ESENSINEWS.com – Franco Morbidelli berhasil menjadi juara pada MotoGP Valencia 2020 di Sirkuit Ricardo Tormo (15/11/2020). Pebalap asal Italia ini berhasil mengumpulkan 142 poin.

Namun hasil mengejutkannya adalah Joan Mir berhasil memastikan gelar juara pada balap kali ini, dengan raihan 171 poin.

Pebalap Suzuki Ecstar ini bertengger di puncak klasemen meski hanya mampu finish di posisi ketujuh MotoGP Valenvia. Hal ini membuat dirinya hanya mampu mengumpulkan 9 poin.

Sejak awal MotoGP Valencia sudah didominasi oleh Franco Morbidelli. Seakan tidak terkalahkan Morbidelli mampu memimpin balapan sejak awal hingga garis finis.

Ini membuat dirinya mendapat tambahan 25 poin. Akan tetap poin ini hanya bisa mengantarkannya ke posisi dua klasemen MotoGP 2020.

Fabio Quartararo yang sebelumnya berada di posisi kedua puncak klasemen, kini harus merosot lantaran mengalami crash dan berada di posisi kelima dengan raihan 125 poin.

Alex Rins yang sebelumnya berada di posisi ketiga klasemen sementara kini memiliki poin 138, berada di bawah Morbidelli.

Berikut ini Hasil Klasemen MotoGP 2020:

1 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 171
2 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) 142 (-29)
3 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 138 (-33)
4 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 127 (-44)
5 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1) 125 (-46)
6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP20) 125 (-46)
7 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM (RC16) 122 (-49)
8 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP20) 112 (-59)
9 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 105 (-66)
10 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16) 100 (-71)
11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)* 87 (-84)
12 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP20) 78 (-93)
13 Johann Zarco FRA Reale Avintia (GP19) 71 (-100)
14 Alex Marquez SPA Repsol Honda (RC213V)* 67 (-104)
15 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 62 (-109)
16 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP20) 47 (-124)
17 Aleix Espargaro SPA Aprilia Gresini (RS-GP) 34 (-137)
18 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 29 (-142)
19 Iker Lecuona SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 27 (-144)
20 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V) 18 (-153)
21 Bradley Smith GBR Aprilia Test Rider (RS-GP) 12 (-159)
22 Tito Rabat SPA Reale Avintia (GP19) 10 (-161)
23 Michele Pirro ITA Ducati Test Rider (GP20) 4 (-167)

 

 

Sumber : Kompas.com

ESENSINEWS.com – Lembaga Analisis dan Kajian Isu Publik (LAKIP) Jakarta melakukan analisis dan kajian terkait dengan pemilihan kepala daerah di Indonesia.

“Kami melakukan survei secara kuantitatif untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat dalam menghadapi pilkada serentak di Indonesia. Salah satu wilayah yang dilakukan pemetaan politik adalah Kabupaten Mamuju pada akhir bulan Oktober 2020. Sample dari survei tersebut adalah 440 responden dengan tingkat margir of error plus minus 4,8 persen,” kata Direktur Komunikasi Lembaga Analisis dan Kajian Isu Publik, Catherine Edismoen Minggu (15/11/2020).

Menurut dia, responden menyebar secara merata diseluruh kecamatan di Kab. Mamuju. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.

Dari temuan survei ujar Catherine, menunjukan bahwa tingkat kepuasan publik atas kinerja bupati Habsi Wahid di bawah 55 persen. Begitu juga dengan wakil bupati di bawah 50 persen. Sebagai petahana, tingkat kepuasan publik di bawah 70 persen adalah lampu merah.

“Tingkat pengenalan Habsi Wahid saat ini 90 persen. Hal yang sama juga Figur Siti Sutinah mendapatkan 87,5 persen tingkat popularitasnya. Sementara figur Irwan Satya Putra Pababari sebesar 80 persen. Sementara popularitas Ado Mas’ud 75 persen. Sebagai penantang, tingkat popularitas pasangan Tinah-Ado semakin hari semakin naik. Sementara untuk petahana, tingkat popularitasnya sudah mentok,” ucapnya.

Ketika responden ditanya, seandainya pilkada Kabupaten Mamuju dilaksanakan pada hari ini (hari saat dilakukan wawancara), ujarnya, sebanyak 36,4 persen mengatakan mereka memilih pasangan Habsi Wahid dan Irwan Setya Putra Pababari. Sementara pasangan Siti Sutinah-Ado Mas’ud mendapatkan 35,9 persen.

“Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebesar 27,7 persen. Jarak yang tipis antara kedua pasangan calon bupati tidak bisa disimpilkan siapa yang lebih kuat. Bisa saja pasangan Tinah-Ado mengungguli pasangan Habsi Wahid-Irwan Setya Putra Pababari karena masih berada di dalam selang margin,” kata dia.

Selanjutnya jelasnya, loyalitas pemilih kedua pasangan bervariasi. Dari pemilih yang memilih pasangan Habsi Wahid-Irwan Setya Putra Pababari sebanyak 57 persen yang mengatakan tidak akan mengubah pilihannya. Sementara sebanyak 30 persen mengatakan dapat mengubah pilihannya. Sisanya 13 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Sedangkan ujar Catherine, pemilih loyal untuk pasangan Siti Sutinah-Ado Mas’ud adalah sebesar 75 persen dari total pemilihnya. Hanya terdapat 10 persen yang dapat mengubah pilihannya. Sisanya 15 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Grafik Loyalitas pemilih masing-masing pasangan Calon

Dikatakannya, pengaruh Politik uang (money politics) di Kabupaten Mamuju, terdapat 67,3 persen mengatakan masyarakat tidak terpengaruh pilihannya karena uang.

Sementara itu urainya, terdapat 21,5 persen mengatakan menerima yang diberikan oleg pasangan calon akan tetapi soal pilihan tetap mengikuti hati Nurani. Hanya 6,8 persen mengatakan memilih calon yang memberikan uang lebi besar. Sisanya 4,4 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Grafik money politics

Dari temuan survei ini ujarnya, tingkat partisipasi publik dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kab. Mamuju sekitar 70-75 persen.

“Rendahnya tingkat kepuasan publik bagi petahana serta tipisnya jarak elektabilitas antara pasangan petahana Habsi Wahid-Irwan Setya Putra Pababari  memberikan peluang yang sangat besar bagi pasangab Siti Sutinah-Ado Mas’ud untuk memenangkan pilkada Kab. Mamuju pada 9 Desember 2020 nanti,” tandas Catherine.

Sementara dia mengakui, isu rendahnya kepuasan publik atas kinerja petahana membuat pasangan Tinah-Ado berpeluang merebut kepercayaan rakyat Kab. Mamuju.

 

 

ESENSINEWS.com – Ketika berbicara tentang pencetak gol terbanyak di level internasional, ada nama Ali Daei asal Iran yang telah memegang rekor sejak lama. Ia sukses mencetak 109 gol yang membuat namanya tercatat di posisi teratas di seluruh dunia dalam hal top skor bersama Tim Nasional.

Lalu bagaimana dengan para pemain lainnya yang saat ini masih aktif bermain sebagai pesepakbola. Berapa jumlah gol mereka pada saat ini ketika bermain bersama negaranya. Adakah yang mampu menyentuh angka 100 untuk mendekati perolehan Alie Daei?

Berikut lima pesepakbola aktif dengan gol internasional terbanyak.

5. Robert Lewandowski – Polandia (63 gol)

Lewandowski termasuk ke dalam salah satu penyerang tengah terbaik dalam permainan. Lewandowski selalu produktif, bahkan pada saat ini ia mampu meningkatkan performanya bersama Bayern Munich dan Timnas Polandia.

Ia salah satu striker terhebat dalam sejarah Liga Jerman. Untuk seluruh kariernya, Lewandowski telah mencetak lebih dari 500 gol, sementara 63 diantaranya ia ciptakan untuk negaranya. Ia pun telah menjadi bintang tim Polandia yang memiliki penampilan terbaik di Piala Eropa 2016.

Robert Lewandowski

4. Neymar Jr – Brasil (64 gol)

Neymar mungkin jarang mendapat pujian ketika bersama negaranya, Brasil. Pasalnya, ia gagal membawa prestasi gemilang untuk Brasil, termasuk dalam gelaran Piala Dunia terakhir yakni pada 2018 di Rusia.

Namun begitu, secara individu, Neymar telah melakukan hal yang luar biasa untuk negaranya. Ia tercatat berhasil mencetak 64 gol hanya dalam 103 pertandingan bersama Timnas Brasil. Saat ini, pemain PSG baru berusia 28 tahun, bukan tidak mungkin ia akan menambah torehan gol lagi.

Neymar Jr

3. Lionel Messi – Argentina (71 gol)

Messi sudah tidak diragukan lagi menjadi pemain hebat sepanjang masa di level klub. Akan tetapi, untuk tugasnya di tim nasional, kiprah Messi masih banyak dipertanyakan. Kurang gemilangnya Timnas Argentina seakan menjadi bukti bahwa Messi kurang bersinar di level internasional.

Akan tetapi, ternyata ia tidak terlalu buruk untuk timn nasionalnya. Saat ini ia mencatatkan 71 gol dan menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga untuk pemain yang masih aktif. Kini, ia pun masih mengincar gelar bersama Argentina yang belum pernah ia dapatkan lagi sejak medali emas Olimpiade pada 2008.

Lionel Messi

2. Sunil Chhetri – India (72 gol)

Selama bertahun-tahun, Sunil Chhetri menjadi duta sepakbola India untuk dunia. Pemain berusia 36 tahun itu memiliki jumlah gol yang banyak untuk India dan membuatnya dikenal di seluruh dunia. Meski secara kolektif, India tak terlalu mencolok, nama Chhetri malah lebih besar.

Penyerang Bengaluru FC itu saat ini telah mengemas 72 gol bersama Timnas India. Catatan ini membuat ia menungguli satu gol atas Messi. Bahkan Chhetri meraih 72 gol dalam 112 pertandingan, sementara Messi membuat 71 gol dalam 140 laga.

Sunnil Chhetri

Bersama Portugal, Ronaldo telah membawa negaranya meraih berbagai gelar bergengsi seperti Piala Eropa dan UEFA Nations League. Jika harus bersaing dengan Messi, Ronaldo jauh lebih unggul dalam hal ini.

1. Cristiano Ronaldo

Saat ini ia tercatat telah mengoleksi 101 gol dan disebut-sebut akan bisa mencapai rekor milik Ali Daei dengan 109 gol. Meski usianya telah mencapai angka 35, tetapi kehebatan fisik dan keahlian fisiknya tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kemunduran.

Cristiano Ronaldo

Sumber : Okezone.com

 

ESENSINEWS.com – Nama besar seorang pelatih bukan jaminan bebas dari palu pemecatan di dunia sepakbola. Dalam satu dekade terakhir, amat sulit melihat seorang pelatih/manajer yang mampu bercokol lama di sebuah klub seperti Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger.

Ketidaksabaran dari para pemilik/direksi klub menjadi penyebab utama. Investasi dalam jumlah besar, harus kembali dalam bentuk prestasi di lapangan atau bahkan keuntungan di neraca keuangan. Maka, sekali saja pencapaian tim tidak sesuai target, kursi pelatih rawan bergoyang.

Kondisi musim ini tidak jauh berbeda. Berikut ada lima orang pelatih hebat yang terancam menganggur pada musim 2020-2021, disadur dari Sportskeeda, Minggu (15/11/2020).

5. Antonio Conte – Inter Milan

Kursi Antonio Conte mulai panas (Foto: Inter Milan)

Gaji sebesar 12,5 juta Euro (setara Rp209 miliar) yang diberikan Inter Milan per tahun, tentu membuahkan tuntutan yang tinggi. Belum lagi, manajemen sudah mengabulkan permintaan untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas guna menambah kedalaman skuad.

Sayangnya, sejauh ini Inter Milan gagal berprestasi di Liga Italia dan Liga Champions 2020-2021. Di Serie A, Nerazzurri berada di peringkat tujuh dengan nilai 12 dari tujuh pekan. Sedangkan Liga Champions saat ini terbenam di dasar klasemen grup. Jika tidak segera memperbaiki penampilan, Antonio Conte harus siap-siap menganggur.

4. Andrea Pirlo – Juventus

Sosok yang satu ini sebetulnya menampilkan kilasan potensi bersama Juventus. Sayangnya, klub sebesar Si Nyonya Tua terkadang tidak memberi waktu lama bagi seorang pelatih. Menghadirkan trofi pun bukan jaminan untuk tetap berada di kursi pelatih.

Andrea Pirlo tahu betul soal itu. Sekali pun ini adalah debutnya sebagai pelatih, Manajemen Juventus bisa saja memecatnya kapan pun. Sang maestro harus berpikir keras guna memperbaiki serta membangun reputasinya.

Andrea Pirlo rawan dipecat (Foto: Twitter/@juventusfc)

3. Ronald Koeman – Barcelona

Revolusi yang diusung Ronald Koeman sejauh ini belum membuahkan hasil. Pelatih asal Belanda itu bahkan membawa Barcelona menjalani salah satu start terburuk di Liga Spanyol sepanjang sejarah. Lionel Messi dan kawan-kawan baru mengumpulkan 11 poin dari tujuh pertandingan.

Memang, musim masih panjang, dan Barcelona punya tabungan dua laga di La Liga. Akan tetapi, bukan tidak mungkin pemilihan presiden yang berlangsung Januari mendatang, bakal mempersingkat pengabdian Ronald Koeman di akhir musim.

Ronald Koeman gagal menghadirkan revolusi (Foto: Twitter/@FCBarcelona)

2. Ole Gunnar Solskjaer – Manchester United

Kabar mengenai pemecatan Ole Gunnar Solskjaer sudah bukan barang baru. Pria asal Norwegia itu bahkan sudah dirumorkan akan dilepas sejak pertengahan musim 2019-2020. Beruntung, kehadiran Bruno Fernandes pada Januari 2020, yang dibarengi dengan rentetan positif, menyelamatkan jabatannya.

Kini, Man United tengah terseok-seok di Liga Inggris 2020-2021. Hingga pekan kedelapan, mereka masih terpaku di peringkat 14 dengan nilai 10 dari tujuh laga. Ole Gunnar Solskjaer harus kembali menemukan formula yang jitu untuk meraih kemenangan, atau bersiap menganggur dalam waktu dekat.

Tekanan besar mengarah kepada Zinedine Zidane di Real Madrid. Zizou bahkan mulai dirumorkan bakal dipecat oleh manajemen, menyusul serangkaian hasil buruk. Sekali pun memiliki posisi yang lebih baik dari Barcelona di La Liga, palu pemecatan bisa jatuh sewaktu-waktu.

1. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane rawan dipecat (Foto: Twitter/@realmadrid)

Saat ini, Real Madrid nangkring di peringkat empat dengan nilai 16 dari delapan pertandingan. Mereka terpaut empat angka secara virtual dengan pemuncak klasemen Real Sociedad. Disebut virtual karena Real Madrid baru menjalani delapan laga, satu lebih sedikit dari sang pemuncak.

Tidak terlalu buruk memang, tetapi Real Madrid sudah kadung dikenal memiliki manajemen yang kurang sabar. Jika tidak berhati-hati, Zinedine Zidane bisa segera merapikan daftar riwayat hidupnya guna mencari pekerjaan di klub lain.

 

ESENSINEWS.com – Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah yang tampil di kelas 73 kg menyabet tiga medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020 yang digelar dari Lima, Peru, Minggu WIB.

Tiga emas tersebut didapat setelah Rizky berhasil membukukan total angkatan seberat 325 kg dengan rincian snatch 145 dan clean and jerk 180 kg.

Selain merebut tiga medali emas, lifter berusia 16 tahun itu juga sukses melampaui tiga rekor dunia remaja atas namanya sendiri yang diraihnya di Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja 2020 di Uzbekistan Februari lalu.

Rekor dunia remaja yang berhasil dipecahkan oleh Rizky, yaitu angkatan snatch dari 139 kg menjadi 145 kg, clean and jerk seberat 180 kg atau melampaui standar rekor dunia remaja, yakni 171kg, dan total angkatan dari 307 kg menjadi 325 kg.

Pada pertandingan yang pertama kalo dilangsungkan secara online itu, Rizky Juniansyah sukses membuka angkatan pertama snatch seberat 140 kg, dan berhasil menaikkan angkatannya menjadi 145 kg pada kesempatan keduanya.

Sayangnya, Rizky gagal saat mencoba menambah beban angkatannya menjadi 150 kg pada percobaan ketiga.

Pada angkatan clean and jerk, Rizky Juniansyah yang sudah unggul sejak awal itu mulus mengangkat beban seberat 175 kg pada angkatan pertama. Pada angkatan kedua, Rizky menaikan beban angkatan seberat 5 kg menjadi 180 kg dan berhasil.

Namun, ia lagi-lagi harus gagal pada percobaan ketiga saat mencoba menaikkan beban angkatan menjadi 185 kg.

Meski demikian, Rizky akhirnya berhasil meraih emas untuk ketiga kategori angkatan. Sementara medali perak untuk kelas 73 kg diraih lifter Lativia Vlads Prokofjevs dengan total angkatan seberat 288 kg (snatch 128 kg, clean and jerk 160 kg), sedangkan perunggu diraih lifter Kanada Shad Darsigny dengan total angkatan 283 kg (snatch 125 kg, clean and jerk 158 kg).

Atas prestasi itu, Rizky mengatakan keberhasilan itu diraih berkat jerih payahnya menjalani latihan keras selama ini.

“Saya cukup puas dengan hasil ini. Tapi, saya tidak akan larut dalam kemenangan, karena saya juga belum puas dengan angkatan yang saya raih, terutama di angkatan clean and jerk, target saya harus tembus 185 kg,” kata Rizky.

Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirja Wihardja mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak asuhnya itu. Ia mengatakan angkatan Rizky pada kejuaraan online itu sudah selevel dengan angkatan senior.

“Tinggal ke depannya kita poles lagi dengan penguatan otot pinggang agar benar-benar siap. Ya, pondasinya harus diperbaiki lagi,” ujar Dirdja.

 

 

Sumber : Antaranews

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.