atau mengkhianati rakyat.

Wajar jika sang tukang kepret bukan saja ditakuti namun juga dibenci oleh mereka yang kena kepret! Andaikata saya dikepret RR pasti saya juga langsung bergabung ke PTBRR (Paguyuban Takut & Benci RR) .

Gosip

Wajar, setelah dipercaya Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, sang tukang kepret langsung ditakuti dan dibenci oleh mereka yang merasa terancam akan dikepret. Apalagi mereka yang “sudah” kena kepret!

RR tidak lama menunaikan tugasnya akibat secara mendadak tanpa alasan yang jelas, RR dilengserkan dari jabatan Menkonya disampaikan oleh Mensesneg mewakili presiden. Beredarlah gosip di medsos mau pun medmul (media mulut ke mulut) bahwa Rizal Ramli di-PHK secara sepihak tanpa melalui prosedur ketenagakerjaan akibat terlalu banyak melemparkan kata-kata kasar dan kotor kepada sesama pemangku jabatan kepemerintahan pada masa kepresidenan Jokowi.

Sebagai sesama cantrik Gus Dur yang sudah saling mengenal selama dua dasawarsa, saya tidak langsung percaya gosip bahwa Rizal Ramli dipecat akibat bicara kasar dan kotor.

Memang saya tahu bahwa di samping rasional mas RR juga emosional apabila menyimak sesuatu ihwal atau perilaku mengkhianati bangsa Indonesia yang sangat amat terlalu dicintainya.

Apabila sedang terhanyut gelombang amarah, kata-kata RR memang keras bahkan tajam potensial melukai perasaan mereka yang memang tipis kulit perasaannya sehingga sensitif seperti Putri Malu.

Pendapat Pribadi

Namun sejauh pengetahuan serta pengalaman berteman dengan putra terbaik Indonesia kelahiran Padang ini, saya pribadi “tidak” pernah mendengar beliau bicara kasar dan kotor.

Saya pribadi belum pernah mendengar kata cacimaki seperti cebong, kampret, kadal gurun, anjing, atau kata tiga huruf yang tidak layak ditulis di sini ke luar dari mulut Rizal Ramli.

Menurut keyakinan pribadi saya yang tentu saja subyektif sebab memang tidak ada keyakinan yang obyektif kecuali diobyektif-obyektifkan, DR. Rizal Ramli yang sudah dianugrahi gelar Gus Ramli cukup beradab, sehingga mustahil tega mengucapkan kata-kata kasar dan kotor meski amarahnya sedang memuncak.

ESENSINEWS.com – Ekonom senior Rizal Ramli mengklaim bahwa dana haji yang tersisa dalam bentuk uang tunai, hanya sekitar Rp18 miliar. Padahal, nominal dana haji seharusnya mencapai Rp120 triliun.

Rizal Ramli mengatakan dana haji sudah dimasukkan ke investasi jangka panjang produk syariah dan Sukuk.

“Iya Rp18 miliar, itu uang cash ya. Yang lainnya itu dalam bentuk deposito. Nah ketahuan, 1 bulan, 1 tahun,” kata Rizal Ramli dalam Youtube Karni Ilyas Klub, dikutip Senin (14/6/2021).

Uang dana haji yang telah dimasukkan ke investasi itu kemudian akan masuk ke APBN.

“Itu masuknya kemana? ya masuknya ke APBN,” jelas Rizal Ramli.

Namun, Rizal Ramli mempertanyakan apakah APBN memang aman untuk menyimpan dana haji? Menurutnya, ini sangat tidak aman karena Indonesia bahkan masih harus berutang untuk membayar bunga utang.

“Bagaimana ini bisa dibilang aman?” tanya Rizal.

Rizal Ramli kemudian memaparkan bahwa dalam situasi normal, kuota jamaah haji sekitar 220 ribu per tahun. Jika dikalikan dengan Rp70 juta per orang, maka didapat hasil sekitar Rp15 triliun.

Dia juga menyinggung kebutuhan persiapan haji seharusnya sudah mulai dibereskan dari dua bulan lalu. Namun, yang terjadi adalah pembayaran bahkan belum dimulai.

“Ini kan yang ginian kagak dikerjain, tiba-tiba udah mutusin kita gak naik haji,”
Sumber : Indozone.id

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.