Gedung Putih Jadi Tuan Rumah Acara Normalisasi Hubungan Israel, UEA dan Bahrain

ESENSINEWS.com – Presiden AS Donald Trump, Selasa (15/9/2020) di Gedung Putih dijadwalkan menjadi tuan rumah acara penandatanganan normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab serta Bahrain.

PM Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid al Zayani dijadwalkan menandatangani “Abraham Accord” di Halaman Selatan Gedung Putih. Perjanjian itu mulanya dicapai antara Israel dan Uni Emirat Arab pada 13 Agustus, dan Bahrain pada Jumat pekan lalu mengumumkan akan secara resmi mengakui negara Yahudi itu seperti dikutip VOA.

Bendera nasional (dari kiri) AS, Uni Emirat Arab, Israel dan Bahrain dikibarkan di sepanjang jalan, di kota resor Netanya di Israel tengah, 13 September 2020.
Bendera nasional (dari kiri) AS, Uni Emirat Arab, Israel dan Bahrain dikibarkan di sepanjang jalan, di kota resor Netanya di Israel tengah, 13 September 2020.

Berdasarkan perjanjian tersebut, PM Netanyahu telah setuju untuk menghentikan rencana menganeksasi sebagian Tepi Barat. Tetapi para pengamat menyatakan perjanjian ini merupakan isyarat lebih jauh mengenai pergeseran dinamika di Timur Tengah, dengan semakin banyak negara Arab yang semakin akrab dengan Israel, membuat Palestina terkucil.

Dana El Kurd dari Al-Shabaka, lembaga kajian Palestinian Policy Network, mengatakan kepada VOA pekan lalu bahwa perjanjian normalisasi antara Israel dan Bahrain merupakan bukti lanjutan bahwa pemerintah negara-negara Arab meninggalkan Prakarsa Perdamaian Arab 2002, tanpa menerima “sesuatu yang nyata terkait dengan dasar perjuangan dan proyek negara Palestina.”

Pemerintahan Trump membanggakan kesepakatan antara Israel, Uni Emirat Arab dan Bahrain sebagai kemenangan kebijakan luar negeri penting dalam waktu dua bulan yang tersisa menjelang pemilihan presiden 3 November mendatang.

Mantan wakil presiden Joe Biden, pesaing Trump dari partai Demokrat, mengatakan ia mendukung lebih banyak negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel sewaktu menanggapi pertanyaan VOA baru-baru ini, tetapi ia juga mengatakan bahwa ia meyakini “bahwa Israel harus bersiap-siap bekerja ke arah solusi dua negara yang sesungguhnya” dengan Palestina.

 

 

 

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jubir Covid-19 AS Tuduh Ilmuwan Pemerintah Hasut Warga untuk Lemahkan Trump

Rab Sep 16 , 2020
ESENSINEWS.com – Seorang juru bicara utama untuk virus corona menuduh para ilmuwan pemerintah Amerika “menghasut,” dan mengatakan penanganan pandemi dimaksudkan untuk melemahkan Presiden Donald Trump. Michael Caputo, asisten menteri urusan publik di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), juga mengatakan bahwa pasukan sayap kiri sedang mempersiapkan pemberontakan bersenjata jika Trump […]