ESENSINEWS.com – Pemerintah telah mengumumkan dua skema pembagian vaksin Covid-19, yaitu secara gratis dan sebagian besarnya secara berbayar.

Rencana pemerintah dengan skema pemberian sebagian besar vaksin secara berbayar dikecam masyarakat. Beberapa tokoh maupun warganet (netizen) melayangkan protes di media sosial.

Ekonom senior INDEF Faisal Basri mengatakan penerapan skema vaksin berbayar yang dilakukan BUMN dan disetujui pemerintah merupakan praktik biadab. Sebelumnya, Faisal juga telah mengkritik rencana penjualan vaksin oleh pemerintah dengan meretweet pernyataan peneliti Sulfikar Amir.

“Bisnis vaksin oleh kartel BUMN yang direstui pemerintah adalah praktik biadab!!!,” kicau akun @FaisalBasri dilansir Selasa (15/12/2020).

Cuitan Faisal mendapat respons luar biasa dari netizen Twitter. Twit tersebut tercatat mendapat balasan (reply) dari 491 pengguna Twitter, 4.100 retweets, 423 quotes, dan 15.300 likes.

Opini netizen pun terbelah menjadi dua, ada yang pro dan kontra. Pemilik akun Twitter bernama Jelajah Dunia (@KsatriaAbalAbal) tidak setuju dengan pernyataan Faisal Basri.

 

Sumber : LawJustice

 

0Shares