Jenderal Andika Berhasil Buat BPOM dan Depkes Tidak Tunduk Kepada Broker Vaksin

oleh

Penulis: Sumarno (Pemerhati Sosial)

Akhirnya kisruh para broker yang memainkan kendali atas vaksin teratasi masuknya Tentara kedalam arena. TNI di bawah Jenderal Andika dengan gagah berani membungkam BPOM dan membuat Depkes manut.

Hal tersebut di sampaikan Kasad Jendral TNI Andika melalui yutub Selasa (13/7)

Menurutnya Imunoterapi Dendritic yang dilanjutkan penyempurnaannya dan semoga bias melanjutkan ketingkat komersil kemudian dijadikan acuan alternative senjata perang lain melawan covid. Gitu dong TNI, itu baru namanya bernegara.

Ia juga menuturkan TNI Aktif ambil bagian karena ini wilayah perang, wilayah anda wahai abdi Negara militer TNI. Jangan pikirkan lagi izin ini itu, ini keadaan darurat, selama resikonya mendekati nol Imunoterapi Dendritic segera dipakai ke masyarakat. Terima kasih BPOM dan DEPKES yang akhirnya manut dengan langkah TNI, terima kasih TNI yang dengan tegas bersikap karena ini wilayah perang, perang biologi.terangnya

Kita harus memenangkan perang ini dan kami rakyat tidak keberatan TNI yang di depan. Jangan broker vaksin yang di depan, mengacaukan kebijakan bernegara lagi dia . Vaksin nusantara sekarang sudah berjalan aman, berjalan aman setelah Kepala Staff TNI Angkatan Darat Jendera menertibkan Menteri Kesehatan dan BPOM melalui M.O.U di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta.

‘’KASAD juga menertibkannya Menteri Kesehatan dan BPOM melalui TRIPARTID, isinya menyetor istilah Uji Klinis Vaksin Nusantara menjadi Riset Dendritic Cell dan ini dilanjutkan penelitian Non-prof.Belum untuk vaksinasi massal izin tidak dibutuhkan mission accomplished’’ TNI Masuk!!

Di sisisi lain masyarakat, kita juga harus mencermati esensi pernyataan Prof. Chairul Anwar Nidom Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga yang juga Ketua Tim Riset corona dan formulasi vaksin dari Profesor Nidom Foundation atau PNF yang mengatakan:

‘’Vaksin Nusantara, mampu mengantisipasi mutasi covid-19 dimana kalau menggunakan vaksin konvensional maka harus menunggu lebih dari 1 tahun keburu virusnya bermutasi lagi, ini yang menyebabkan vaksin konvensional gagal menghadapi covid-19’’.

Jadi, vaksin nusantara bukan conventional vaccine lebih tepat disebut ‘Immunotherapy. Vaksin nusantara Dendritic cara kerjanya adalah darah pasien dikeluarkan, dipecah, dendritic cell-nya diambil antigen virus dimasukkan. Sel Dendritic &virus berinteraksi setelah matang, serum di suntikkan ke dalam tubuh pasien kembali.

Kemudian setelah itu, semoga para broker vaksin asing bisa di stop tindak tanduknya kemudian bisa mempercepat proses efikasi dan proses safety immunotherapy vaksin nusantara. Dana vaksin asing yang nilainya triliunan rupiah menggunakan uang Negara yang kebnaykan di pegang broker dan oligar.Semoga tak berkutik lagi.

Mereka itu sampai sampai berani mempengaruhi para pejabat, semua ini
bukan atas nama humanitarian, bukan atas nama nasionalisme. Harus segera di STOP!!

Salah satunya dengan adanya immunotherapy vaksin nusantara, ini akan merubah permainan globalis tersebut secara telak.

“Militer Indonesia masuk itu patut didukung karena sebuah langkah terang-terangan melawan globalis. Jadi, bagaimana kalau kita rincikan langkah itu?

Mengapa Jenderal Andika bisa menekan BPOM dan Kementrian Kesehatan? Agaknya kita mundur sebentar mempertanyakan tanda jasa Medali The Legion Of Merit Degree Of Commander, dari Pemerintah Amerika di tahun 2020 kemarin itulah medali tertinggi yang pernah diberikan kepada seorang Petinggi Militer Negara lain dimana bagi pengaman Intelijen Pertahanan ini sesungguhnya kode keras.

Pentagon adalah nasionalis, pentagon di bawah chief joint Staff PAnglima gabungan A Milley memang Nasionalis tulen yang mengadakan perjanjian extra ketat kepada Biden tepat sebelum hari pelantikan yang isinya kita sudah buka di informasi jauh sebelum ini.

“Anggaran Militer Amerika 4 tahun kedepan nilanya 3 triliun dolar dan tetap berperang melawan Tiongkok. Apa yang terjadi?

Semuanya disetujui oleh Biden jadi Medali The Legion Of Merit Degree of Commander adalah kode keras perlawanan terhadap globalis yang disematkan kepada Jenderal Andika, dan kalau Militer dalam hal ini Jnderal Andika bertindak.

Inilah tindakan nasionalis melawan globalis kembali ke Immunotherapy vaksin nusantara, ini adalah kabar baik untuk kemanusiaan dunia segera dunia melihat secercah harapan baru dimulai dari Indonesia tanpa cawe-cawe regulator miring ke globalis dan broker vaksi
.Good Luck!! Tegas Jendral Andika

Mengutip dari Khashavan Nair(1997) dalam buku berjudul “A Higher Stan of Leadership.Keberanian moralalah yang menentukan standar kepemimpinan seseorang.

Selain itu,kepemimpinan harus di pahami sebagai ungkpan keberanian yang mendorong orang lain untuk melakukan dan membela hal yang benar,bukan membela yang bayar.

Dengan keberanian dan kerja keras,seorang pemimpin,memenangkan persaingan,kemauan keras pemimpin memberikan keyakinan kepada pengikutnya bahwa mereka bisa unggul dan tetap eksit.

“Keberanian itu menular,jika seorang pemimpin itu pemberani memegang teguh prinsipnya,maka para pengikutnya turut pemberani.BRAVO TNI

 

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *