9 agregator UMKM yang mengerjakan pesanan masker itu merupakan pelaku usaha yang melibatkan UMK binaan dalam proses produksinya, dan melakukan quality control terhadap produk yang dihasilkan oleh UMK binaannya. Tujuan menggunakan agregator ini adalah untuk memudahkan pengadaan, sekaligus mendorong usaha kecil agar tidak berdiri sendiri, melainkan membangun usaha kolektif dalam skala khusus.

“Saya kira ini embrio yang bagus; biasanya kalau ada agregatornya, ke depannya bisa menjadi off taker untuk produk mereka, sehingga pembiayaan bisa lebih mudah diakses oleh usaha mikro dan kecil, termasuk untuk pengembangan produk,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers Sinergi Pengadaan Masker Produk UKM, Selasa (20/10/2020).

Agregator UMKM tersebut di antaranya adalah PT. Inspirasi Sinergi Nusantara (Karya Nusantara), PT. Mardohar Catur Tunggal Gaya, PT. Gendhis Mitra Kinarya, PT. Eco Fesyen Indonesia, PT. Moratas Guna Abadi, PT. Sakura Naguri Graphic, PT. Putra Pratama Satria, CV. Alphie, dan CV. Kyrs.

Dari 9 agregator, 2 di antaranya melibatkan Usaha Mikro Kecil (UMK) difabel, yakni PT Inspirasi Sinergi Nusantara yang melibatkan 12 orang tuna rungu di Jawa Timur dan 10 orang tuna daksa di Bekasi. Selanjutnya yaitu PT Eco Fesyen Indonesia, yang melibatkan 20 orang tuna daksa di DI Yogyakarta, yang sebagian besar merupakan atlet paralympic.

KemenkopUKM melakukan inisiasi bersama Kemenkes dalam pengadaan masker yang diproduksi oleh UMKM. Program ini diharapkan mampu membangkitkan kembali usaha UMKM yang terdampak, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker kain, karena masker kain diklaim cukup efektif untuk menghambat penyebaran virus Covid-19.

“Lalu Kementerian Kesehatan melakukan pemesanan masker sebanyak 27 juta potong, atau senilai Rp150 miliar, yang akan didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia,” papar Teten.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Kemenkes pada 11 September 2020 telah melakukan pemesanan masker kepada agregator UMKM, yang direkomendasikan oleh KemenkopUKM. “Spesifikasi masker pesanan Kemenkes itu merupakan masker tiga lapis sesuai standar WHO, yang terdiri dari tiga jenis, yakni polos, sublime, dan batik/tenun,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto menyampaikan apresiasi kepada pelaku UMKM yang mampu memproduksi masker kain dengan kualitas baik, meski dalam jumlah besar. Yurianto mengungkapkan bahwa masker kain buatan UMKM sudah memenuhi standar.

“Kami bangga, produk yang diproduksi UMKM memenuhi persyaratan yang kami standarkan, dan kualitasnya juga bagus, nyaman untuk dipakai. Kami sudah mengambil beberapa sampelnya,” ungkap Yurianto.

Ke depan, kerja sama pengadaan masker kain dengan melibatkan KemenkopUKM maupun agregator UMKM akan terus dilakukan, seiring dengan meningkatkan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan masker kain. Di samping itu, juga karena kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah semakin tinggi.

“Masker ini masih tetap kita butuhkan, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini kita harus melindungi saluran nafas kita. Penggunaan masker ini akan terus kita kampanyekan, bahkan perhitungan kami hingga tahun 2022 pun kita masih menggunakan masker,” katanya.

Direktur Utama PT Inspirasi Sinergi Nusantara Deasy Nurmalasary mengatakan, kerja sama pengadaan masker kain ini sangat membantu UMKM menjadi lebih produktif di tengah pandemi Covid-19. Ia menyadari bahwa persaingan usaha masker dengan pelaku usaha besar maupun industri sangat terbuka, namun ia yakin produk UMKM lah yang paling diminati pasar.

 

 

Sumber : Harianterbit.com

ESENSINEWS.com – Seorang pria di Inggris dipenjara tiga tahun setelah kedapatan berhubungan seks dengan sejumlah ayam peliharaannya.

Melansir News.com.au, Rabu (21/10/2020), Vole Rehan Baig dinyatakan bersalah telah melakukan serangan seksual terhadap ayam-ayam peliharaannya.

Saat insiden itu terjadi, Rehan disebutkan juga tengah melakukan hubungan intim dengan istrinya, Haleema.

Berdasarkan laporan pengadilan, sang istri merekam aktivitas seksual Rehan dengan ayam yang dilakukan di rubanah rumah mereka.

Hal itu direkam agar pasangan ini bisa menonton kembali. Ayah empat anak ini menyimpan rekaman di komputer rumhanya di folder berjudul video keluarga.

Jaksa Abigail Langford mengatakan petugas dari National Crime Agency (NCA) menggerebek rumah pasangan itu yang terletak di West Yorkshire pada Juli 2019, setelah mendapatkan pengaduan.

Abigail menyebut dari barang bukti yang disita, penyelidik mendapati sebuah video Rehan yang melakukan hubungan seks dengan beberapa ayamnya.

“Setelah melihat video, jelas bahwa mereka difilimkan di ruang bawah tanah rumah,” ujar Abigail.

Dari rekaman juga diketahui pasangan ini berhubungan badan setelah Rehan menyerang ayam-ayamnya.

Video lain bahkan menunjukkann pria berusia 37 tahun ini melakukan kegiatan seksual dengan ayam yang sudah mati, sesaat sebelum membuang hewan itu ke tempat sampah.

Video lain bahkan menunjukkann pria berusia 37 tahun ini melakukan kegiatan seksual dengan ayam yang sudah mati, sesaat sebelum membuang hewan itu ke tempat sampah.Selain dengan ayam, ayah itu juga disebutkan melakukan aktivitas seksual dengan seekor anjing.

“Berdasarkan bukti yang disita juga ditemukan sejumlah gambar tidak senonoh anak-anak,” kata jaksa.

 

ESENSINEWS.com – Para pakar kesehatan pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan, Selasa (20/10/2020), mengatakan tingkat kematian akibat virus corona pada warga Hispanik, kulit hitam, dan Amerika keturunan Asia di AS lebih tinggi secara tidak proporsional dibandingkan dengan orang kulit putih.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) dalam laporan baru mengatakan dari akhir Januari — ketika pandemi pertama kali menghantam AS dari China dan Eropa — hingga awal Oktober, kematian warga kulit putih sekitar 12 persen lebih tinggi daripada bulan yang sama empat tahun berturut-turut sebelumnya.

Namun, CDC mengatakan kematian orang Hispanik dalam periode yang sama pada 2020 itu 53,6 persen lebih tinggi daripada dalam beberapa tahun terakhir. Sementara Kematian orang kulit hitam naik 32,9 persen dan orang Amerika keturunan Asia sebesar 36,6 persen.

“Peningkatan yang tidak proporsional di antara kelompok ras dan etnis tertentu ini konsisten dengan perbedaan yang dicatat dalam kematian Covid-19,” kata CDC.

Badan kesehatan federal itu mengatakan persentase peningkatan kematian terbesar tampak di antara individu berusia 25 hingga 44 tahun. Jumlah yang mencolok tampak pada orang di bawah usia 25, bernasib paling baik dengan pertambahan kematian hanya 841.

Jumlah total kematian berlebih dibandingkan beberapa tahun terakhir, berkisar dari 841 kematian untuk orang yang lebih muda dari 25 tahun sampai 94.646 di antara mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun.

Menurut Universitas Johns Hopkins, AS sekarang telah mencatat lebih dari 220 ribu kematian akibat virus corona dan 8,2 juta infeksi. Kedua angka tersebut adalah yang tertinggi di dunia.

 

Sumber : VOA

ESENSINEWS.com – Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto berjanji akan menyampaikan aspirasi para buruh ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai UU Cipta Kerja.

Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat berorasi di hadapan ratusan buruh di Balai Kota Bogor, Rabu (21/10/2020).

“Kita akan bawa aspirasi ini bersama APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), dan akan menyampaikan hal ini ke Presiden, agar semuanya jelas, dan tidak ada yang dirugikan sama sekali,” teriak Bima Arya.

Namun, pernyataan Bima Arya ditolak oleh ratusan buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor.

Ketua SPN Kota Bogor, Budi Mudrika mengatakan, tuntutan para buruh itu yakni mengajak kepala daerah untuk menolak UU Cipta Kerja, bukan hanya menyampaikan aspirasi.

Massa aksi dari mahasiswa kembali datang melakukan demo di sekitaran Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]
Massa aksi dari mahasiswa kembali datang melakukan demo di sekitaran Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

“Perlu saya sampaikan, buruh Kota Bogor ini khususnya SPN dalam rangka menyampaikan aspirasi terhadap kepala daerah, untuk menolak dan memberikan rekomendasi pencabutan Omnibus Law, jadi bukan hanya menyampaikan aspriasi saja,” katanya kepada wartawan di lokasi aksi.

“Saya sampaikan, khususnya dari pada SPN memohon kepada wali kota sebagai kepala daerah, ikut menolak dan mencabut Omnibus Law, terutama untuk kepentingan pribadi dan kelompok, saya sebagai pekerja itu yang intinya,” sambungnya lagi.

Tapi pada kenyataannya, kata Budi, apa yang sudah disampaikan tidak diindahkan oleh Wali Kota Bogor.

“Tetapi apa yang terjadi tadi, setelah dibacakan rekomendasi oleh kepala dinas ketenagakerjaan, ternyata orasinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” jelasnya.

Mahasiswa yang melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja dihadang Polri-TN saat terobos kawat berduri di Jalan Raya Juanda Bogor, Kamis (15/10/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]
Mahasiswa yang melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja dihadang Polri-TN saat terobos kawat berduri di Jalan Raya Juanda Bogor, Kamis (15/10/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

Menurutnya, ia akan melakukan aksi kembali kedepannya dengan massa yang lebih banyak lagi.

 

Sumber : Suara.com

ESENSINEWS.com – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio saat berbicara dalam webinar yang bertajuk : Masa Depan Penyiaran Analog (Konvensional) di Indonesia” yang digelar Political and Public Policy Studies Senin (19/10/2020) mengatakan, pemerintah tetap konsisten menjalankan UU ini dan kemudian tidak ada JR, maka 2022 diganti digital.

“Nah, apa problem? Masyarakat banyak yang belum tahu apa itu penyiaran digital. Di Lombok, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan ini makhluk apa. Banyak orang kemudian mengatakan digital itu ya media baru, padahal kan sama sekali berbeda?” kata Agung.

Namun jelas Agung, sejauh ini masyarakat belum tahu migrasi itu apa? Ini memang persoalan mendasar. Kami memang meminta Kemkominfo untuk melakukan sosialisasi lebih masif tentang digital ini.

“Saya baru dari Lampung, di sana dalam konteks pengawasan penyiaran Pilkada. Kami kumpulkan semua lembaga penyiaran. Mereka mengeluh kepada KPI karena mereka tidak mendapatkan porsi yang sama alokasi iklan kampanye di media penyiaran. Tapi sekarang iklannya justru dialokasikan ke media baru,” jelas pria asal Palembang Sumsel ini.

Menurutnya, LP itu mengeluh mereka ijinnya 5 dan 10 tahun, ijinnya rumit, mereka juga harus bayar pajak, dan diawasi KPI.

Sementara kata dia, media baru tidak seperti itu. Jadi mereka bebas saja. Kalau kita membaca survey Nielsen, hoaks itu banyak beredar di media baru.

Disamping itu ujarnya, mereka sendiri mengatakan eksistensi media baru itu tampaknya sudah diakui pemerintah. LP diikat regulasi yang ketat. Dari dua fenomena itu, bagaimana masa depan penyiaran analog kita?

“Saya sepakat kalau ASO itu menciptakan demokratisasi penyiaran. Dalam pengertian, TV yang tumbuh tidak lagi dikuasai oligarki. Jadi, ini memang. Kalau di penyiaran. ASO ini berusaha untuk membuat kepemilikan itu menjadi beragam. Itu TV-TV digital yang kepemilikannya berbeda dengan yang sekarang. ini ada masalah demokratisasi. Jadi ASO ini dalam perspekstif lain dalam konteks munculnya banyak pemilik-pemilik baru,” jelas dia.

Nah, tentu ada pertanyaan, apakah di era yang kompetitif ini mereka sanggup bertahan. Tadi Bang Don berkata content is the king. Jadi sekarang ini justru perlombaan kreatifitas bagaimana kemudian televise menciptakan konten yang diminati penontonnya.

Tanpa itu ya mereka kolaps. Saya ambil contoh Italia. Di Italia itu sudah ASO. Jadi konsepnya mirip Indonesia. Tumbuh tv ibarat jamur di musim hujan tetapi kemudian, setelah beberapa tahun berjalan, itu mati. Televisi2 yang tumbuh tadi tidak mampu berkompetisi sehingga mati. Jadi multiplekser di Italia itu ada 8, 8 kali 12, sekarang tinggal 4 multiplekser. Bangkrut. Tidak mampu bersaing. Nggak dapat iklan. Nah, ini mungkin kita bisa belajar dari Italia. Nah, di Indonesia kalau ASO itu terjadi maka yang saya khawatirkan kalau kemudian terjadi konsolidasi. Jadi, banyak TV yang tumbuh ini tidak mampu bersaing lalu kemudian menjual lisensinya kepada mereka yang memiliki modal. Jadi, konsolidasi yang kemudian membuat oligarki kembali terjadi.

“Nah, ini yang sebetulnya dikhawatirkan. Saya terus berkomunikasi dengan Kemkominfo untuk membuat PP yang cukup demokratis. Dalam pengertian begini, ketika kemudian pengusaha itu gagal, lisensinya nggak boleh dijual kepada pemilik tv yang besar. Saya nggak tahu bentuk PP nanti seperti apa. Potensi tv bersaing kedepan itu agak sulit,” tegasnya.

Beberapa TV digital yang tumbuh ini urai Agung sudah segmented.

“Bagus banget ya. Saya melihat ada Mtek grup Indosiar dan SCTV ini mengeluarkan Nazwa TV. Mungkin ke depan saya kira, yang segmented seperti itu juga diperlukan terutama karena semua itu tampak jeneral jadi yang segmented itu saya kira akan banyak peminatnya. Kalau kita membaca toeri klasik, ini mirip scumpeter dia mengatakan small is beautiful. jadi itu 24 tahun yang lau dia menulis diera global itu yang kecil justru kelihatan cantik. Ini mungkin masukan kepada mereka diindustri penyiaran yang akan terjun ke dunia penyiaran Di mana kompetisi sekarang begitu menggila”

“Yang terakhir saya kira ini cukup menarik tentang media baru. Saya berharap UU Penyiaran bisa segera direvisi mungkin tahun depan di 2021 dan memasukkan media baru di dalamnya. Saya kira kalau UU penyiaran seperti itu Kita bisa menciptakan medan pertarungan yang adil. KPI berkepentingan sebetulnya agar konten yang diterima oleh masyarakat baik dari media baru maupun lembaga penyiaran, sesuai dengan norma kebudayaan,” terang Agung.

Mungkin tandasnya, kalangan tertentu mengatakan Itu klise banget norma dan kebudayaan, Tetapi kalau kita melihat negara – negara lain di dunia ini juga mengatur itu. Australia, Turki mengatur media baru.

ESENSINEWS.com – Penangkapan sejumlah aktivis usai gelombang aksi penolakan terhadap pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja disoroti tokoh senior, DR. Rizal Ramli.

Sorotan itu tertuju pada perlakuan aparat saat penangkapan aparat Misalnya, dia mencontohkan saat deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat ditangkap. Dalam penangkapan itu ada puluhan aparat yang mendobrak masuk ke dalam kamar Jumhur. Aksi tersebut dilakukan pada pukul 04.00, di mana istri Jumhur masih mengenaikan gaun tidur.

“Jumhur sendiri luka bekas operasi empedu mau ambil obat aja nggak dikasih,” ujarnya dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne bertajuk “Setahun Jokowi-Maruf: Dari Pandemi sampai Demonstrasi”, Selasa (20/10/2020).

Menko Perekonomian era Gus Dur itu mengaku pernah menjadi tahanan di era Soeharto. Tapi dia mendapat perlakuan yang sopan.  Untuk itu, Rizal Ramli meminta kepada aparat menghormati mahasiswa dan aktivis yang ditangkap. Dia menegaskan bahwa aktivis bukan kelompok teroris yang tidak pantas diborgol saat ditangkap.

Selain itu, Rizal Ramli juga mengingatkan bahwa aktivis tidak akan jera dengan penangkapan. “Mohon maaf, tapi aktivis pergerakan itu bukan teroris dan tidak akan bikin kapok. Misalnya aktivis ditangkap gitu lalu kapok, (yang ada) teman-temannya malah makin ‘bandel’,” demikian Rizal Ramli.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.