Catat Rekor, Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.803.361 Orang

ESENSINEWS.com - Sabtu/29/05/2021
Catat Rekor, Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.803.361 Orang
 - ()

ESENSINEWS com  – Jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sejak Kamis (27/5/2021) hingga Jumat (28/5/2021), ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 5.862 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.803.361 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Baca juga: Update 28 Mei: Bertambah 693, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 427.462

Adapun informasi itu disampaikan satgas kepada wartawan Jumat sore. Data juga bisa diakses melalui laman covid19.go.id.

Kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 31 provinsi. Dari data itu, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi itu yakni Jawa Barat (1.206 kasus baru), Jawa Tengah (668 kasus baru), DKI Jakarta (602 kasus baru), Riau (503 kasus baru), dan Nusa Tenggara Barat (451 kasus baru).

Angka penambahan kasus tersebut didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 110.682 spesimen Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Spesimen itu diketahui diambil dari 73.092 orang. Secara kumulatif, hingga Jumat (28/5/2021), spesimen yang telah diperiksa 16.483.519 spesimen dari 11.073.851 orang.

Data yang sama juga menunjukkan penambahan pasien sembuh sebanyak 5.370 orang, sehingga, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 1.654.557 orang.

Kendati demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia juga masih bertambah.

Pada periode 27-28 Mei tercatat ada penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 193 orang.

Dengan demikian, total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 kini tercatat ada 50.100 orang.

Selain itu, pemerintah mencatat, ada 103.383 orang suspek Covid-19 di Indonesia dan jumlah kasus aktif sebesar 98.704 orang.

Kasus aktif adalah pasien yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit atau sedang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, hingga Jumat ini, warga yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 10.486.399 orang.

Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Informasi tersebut disampaikan Satgas melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com Jumat sore.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 16.000.947 orang.

Hingga tahap kedua ini, pemerintah menargetkan 40.349.049 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 25,99 persen untuk dosis pertama dan 39,66 persen dosis kedua.

Sementara itu, vaksinasi tahap pertama yang menargetkan tenaga kesehatan cakupan sudah mencapai 103,20 persen untuk dosis pertama dan 94,26 persen untuk dosis kedua.

Sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang. Sebanyak 1.515.701 tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.384.404 telah disuntik dosis kedua.

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik ditargetkan sebanyak 17.327.167 orang.

Data pemerintah menunjukkan 11.214.291 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 6.938.308 orang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Sementara itu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Hingga saat ini, sebanyak 3.243.083 orang lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.162.980 lansia disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Naiknya keterisian tempat tidur rumah sakit

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, keterpakaian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 14,2 persen.

Kenaikan tersebut terjadi selama rentang waktu 20-26 Mei 2021.

“Di tingkat nasional keterpakaian tempat tidur ruang isolasi mengalami peningkatan 14,2 persen terhitung dari tanggal 20 Mei dibandingkan dengan tanggal 26 Mei 2021,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/5/2021).

Rinciannya, pada 20 Mei 2021 jumlah keterpakaian tempat tidur ruang isolasi di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19  di Indonesia adalah 20.560 tempat tidur.

Namun, jumlah ini meningkat menjadi 23.488 tempat tidur pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku menyampaikan, peningkatan tersebut berasal dari kontribusi kenaikan keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 di lima provinsi.

Pertama, di DKI Jakarta keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen, yakni dari 3.108 tempat tidur terpakai pada 21 Mei 2021 menjadi 3.846 tempat tidur terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku menyampaikan, peningkatan tersebut berasal dari kontribusi kenaikan keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 di lima provinsi.

Pertama, di DKI Jakarta keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen, yakni dari 3.108 tempat tidur terpakai pada 21 Mei 2021 menjadi 3.846 tempat tidur terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Kedua, di Jawa Barat keterisian tempat tidur ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 naik 20,3 persen.

Rinciannya, dari 3.003 tempat tidur terisi pada 20 Mei 2021 menjadi 3.615 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Ketiga, di Jawa Tengah keterisian tempat tidur ruang isolasi mengalami kenaikan 23,13 persen dari yang sebelumnya, yaitu, keterisian tempat tidur pada 20 Mei 2021 sebesar 2.567 menjadi 3.161 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Selanjutnya, di Banten keterisian tempat tidur di ruang isolasi di RS rujukan mengalami kenaikan 21,2 persen.

Rinciannya, dari yang sebelumnya pada 20 Mei 2021 keterisian tempat tidur di RS tercatat sebesar 816 menjadi 959 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Kelima, di Yogyakarta, keterisian tempat tidur isolasi di RS rujukan mengalami kenaikan 18,18 persen, yakni dari yang sebelumnya pada 21 Mei 2021 sebesar 495 menjadi 585 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei 2021.

Wiku mengatakan, data yang dipaparkannya tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada enam hari terakhir.

“Artinya peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang hingga berat sehingga membutuhkan ruang isolasi,” kata Wiku.

“Ini adalah alarm keras untuk kita semua, terutama untuk provinsi-provinsi yang berada di Pulau Jawa,” ucap dia.

 

 

Sumber : Komoas.com

0Shares

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya