Oleh : Jerry Massie (Peneliti Politik AS, Political and Public Policy Studies (P3S)

ESENSINEWS.com – Negara bagian Indiana baru saja mengumukan hasil pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 yang mana Donald Trump- Mike unggul atas Joe Biden – Kamala Haris.

Tapi sebagian kalangan memprediksi, Pilpres Amerika tahun ini pengumuman pemenang masih akan menunggu suara masuk semuanya.

Michigan salah satu battleground states selain Arizona, Maine, Colorado, Nevada, New Hamphire, Georgia, Virginia, Minnesota, Wisconsi n, Ohio, Florida, North Carolina, Iowa, New Mexico, dan Pennyslavania yang diperebutkan kira-kira 3 juta suara di kiim lewat pos.

Menurut US Election Project, lebih dari 93 juta orang telah memilih atau sekitar 67 persen dari seluruh jumlah pemilih pada 2016 suara yang telah dikirim sebelum pemungutan suara 3 November 2020.

Sementara pemilih hispanic atau Amerika Latin Biden unggul selisih 2-1 atas Trump. Rusia masih mendukung Trump kendati sempat bersitegang Presiden AS ini dengan Presidn Rusia Vladimir Putin.

Sedangkan seteru dagang Amerika yakni Cina bahkan Iran diperkirakan akan memeikan dukungan kepada Joe Biden.

Sementara Taiwan dan Hongkong yang sempat bersitegang dengan China pasalnya, negeri Tirai Bambu ini mengklaim dua negara ini masih dalam wilayah teritorialnya.

Otomatis dua negara ini getol mendukung Trump. Begitu pula negara sekutu AS seperti Vietnam, Korea Selatan, Jepang serta Filipina pasti emilih Trump. Diketahui populasi Vietnam dan Filipina di AS cukup besar selain Korsel dan China.

Pemilih white (70 persen), hispanic (12 persen dan Afro-America atau kulit hitam (12 persen) dan lainya 6 persen.

Jika hasil gugatan presidential election AS 2020 di bawah ke MA, maka Trump bisa keluar sebagai pemenang. Alasannya, saat ini skor di Supreme Court kelompok konseravatif mendominasi dengan 6 Hakim Agung sedangkan kelompok liberal 3 Hakim Agung. Sudah jelas Grand Old Party (GOP) Republik bakal menang.

Saat injury time Trump meyakinkan supporternya di Wisconsin dan Pennyslavania melalui radio dia akan menang besat dan mengungkit kebobrokan Jpe Biden.

Barangkali diantara keduanya berpotensi menang tapi Trump lebih punya kans lebih nesar, mengingat dia bukan penantang tapi petahana.
Sementara, Presiden Trump dan tim kampanyenya memberi isyarat menempuh jalur hukum yang agresif untuk mencegah Pennsylvania menghitung suara lewat pos, yang diterima tiga hari setelah pilpres.

Bahkan mereka akan membawa ke Mahkamah Agung, jika kartu-kartu suara itu bisa mengubah hasilnya di negara bagian yang diperebutkan ini.

Sebelumnya, pengadilan tertinggi di Pennsylvania memperpanjang tiga tapi keputusan ini ditolak dan diblokir Mahkamah Agung. tetapi beberapa hakim Sejumlah hakim konservatif mengisyaratkan mereka akan meninjau kembali masalah ini setelah pilpres.

Sekitar 20 negara bagian mengizinkan surat suara yang datang terlambat, tetapi badan legislatif di Pennsylvania yang dikontrol Partai Republik tidak mengizinkan perpanjangan, meskipun terjadi lonjakan jumlah surat suara yang dikirimkan lewat pos karena pandemi virus corona.

Perpanjangan batas waktu penerimaan dan penghitungan kartu suara serupa telah memicu sengketa hukum di pengadilan di Minnesota dan North Carolina.

Presiden Trump telah menjadi tokoh polarisasi di seluruh dunia tetapi dia populer di negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Kenya, menurut jajak pendapat Pew Research yang dirilis pada bulan Januari, di mana para pendukung tampaknya tidak peduli bahwa dia dilaporkan menyebut negara-negara Afrika sebagai “bajingan” pada 2018.
baik Nigeria dan Kenya adalah negara yang sangat religius.

Gereja-gereja besar berkembang biak di selatan Kristen Nigeria – negara terpadat di Afrika – dan di Kenya banyak politisi pergi ke khotbah gereja untuk berbicara kepada pendukung mereka, begitulah popularitas mereka.

Dengan Trump duduk di barisan depan di Gereja Internasional non-denominasi Las Vegas, pendeta senior, Denise Goulet, berkata bahwa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa presiden adalah biji matanya dan akan mengamankan masa jabatan kedua.

“Pada pukul 4:30, Tuhan berkata kepada saya, ‘Saya akan memberi presiden Anda kemenangan kedua,'” katanya, memberi tahu Trump, “Anda akan menjadi presiden lagi.”

0Shares