Breaking News

Bisnis Investasi Bodong Wawan Cs Diduga Dibecking Oknum Aparat Polda Riau

Jakarta – Polda Riau, tidak boleh menutup mata terhadap informasi dari masyarakat, tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp. 11,1 miliar, dengan modus investasi, diduga dilakukan oleh seorang pria asal Kabupaten Bengkalis, yang disebut sebagai Wawan (42), berikut jaringannya, sebagaimana telah dilaporkan ke Direskrimum Polda Riau pada Agustus 2020 yang lalu.

Korbannya adalah Ny. A Moi, seorang Ibu, warga asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang laporan informasinya telah dikirim kepada Polda Riau, melalui kuasa hukumnya, E. Sangur, SH, MH di Pekanbaru, dengan nomor laporan 022/ES-adf/B/VIII/2020, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dalam bentuk apapun, bahkan pelapornyapun tidak pernah dimintai keterangannya hingga saat ini.

Padahal tindak pidana yang dilaporkan oleh Kuasa Hukum Ny. A Moi yaitu E. Sangur, telah diuraikan secara jelas modus operandi dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan Wawan dan jaringannya dengan iming-iming investasi pada pembibitan kelapa sawit dan penimbunan tanah di beberapa proyek jalan di Bengkalis, yang semuanya nihil.

NY. A MOI KIRIM UANG RP. 11,1 MILIAR.

Wawan yang disebut-sebut dalam dokumen bukti, tercatat telah menerima Uang sebesar Rp 11,1 miliar lebih, diberikan secara bertahap oleh Ny. A Moi, melalui transfer ke Rekening Wawan atau yang ditunjuk sebanyak tidak kurang dari 20 kali transfer sejak tanggal 4 Mei 2018 sampai 11 Oktober 2018, kepada rekening atas nama Wawan dan atas nama Andi.

“Anehnya, meskipun informasi mengenai penipuan dan penggelapan dengan modus investasi ini, sudah dilaporkan berupa Informasi Masyarakat ke Polda Riau, sejak Agustus 2020, namun Polda Riau tidak memberikan respons cepat sebagaimana prinsip Polisi Promoter dan jaminan yang diberikan oleh Pimpinan Polri soal pelayanan keadilan terhadap rakyat kecil yang melapor,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, Jumat (20/11/2020).

 

Keanehan lain adalah Polri lebih merespons laporan pihak Wawan yaitu penculikan atau penyanderaan terhadap Wawan yang dilakukan oleh kelompok penagih uang kepada Wawan yang saat ini sudah ditahan Polres Pekanbaru, juga terakhir Ny. A Moi sendiri ditangkap dan ditahan, sebagai pelaku turut serta dalam aksi penyanderaan dan penculikan.

“Padahal Ny. A Moi selain uangnya sebesar Rp. 11,1 Miliar hilang begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban, juga kehormatan dan kekerasan fisikpun dialami selama proses penipuan uang terjadi yang dilakukan oleh Wawan bersama kelompoknya,” tuturnya.

Masyarakat bertanya-tanya ada apa antara Wawan dkk. dengan Polda Riau, mengapa Laporan Ny. A Moi tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan Rp.11,1 miliar tidak digubris Polda Riau, mengapa pula Polda Riau lebih memprioritaskan laporan WAWAN tentang penculikan dengan menangkap dan menahan Ny. A Moi pada saat Ny. A Moi sedang berjuang menuntut haknya mencari keadilan di Jakarta.

Atas perlakuan tidak adil Polda Riau terhadap Ny. A Moi, dan tindak penipuan Wawan terhadap A Moi, TPDI akan melaporkan praktek penipuan atas nama investasi fiktif yang dilakukan oleh Wawan dkk. ke Bareskrim Polri,” tandasnya.

“Sedangkan praktek perlakuan tidak adil dari pimpinan Polda Riau terhadap Ny. A Moi, TPDI akan mengadukan ke Komisi III DPR RI, Menkpolhukam, Kompolnas, Komnas Perempuan agar ada evaluasi dan penindakan terhadap praktek penegakan hukum yang bertentangan dengan prinsip POLISI PROMOTER dan KUHAP,” tutupnya. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *