Pengangkatan Menkes Budi Gunadi Lulusan Fisika Nuklir Disorot

oleh -32 views

ESENSINEWS.com – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet pada Selasa (22/12/2020) dengan mengangkat sejumlah menteri baru.

Tercatat, ada enam nama baru yang masuk ke dalam kabinet, salah satunya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi Gunadi Sadikin menggantikan Terawan Agus Putranto. Penunjukan Budi menjadi sorotan karena ia tidak memiliki latar belakang dokter, background yang selama ini dimiliki para menteri kesehatan yang pernah ada.

Budi Gunadi merupakan seorang lulusan Fisika Nuklir.

Beragam komentar dilontarkan atas pilihan Jokowi ini, termasuk di media sosial.

Seperti apa komentar dan harapan yang muncul atas terpilihnya Budi Gunadi Sadikin sebagai Menkes?

IDI

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) termasuk di antara pihak yang merespons pengangkatan Budi ini.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban mengaku tak mempermasalahkan latar belakang Budi yang bukan seorang dokter.

Alasannya, menurut dia, posisi Menteri Kesehatan adalah posisi manajerial yang akan mengatur jalannya kementerian mengatasi berbagai persoalan kesehatan.

“Yang penting kan team work-nya nanti bagaimana dia merekrut pembantunya yang harusnya memang ahli dalam bidang kedokterannya sehingga keputusannya menjadi bermanfaat,” kata Zubairi, Rabu (23/12/2020).

Ia juga meyakini bahwa pengalaman atau track record Budi akan sangat membantu dalam mengurai masalah kesehatan di Indonesia, seperti TBC, HIV/AIDS, dan Narkotika.

Ekonom

Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, penunjukan Budi sebagai Menkes menjadi secercah harapan bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Selama ini, Faisal termasuk salah satu yang sering mengkritik kinerja Terawan dalam merespons dan menangani pandemi.

Menurut dia, Budi merupakan sosok profesional dan memiliki karakter yang sigap dalam mengambil kebijakan untuk merespons permasalahan yang ada.

“Jadi dengan (Budi Gunadi) dibantu para ahli yang mumpuni, Insya Allah kita memiliki langkah yang lebih jelas untuk mengatas virus ini,” kata dia.

Epidemiolog

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, tugas Menkes Budi cukup berat dalam menyelesaikan sejumlah PR.

“Saya ucapkan selamat, kemudian saya sampaikan bahwa PR-nya besar dan berat. Itu akan bertambah berat apalagi Menkes baru bukan berbasis kesehatan,” kata Dicky.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar Budi menunjuk figur-fugur yang tepat untuk membantu tugasnya.

Dicky berharap, Menteri Kesehatan yang baru dapat meningkatan testing dan tracing dan tidak hanya bergantung pada proses vaksinasi.

“Ingat juga bahwa kegagalan dalam proses vaksinasi itu ada dan cukup besar menurut saya bila hal itu dipaksakan. Terlebih prakondisinya tidak terpenuhi,” ujar Dicky.

 

Sumber : Kompas.com

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *