Sabtu/24/10/2020

ESENSINEWS.com

Terluas Dalam Sajian Berita

Kapolda Papua Tegaskan akan Lakukan Penegakan Hukum Terhadap KKB

2 min read

ESENSINEWS.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kembali menegaskan bahwa pelaku penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hitadipa bukan dilakukan oleh aparat Keamanan, mengingat wilayah tersebut dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berbagai pihak juga menyebutkan penembakan itu dari TNI-Polri. Padahal di situ tidak ada anggota Kita, sebab wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok dari KKB,” ujar Kapolda Papua, Rabu (22/9/2020).

Kapolda Papua berharap agar para tokoh yang mengaku sebagai pemimpin untuk tidak berkomentar atau menuding. Ayo bersama dukung langkah-langkah penegakan hukum yang akan dilakukan oleh aparat, baik itu Polri maupun TNI.

“Saya akan melakukan pertemuan dengan Pangdam Kodam XVII Cenderawasih guna pembahasan permasalahan tersebut guna mengambil langkah cepat dalam penanganan terhadap kelompok separatis. Kita akan fokus penambahan anggota disana dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB,” terangnya.

Sembari menjelaskan, bahwa penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap seorang Pendeta di Intan Jaya sengaja di politisi oleh beberapa oknum untuk mengarah pada sidang PBB nantinya.

“Ini propaganda yang dilakukan mengingat akan digelarnya sidang PBB, dan kita semua paham tentang itu. Jadi ada beberapa pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian tersebut,” jelasnya.

Menurut Kapolda Papua sendiri bahwa sangat tidak mungkin penembakan tersebut dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Karena diketahui bersama bahwa KKB telah menguasai wilayah tersebut, namun semua kepastian itu akan dilakukan dengan olah TKP lewat mengumpulkan alat dan bukti-bukti.

“Diketahui juga beberapa teror yang dilakukan oleh KKB kini berimbas kepada penerbangan maskapai yang enggan mengangkut Aparat Keamanan TNI-Polri. Pertimbangan maskapai untuk tidak mengangkut aparat dikarenakan faktor keselamatan. Dan itu wajar saja bagi kami,” imbuhnya.

Sembari menambahkan, salah satu faktor yang menjadi kendala sehingga maskapai penerbangan enggan mengangkut aparat keamanan ialah beredarnya ancaman dan teror yang di lontarkan oleh juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambon yang berdurasi 1 menit 20 detik yang viral di media sosial pada Sabtu 19 September 2020 lalu.

“Dalam video tersebut, Sebby menyebutkan bahwa prajurit dari TNPN OPM tidak segan-segan menembaki pesawat yang mengangkut aparat keamanan,” tambah Kapolda Papua.

 

 

Editor : Jefry Karangan

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Krusial