Budiman Sudjatmiko merupakan politisi PDI Perjuangan yang diberi jabatan sebagai komisaris yang sebelumnya politikus PDI Perjuangan lainnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina. Budiman Sudjatmiko juga dikenal sebagai aktivis pada era reformasi dan mendirikan gerakan Invoator 4.0 Indonesia. Lantas bagaimana perjalanan Budiman Sudjatmiko dalam kariernya? Untuk lebih lengkapnya, berikut merupakan profil Budiman Sudjatmiko.

1. Latar Belakang

Budiman Sudjatmiko merupakan politisi PDI Perjuangan yang lahir di Majenang, Cilacap, 10 Maret 1970 silam. Budiman Sudjatmiko lahir dari pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri dan ia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Budiman  tumbuh besar dalam keluarga dengan suasana kental dengan keagamaan, nasionalisme dan kepedulian. Mulai dari situ, ia berkembang menjadi pemuda yang aktif dalam berbagai diskusi dan organisasi. Selama masa kecilnya ia pernah tinggal di Cilacap, Bogor dan Yogyakarta.

Budiman Sudjatmiko dikenal sebagai aktivis reformasi dan juga mendirikan Partai Rakyat Demokratik. Ia juga mendirikan gerakan Inovator 4.0 Indonesia dan Menyusun Undang-Undang Desa.

2. Pendidikan

Budiman Sudjatmiko pernah menempuh sekolah di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor dan melanjutkan ke tingkat menengah pertama di SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus di tahun 1986. Ia menginjakkan kakinya di SMA Negeri 5 Bogor dan lulus pada tahun 1989. Setelah lulus SMA ia sempat menempuh perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun karena aktivisme menentang Orde Baru, membuatnya drop out dan dipenjara. Selepas dipenjara ia melanjutkan pendidikannya di Ilmu Politik Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.

3. Karier

Budiman Sudjatmiko telah aktif dalam berbagai organisasi sejak ia berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga terjun ke dalam community organizer dalam pemberdayaan politik, organisasi, dan ekonomi di kalangan petani dan buruh.

Pada tahun 1996, ia mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menyebabkannya dipenjara selama 13 tahun oleh pemerintahan Orde Baru karena ia dianggap sebagai dalang peristiwa 27 Juli 1996. Budiman hanya menjalani hukuman penjara selama 3,5 tahun setelah dia diberi amnesti oleh Presiden Abudurrahman Wahid (Gus Dur).

0Shares