ESENSINEWS.com – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (27/10/2020), mengatakan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) global turun 49 persen pada paruh pertama tahun 2020 dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut akan semakin tajam, mencapai 40 persen pada tahun ini, didorong oleh kekhawatiran akan resesi yang dalam.

Reuters melaporkan, badan PBB yang menangani isu perdagangan, investasi dan pembangunan, UNCTAD, dalam laporannya mengatakan arus FDI ke ekonomi Eropa berubah negatif untuk pertama kalinya, turun menjadi minus $ 7 miliar dari $ 202 miliar. Arus ke Amerika Serikat turun 61 persen menjadi $ 51 miliar.

FDI global turun menjadi $ 399 miliar karena perusahaan multinasional menunda investasi untuk menghemat uang.

“Arus FDI global untuk paruh pertama tahun ini turun hampir setengahnya … Itu lebih drastis dari yang kami perkirakan sepanjang tahun,” kata James Zhan, Direktur Divisi Investasi dan Perusahaan UNCTAD.

Menurut Zhan, arus tersebut diperkirakan akan menurun 30-40 persen pada tahun ini dan pada level “cukup” pada 2021, sebesar 5-10 persen.

Angka tersebut mencakup merger dan akuisisi lintas batas, proyek investasi greenfield baru, dan kesepakatan pembiayaan proyek.

Laporan tersebut mengatakan negara-negara industri, yang biasanya menyumbang sekitar 80 persen dari transaksi global adalah pihak yang paling terpukul, dengan aliran turun menjadi $ 98 miliar. Level ini terakhir terjadi pada 1994.

Di antara penerima FDI utama pada tahun 2019, aliran menurun paling kuat terjadi di Italia, Amerika Serikat, Brasil, dan Australia. Sedangkan China, menurut Zhan, malah melawan arus.

 

 

Sumber : VOA

ESENSINEWS.com – Sebuah rumah berarsitektur era kolonial berdiri tegak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta. Di sinilah tempat lebih dari 700 pemuda dari berbagai daerah berkumpul pada 28 Oktober 1928 untuk menghadiri Kongres Pemuda kedua.

Rumah ini sejatinya adalah rumah indekos sejumlah pemuda yang belakangan berperan penting dalam sejarah Indonesia.

Beberapa di antara mereka adalah Ketua Kongres Pemuda II, Sugondo Djojopoespito; Muhammad Yamin, perumus naskah atau ikrar Sumpah Pemuda; hingga salah satu pentolan Partai Komunis Indonesia, Amir Syarifuddin.

sumpah pemuda
Keterangan gambar,Bangunan Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya 106.

Seringnya para pemuda berinteraksi memunculkan gagasan untuk mendiskusikan masa depan bangsa di bawah penjajahan Belanda. Dari situlah mereka punya inisiatif untuk mengadakan Kongres Pemuda pertama pada 1926, lantas kongres kedua pada 1928 yang melahirkan tiga ikrar.

“Setelah rumah kos ini mulai ditinggali oleh Muhamad Yamin, Amir Syarifudin, dan Soegondo Djojopuspito mereka itu mendirikan perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia atau PPPI,” papar Eko Septian Saputra selaku Kurator Museum Sumpah Pemuda.

Eko menjelaskan rumah di Jalan Kramat Raya 106 itu dijadikan kantor PPPI mulai tahun 1926.

“Banyaknya perkumpulan, aktivitas, diskusi kebangsaan di sini, dari situlah mereka punya inisiatif bagaimana masa depan bangsa yang di bawah penjajahan Belanda itu dengan mengadakan Kongres Pemuda I. Kongres Pemuda I ini merupakan cikal bakal adanya Kongres Pemuda kedua 1928,” kata Eko.

sumpah pemuda

Berkumpulnya para pemuda menimbulkan risiko bagi mereka maupun sang pemilik rumah kos, yakni seorang Tionghoa bernama Sie Kong Lian.

Pasalnya, para intel pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu gencar mengawasi gerakan pembangkangan.

“Bayangkan pemuda-pemuda di sini diskusi seharian soal kebangsaan. Seandainya itu Sie Kong Lian sudah merasa membahayakan dirinya, mungkin dia inisatif, diusir saja para pemuda itu, tapi ternyata tidak kan, nyatanya Sie Kong Lian memberi ruang buat para pemuda untuk tinggal, berdiskusi, dan semuanya leluasa begitu saja,” jelas Eko.

kramat
Keterangan gambar,Rumah kos di Jalan Kramat Raya saat itu terbilang strategis. Selain dekat dengan STOVIA, jalan itu dilalui trem.

Saat masih hidup, Sie Kong Lian tinggal di rumahnya yang terletak di Jalan Senen Raya, sekitar 800 meter dari rumah kos di Jalan Kramat Raya 106.

Kini rumah tersebut dijadikan tempat praktek cucu dan cicitnya yang berprofesi sebagai dokter. Saya mengunjungi rumah itu dan bertemu dengan Yanti Silman, cucu Sie Kong Lian.

“Kakek saya hidup dan meninggal di rumah ini. Dia meninggal tahun 1954. Kakek saya dulu usaha jual beli kasur kapuk, tokonya ada di lokasi yang sekarang jadi Segitiga Senen.

Dia juga punya banyak kos-kosan, salah satunya di Jalan Kramat Raya 106. Sebelum meninggal, rumah itu diwariskan, dibagi ke anak-anaknya,” papar Yanti Silman.

sumpah pemuda
Rumah di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta sejatinya adalah rumah kos yang ditempati sejumlah pemuda yang belakangan berperan penting dalam sejarah Indonesia.

Di museum, tidak ada satu pun foto Sie Kong Lian yang terpasang. Pihak museum berdalih, selama ini kehilangan jejak Sie Kong Lian dan keluarganya. Beberapa informasi dan foto-foto yang selama ini beredar di internet pun tidak akurat.

“Beberapa foto yang memang saat itu banyak beredar di internet, itu informasinya cukup menyesatkan. Kenapa? Karena memang yang dipublikasikan itu bukan Sie Kong Lian. Parahnya malah, foto yang dipublikasikan itu adalah foto pengusaha salah satu bank kenamaan, yaitu Liem Sioe Liong,” papar Eko.

Kesalahan fatal di internet itulah, yang akhirnya membuat keturunan Sie Kong Lian mulai bergerak, 2018 lalu. Keluarga mulai mengumpulkan bukti, dan akhirnya menemukan berkas asli untuk ditunjukkan kepada pihak museum, bahwa mereka adalah keturunan Sie Kong Lian.

“Jadi kita coba bongkar, di Jalan Senen Raya 40, rumah Sie Kong Lian yang dulu. Ada satu kotak penyimpanan.

“Ternyata masih ada, kebetulan akta waris. Di dalam akta waris itu, menyatakan bahwa Kramat Raya 106, alias Museum Sumpah Pemuda ini memang diwariskan kepada tiga anak Sie Kong Lian ini,” jelas cicit Sie Kong Lian, Christian Silman.

sumpah pemuda
Keterangan gambar,Akta waris rumah Jalan Kramat Raya 106 dari Sie Kong Lian kepada anak-anaknya.

Pihak museum menyatakan, di Badan Pertanahan Nasional atau BPN, sertifikat bangunan Museum Sumpah Pemuda masih atas nama Sie Hok Liang atau Dr Yuliar Silman, salah satu anak dan ahli waris dari Sie Kong Lian.

Yanti Silman adalah anak dari Sie Hok Liang atau Dr Yuliar Silman, yang punya hak waris atas bangunan museum itu.

“Yang terakhir, kita tahu dari ayah, Sie Kong Lian berpesan bahwa rumah itu jangan dijual. Itu saja. Jadi ayah kita berpesan ke kita, itu rumah (museum) kita hibahkan ke negara,” kata cucu Sie Kong Lian, Yanti Silman.

“Kita ingin ada satu tempat atau ruangan, di mana ada foto kakek saya yang dipajang. Ini sebenarnya untuk sejarah. Biarpun saya lahir sebagai etnis Tionghoa, tapi saya tetap orang Indonesia. Supaya dikenang lah,” tambahnya.

Peran etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemdua sejatinya tidak berhenti pada Sie Kong Lian, sang pemilik pondokan.

Sejarah mencatat terdapat empat pemuda peranakan Tionghoa yang menghadiri Kongres Pemuda kedua. Mereka adalah Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Liauw Tjoan Hok, dan Tjio Djin Kwie.

Di luar Kongres Pemuda II, surat kabar berbahasa Melayu-Tionghoa, Sin Po, yang pertama kali memuat teks dan notasi lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman pada 10 November 1928.

Pengunjung mengamati koleksi Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Jumat (26/10/). Masyarakat ramai mengunjungi museum ini menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 yang jatuh pada Minggu 28 Oktober 2018.
Keterangan gambar,Diorama Wage Rudolf Supratman saat memainkan lagu ‘Indonesia’ dalam Kongres Pemuda II. Lagu tersebut belakangan menjadi lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.
Sumber : BBC

ESENSINEWS.com – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan dirinya sering dijegal oleh Jusuf Kalla setiap hendak diangkat menjadi menteri pembantu presiden. Hal itu terjadi beberapa kali di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rizal bercerita, dirinya sempat akan diangkat menjadi Menteri Ekonomi saat pemerintahan periode pertama Jokowi. Namun niatan itu tidak direstui Jusuf Kalla yang saat itu menjabat wakil presiden.

“Waktu dia [Jokowi] jadi presiden, dia maunya Rizal Ramli jadi menteri ekonomi. Tapi, JK [Jusuf Kalla] selalu blok saya. Pokoknya JK tidak mau Rizal pegang ekonomi dan keuangan,” kata Rizal dikutip dari Youtube Karni Ilyas Club, Minggu (25/10/2020).

Kondisi serupa juga terjadi ketika Presiden SBY memintanya untuk mengisi posisi Menteri Ekonomi. Namun permintaan itu juga diganjal oleh Jusuf Kalla yang juga menjabat wakil presiden saat itu.

Menurut Rizal, SBY tetap menginginkan dirinya mengisi posisi menteri di salah satu kementerian, ia pernah akan diangkat sebagai menteri keuangan, dan menteri BUMN, namun keduanya bertentangan dengan keinginan Jusuf Kalla.

“SBY sudah tanda tangan RR Menteri Ekonomi, diganjal sama JK. Abis itu SBY pertahankan jadi menteri keuangan, dia [JK] tak setuju lagi, akhirnya SBY minta RR jadi menteri BUMN, dia [JK] tak setuju, last minute ditunjuk jadi menteri perindustrian kabinet SBY pertama, saya nolak, itu bukan keunggulan kita, terima kasih dah,” tutur Rizal.

Rizal menceritakan bagaimana dirinya bisa diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman setelah setahun pemerintahan Jokowi periode 2015-2019.

Kala itu, ia diundang ke Istana Bogor oleh Jokowi. Saat kedatangannya ke Istana Bogor, Rizal mengaku tidak dijamu seperti tamu lainnya yang diundang ke istana. Saat itu, Jokowi beralasan takut pertemuannya dengan Rizal Ramli di Istana Bogor bocor keluar.

“Mas Rizal, ini enggak ada ubi atau kue pagi-pagi. Karena saya suruh keluar semua, saya takut bocor pertemuan kita ini,” ujar Rizal Ramli menirukan ucapan Jokowi saat itu.

Permintaan Jokowi saat itu kepada Rizal Ramli agar membantunya sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal mengaku menolak jabatan itu karena bukan keunggulannya. Ia juga memberikan daftar nama-nama yang dirasa lebih cocok mengisi posisi Menko Kemaritiman kepada Jokowi.

Rizal mengatakan hanya ingin membantu Jokowi di luar pemerintahan. Ia juga mengaku siap membantu Jokowi menyumbangkan gagasannya jika diperlukan. Namun Jokowi menolaknya dan tetap menginginkan Rizal sebagai Menko Kemaritiman.

“Jokowi bilang: mas Rizal, yang minta tolong itu bukan saya Jokowi presiden. Siapa sih saya dibanding mas Rizal, pengalaman, jam terbang. Yang minta tolong ini rakyat Indonesia yang ingin hidupnya lebih baik,” ujar Rizal.

Sesudah ucapan Jokowi tersebut, Rizal mengaku luluh dan akhirnya bersedia membantu Jokowi sebagai Menko Kemaritiman.

“Karena dia ngomong gitu, akhirnya ya sudah saya ambil hikmahnya. Tapi, dengan satu syarat ya, enggak lapor-lapor sama pak JK,” tutur Rizal.

Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo pada 12 Agustus 2015. Namun posisi itu didudukinya hanya selama satu tahun, ia dicopot pada 27 Juli 2016 dan digantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

ESENSINEWS.com – So far, the competition for Republican Party champion Donald Trump and his toughest opponent for former Vice President in the Obama era, Joe Biden, is quite tight.

According to international political expert Jerry Massie Battleground States and Swing States will determine the Presidential Election (Presidential Election) of the United States (US) 2020.

“This will be a granary for the incumbent Donald Trump and Joe Biden. But in a number of battleground states  , Trump has so far won by displacing Joe Biden in Ohio, Arizona, Georgia Florida, North Carolina and Pennsylvania, “said the Director of Political and Public Policy Studies (P3S).

In addition, said Jerry, the former Real Estate King is a +2 point lead in North Carolina from (16) Electoral College from Biden. Likewise in Florida (29) Electoral College Trump won by +4 points.

“The state of Georgia (16) Trump leaves behind his competitors from +4 Democrats, Arizona (11 EC), Trump has a +1 point lead. Meanwhile, a survey from the University of Houston Texas (38-EC) representatives of the Republic left Biden by a +5 difference, while the NYT / Siena Trump survey institute was winning +4 points, “said Jerry.

Perhaps the two constituencies that were controlled by the Republican Party in 2016, namely, Wisconsin and Michigan in the 2020 presidential election will be won by the Democratic Party. The reason is, from a number of surveys Trump has not been able to compete with the presidential candidate from the US first state , namely Delaware Joe Biden.

Meanwhile, the American political researcher said it was clear that a survey conducted by the University of New Hamphire (UNH) in the state of New Hamphire Biden had a big margin of +12. Exactly the survey from PAN Atlantic in Maine Biden leads +10 and BDN +11, in Virginia a survey from the Washington Post where Trump is far behind by +11 points.

“But overall, Trump will narrowly lead 279 out of 538 electoral colleges. But for the popular votes, this Republican candidate will lose. At least the difference is between 2-3 million voters, “he said.

SUPERIOR DEMOCRATES IN THE STATE:

1. Virginia (15)
2. New York (29)
3. California (55)
4. Washington Seattle (12)
5. Oregon (7)
6. Maine (4)
7. Delaware (3)
8. New Jersey (14 )
9. Maryland (10)
10. Washington DC (3)
11. Massachusetts (11)
12 Connecticut (7)
13. Colorado (9)
14. New Mexico (5)
15. Minnessota (10)
16. Illinois (20)
17. Rhode Islands (4)
18 Wisconsin (10)
19. Hawaii (4)
20 Michigan (16)
21.Vermont (3)
22 New Hamphire (4)

SUPERIOR REPUBLIC OF THE STATE:

1. Florida (29)
2. Texas (38)
3. Ohio (18)
4. North Carolina (16)
5. South Carolina (9)
6. Kentucky (8)
7. Montana (3)
8. Arkansas (6)
9. Nebraska (5)
10. Mississippi (6)
11. Louisiana (8)
12. Indiana (11)
13. Missouri (10)
14. Arizona (11)
15. Utah (6)
16. Wyoming (3)
17. Tennessee (11)
18. Alabama (9)
19. Iowa (6)
20. South Dakota (3)
21. North Dakota (3)
22. West Virginia (5)
23. Pennyslavania (20)
24. Georgia (16)
25 Alaska (3)
26. Idaho (4)
27. Oklahoma (7)
28. Kansas (6)

Trump narrowly won 279 EC.

Trump’s latest survey leads in (Florida +4), (North Carolina +2) (Texas +5) (Pennyslavania +2), (Arizona +1), (Georgia +4), (Iowa +2), (Ohio +3 )

ESENSINEWS.com – Kandidat Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan paslon No Urut 01 Rahayu Saraswati Djojohadikusumo akan segera membawa ke jalur hukum terkait viralnya di medsos Facebook foto lima tahun lalu, saat mengandung anak pertama, disertai tulisan yang melecehkan dirinya selaku kaum hawa.

Hal ini disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Resto Anggrek Jl. Raya Victor No.81, Buaran, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (27/10/2020).

Berawal viralnya tulisan di akun Facebook “BANG DJOEL“, dengan tulisan yang melontarkan kalimat bernada Penghinaan dan Pencemaran Nama baik yang dengan sengaja dikirimkan ke Group Facebook yaitu “Group Tangsel Rumah Dan Kota Kita“,yang ditujukan kepada Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Saraswati dengan tegas mengatakan, tulisan di medsos dengan akun Facebook “BANG DJOEL” itu jelas mengarah dan ditujukan kepada saya. Dan di dalam tulisan di akun itu, sudah memuat unsur pelecehan seksual dengan kata “coblos udelnya”.

Selain itu, kata Saraswati akun itu telah disebarluaskan tanpa seijin dirinya, terkait foto 5 tahun lalu. Bahkan ada lanjutan kata yang ditulis.

“Yang Mau Coblos udelnya Silahkan. Udel Udah Diumbar. Pantaskah Jadi Panutan Apalagi Pemimpin Tangsel?”

Hal ini jelas dikaitkan dengan pencalonan diri saya sebagai Wakil Walikota Tangerang Selatan Nomor Urut 01. Diduga ini bentuk “black campaign” atau kampanye hitam. Keberadaan akun ini diduga kuat melakukan kampanye politik hitam berbasis pelecehan seksual terhadap diri saya,” jelasnya.

Sangat jelas konten yang diangkat itu, digunakan untuk menyerang saya dengan foto saya sebagai ibu hamil. Menurut saya, kata-kata yang ditulis dalam akun tersebut, sangat melecehkan anatomi seorang ibu mengandung.

“Ini tidak menghormati martabat secara keseluruhan perempuan yang diposisikan mulia sebagai ibu yang melahirkan para generasi penerus bangsa.”ucapnya.

Sebagai aktivis anti perdagangan manusia dan aktivis perempuan dan anak, lanjut Saraswati menambahkan, ini merupakan bagian advokasi yang kami para pejuang perempuan lakukan guna memperjuangkan masa depan perempuan di Indonesia.

“Keputusan saya untuk menggugat juga didukung tokoh-tokoh perempuan lintas partai dan organisasi,”tegasnya.

“Mencermati kasus ini, menumbuhkan tekad saya untuk terus memperjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dimana sampai saat ini, hukum yang berlaku belum ada memberikan kepastian penegakan hukum dari segi perlindungan korban kekerasan seksual baik secara verbal di media daring,” pungkas Saraswati.

Sementara itu, Maulana Bungaran, SH, MH selaku Ketua Tim Advokasi Hukum Muhamad-Saraswati mengatakan, tulisan di medsos FB selain bernada Penghinaan, Pelecehan dan Pencemaran nama baik, juga sudah menyerang kehormatan perempuan yang kami duga dilakukan pemilik akun Facebook “BANG DJOEL”,

“Ini jelas perbuatan yang bertentangan dengan hukum,”kata Maulana Bungaran.

Menurut Maulana, sesuai Pasal 27 ayat (1) UU IT bahwa “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan”.

Menurut Maulana, tulisan di Facebook dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan Pidana, sesuai KUHP Pasal 281, dapat diancam dengan PIDANA penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:
1. Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan,
2. Barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada disitu bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.

Sebagaimana di Pasal 27 ayat (3), dan Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, menyatakan,
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau mentrasmisiskan san/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan /atau pencemaran nama baik”

Karena itu, kata Maulana, berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU IT, kualifikasi perbuatan Akun Facebook “BANG DJOEL” sangat jelas dapat dihukum dengan menggunakan pasal ini.

“Tindakan yang dilakukan dengan sengaja dan disebarkan dimuka umum dengan menggunakan fasilitas internet dalam hal ini menggunakan media Facebook,”pungkasnya.

ESENSINEWS.com –  Hari ini, segenap rakyat Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda Rabu (28/10/2020). Pada 28 Oktober 1928 silam dimana seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dimanapun berada, bersatu padu dalam sebuah sumpah, ‘Sumpah Pemuda’, yang dicetuskan oleh para pemuda dan pemudi pada masa pergerakan kemerdekaan.

Dimasa itu, para pemuda-pemudi tampil didepan menjadi agen dan motor perubahan nasib serta penentu masa depan bangsa, yang lama terpuruk dalam belenggu kolonialisme penjajah. Hal tersebut dituturkan ketua KPK Firli Bahuri, Rabu (28/10/2020) di Jakarta.

Firli juga mengungkap bahwa sumpah pemuda yang digelorakan para pemuda dan pemudi kala itu, telah membakar bara semangat persatuan dan kesatuan dalam diri seluruh bangsa Indonesia, yang ingin lepas dari imperialisme para penjajah dibumi pertiwi.

Dirinya memandang banyak sekali nilai-nilai serta tauladan yang dapat kita petik dari Sumpah Pemuda dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara direpublik ini.

“Tidak sedikit esensi dari Sumpah Pemuda yang mengajarkan dan menguatkan kita dalam menghadapi serta melewati ragam permasalahan bangsa, salah satunya persoalan korupsi yang masih berurat akar di negara ini,” jelasnya.

Untul itu kata dia, perlu peran aktif segenap tumpah darah Indonesia yang satu dalam upaya memberantas korupsi di negeri ini.

“Butuh dukungan seluruh eksponen bangsa Indonesia yang berpadu dalam upaya melesakkan pedang keadilan tepat ke jantung dan urat nadi laten korupsi, serta perlu 1 bahasa ‘Anti Korupsi’ agar kejahatan kemanusiaan (korupsi) ini benar-benar sirna dari bumi pertiwi,” ujar Firli Bahuri.

Lanjut kata jenderal bintang tiga ini, cita-cita, harapan dan impian rakyat Indonesia untuk lepas dari cengkraman penjajah bernama korupsi, Insya Allah akan menjadi kenyataan apabila segenap bangsa dinegeri ini khususnya generasi muda benar-benar mengamalkan nilai-nilai dan esensi yang terkandung didalam setiap butir Sumpah Pemuda.

Sejenak, dirinya kembali teringat kata-kata Proklamator, Bung Karno, “Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Beri aku 10 pemuda akan kuguncangkan dunia”.

Kata-kata itu menunjukkan betapa hebat, kuat dan berpengaruhnya para pemuda terhadap perubahan dunia, khususnya masa depan bangsa, negara dan tanah airnya.

“Insya Allah, para pemuda dan pemudi kita akan menjadi penerus cita-cita dan harapan Founding Fathers kita, dimana negara ini dapat melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan menjadi Pemuda Pemudi Anti Korupsi,” tegas dia.

Dalam kesempatan hari sumpah pemuda ini, Ketua KPK Firli Bahuri juga menyampaikan pesan kepada para pemuda dan pemudi Indonesia zaman now, pergunakan dan isi waktu muda kalian dengan hal-hal baik, tanamkan selalu nilai-nilai agama dan kejujuran dalam diri untuk membentuk serta memperkuat Integritas.

Sementara kata mantan Kapolda Sulmsel ini, selalu patrikan semangat Sumpah Pemuda dalam jiwa, raga dan fikiran, agar memandang keragaman sebagai kekuatan dan ke-bhinekaan sebagai kesatuan untuk menyongsong masa depan yang semakin baik, Indonesia maju, Indonesia sejahtera, Indonesia cerdas, Indonesia bebas dan bersih dari korupsi. Tutup Ketua KPK Firli Bahuri

.

Jaringan Muda Kebangsaan menggelar acara Doa Kebangsaan Pemuda Lintas Agama di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat

ESENSINEWS.COM, JAKARTA – Menyambut momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 92 tahun, Puluhan pemuda yang tergabung dalam Jaringan Muda Kebangsaan menggelar acara Doa Kebangsaan Pemuda Lintas Agama di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat,

Doa Kebangsaan ini dihadiri oleh puluhan kaum muda lintas agama yang peduli terhadap situasi kebangsaan akhir – akhir ini.

Yandi selaku Perwakilan Pemuda dari Agama Kristen menyampaikan bahwa Doa Kebangsaan ini digelar untuk mendoakan keselamatan para pemimpin Bangsa dan rakyat agar terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

 

Fransiskus Dandy Selaku Perwakilan dari Agama Katholik menyampaikan Doa Kebangsaan ini dilaksanakan untuk mendoakan para Pemimpin Bangsa dan Rakyat Indonesia, agar terus diberikan rahmat dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Terkhusus tentunya kami mendoakan Bapak Jokowi dan Kyai Maaruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden agar terus diberikan hikmat dan rahmat dalam memimpin bangsa ini”, Kata Dandy di Patung Kuda, Selasa, 27/10/2020.

 

Sedangkan Zaren yang mewakili Agama Buddha menyampaikan bahwa ” ini bentuk konkrit kami dalam mendukung dan mengawal pemerintahan, jangan sampai sistem demokrasi di Negara kita jadi Kebablasan, Hoax dan SARA adalah musuh bersama kita hari ini” ujarnya.

Sementara M. Solehun mewakili Pemuda dari Agama Muslim, mengatakan lilin ini sebagai simbol, bahwa aparat keamanan polisi maupun TNI telah berjuang sekuat tenaga untuk menjaga stabilitas negara kita, kami mendukung Aparat Kepolisian dan TNI untuk selalu menjaga keamanan dan kondusifitas negara, agar negara kita tetap selalu aman, damai dan tentram.

“Selain memanjatkan doa untuk keselamatan Bangsa, Dari pantauan awak media di lapangan terlihat puluhan kaum muda ini bergantian menyampaikan orasinya sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah agar terus bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ” ujar Solehun.

Di akhir acara Doa Kebangsaan ini, mereka menyampaikan sejumlah Seruan Kebangsaan yakni:

1. Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Indonesia Untuk Bergotong Royong Mendukung Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Pandemi Covid 19

2.Mengecam Keras Pihak – Pihak Yang Mencoba Merongrong Pemerintahan Yang Sah

3.Mendukung Polri Bersama TNI Untuk Menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Bangsa

4.Mendukung Pelaksanaan Pilkada Tanggal 9 Desember 2020 Dengan Wajib Menjalankan Protokol Kesehatan

ESENSINEWS.COM, JAKARTA –  Dugaan Investasi Bodong kembali mencuat. Kali ini dialami korban bernama Diana Puspitasari. Di tahun 2018, Diana yang tinggal di Jakarta Timur ini, membeli property senilai Rp 300.000.000 dari PT Luxor Merpati Abadi Sejahtera yang beralamat di AIA Central, 39th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 48A, Jakarta.

Meski kantor pemasarannya ada di Jakarta, namun property berupa kondotel yang dibeli oleh Diana berada di Bali.

“Waktu itu saya percaya saja, lalu membeli unit dengan sistem sharing unit, harga transaksi sebesar 300 juta rupiah pada tanggal 20 Februari 2016. Pada tahun 2018, saya sudah melunasi seluruh tagihan pembelian. Setelah lunas mulai aneh di situ,” ujar Diana Puspitasari yang didampingi oleh suaminya Yohanes Edison.

Menurut Diana, setelah pelunasan harga pembelian sharing unit tersebut, pihak Luxor tidak memberikan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tetapi hanya memberikan Perjanjian Kerjasama Investasi Bagian Unit Kondotel D’LUXOR RAYA KUTA.

Lebih parah lagi, pihak pembeli disebutkan hanya mempunyai hak atas penghasilan yang nantinya diperoleh dari Bagian Unit Kondotel D’Luxor dan tidak berhak dalam hal kepemilikan.

“Ini sangat aneh, saya beli kondotel, tetapi saya bukan pemilik kondotel tersebut. Ujung-ujungnya hanya dibilang investasi. Ini permainan, kami tidak bisa terima diperlakukan seperti ini, ” tegas Diana yang rencananya segera mengadukan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

“Kami hanya menuntut satu hal, yaitu uang yang sudah kami serahkan untuk membeli unit kondotel itu, senilai 300 juta agar dikembalikan saja. Kami tidak mau tertipu lebih jauh lagi dalam pemainan ini.”

Dalam kasus dugaan investasi bodong ini, korban diduga cukup banyak. Tetapi yang sudah mengadukan nasibnya baru Diana Puspitasari bersama suaminya Yohanes Edison, didampingi kuasa hukumnya Enggar Bawono SH. Saat ini beberapa nasabah sudah berkomunikasi untuk sama-sama mengadukan nasibnya ke OJK.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.