Denny Tewu : Saatnya Lakukan Konsolidasi Fiskal

oleh

Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Denny Tewu mengatakan bahwa hal tersebut baik di lakukan pemerintah, mengingat walaupun pertumbuhan ekonomi masih minus namun, terlihat progres dan trend yang membaik dari waktu kewaktu.

“Untuk itu sudah saatnya dilakukan konsolidasi fiskal, walaupun tentunya tetap menjaga stabilitas sosial ekonomi dengan berbagai kebijakan yang dapat menjaga pondasi ekonomi kerakyatan menjadi lebih kuat dan semakin mandiri, seperti tetap menjaga perlindungan sosial untuk memperkuat pondasi kesejahteraan sosial,” ujar dia Sabtu (22/5/2021).

Disatu sisi kata Denny, kebijakan fiskal akan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial untuk memperkuat pondasi kesejahteraan sosial serta mencegah kenaikan kemiskinan dan kerentanan akibat dampak Covid-19. Hal ini juga termasuk memperkuat daya ungkit UMKM dan dunia usaha agar mampu bangkit dan menjadi lebih kuat dan berdaya tahan.

“Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian utama atau prioritas Pemerintah agar kegiatan UMKM ditengah masyarakat tetap bertahan bahkan semakin membaik, sehingga hal ini akan sangat mendukung daya beli masyarakat yang semakin kuat, termasuk menjaga tingkat kesehatan yang lebih membaik, serta dapat mencegah kenaikan kemiskinan akibat cofid-19 sehingga terjadi situasi krisis seperti ini,” urainya.

Oleh karena itu tandas Denny Tewu, bahwa untuk mendukung arah kebijakan fiskal tahun 2022 pemerintah akan terus melaksanakan reformasi perpajakan.  Reformasi dilakukan untuk menciptakan sistem perpajakan yang efektif sebagai intrumen kebijakan optimal sebagai sumber pendapatan serta adaptif dengan perubahan struktur dan dinamika perekonomian.

“Hal ini pun sesuai tema Pemerintah untuk kebijakan fiskal yaitu ‘Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Strukturisasi yang selaras dengan tema rencana kerja Pemerintah tahun 2022, dimana Menkeu Sri Mulyani telah mencanangkan 5 prioritas utama kebijakan fiskal tahun 2022.” ucap dia.

Sementara kata dia, di dalamnya unsur kualitas SDM juga menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas melalui pendidikan, penguatan sistem kesehatan yang terintegrasi dan handal, serta perlindungan sosial sepanjang hayat.

“Sebagai masyarakat tentu kita perlu mendukung secara kritis konsep Pemerintah yang sangat memperhatikan kepentingan rakyat dalam hal pemulihan ekonomi sosial tersebut. Data dari waktu ke waktu akan berbicara secara nyata, apakah program tersebut dijalankan secara baik dan benar untuk kepentingan rakyat banyak,” ungkapnya.

Diirinya berharap pemerintah melalui akelerasi pemulihan ekonomi dan langkah reformasi fiskal, kebijakan fiskal 2022 diharapkan semakin efektif, prudent dan sustainable.

“Ditengah kondisi pemulihan ini, kita semua tetap semangat dan percaya bahwa badai ini pasti akan berlalu,” pungkasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *