Tagar #Erickout jadi Trending Topic Indonesia Lantaran Kemarahan Rakyat

ESENSINEWS.com – Ketua Forum Jurnalis Jakarta Akhmad Yuslizar mengatakan bahwa tagar #erickout adalah reaksi kemarahan masyarakat dari mundurnya perekonomian rakyat, ancaman resesi, wabah PHK dan pandemik corona yang tak berujung.

“Menteri BUMN sebagai pemimpin satgas PEN dan Covid telah gagal. Lihat saja…corona malah meningkat,’ kata Yos sapaan seperti dilansir Harianterbit.com, Senin (7/9/2020).

Dia melihat bahwa Erick lebih banyak berjanji daripada menepati janjjnya. Pernyataan ya soal vaksin corona beberapa kali berbenturan. Termasuk dengan WHO.

“Wajar klo reaksi keras sampai membuat tagar yang akhirnya jadi TTI,” katanya.

Berdasarkan pantauan pada Senin (7/9) siang, tagar #erickout menempati posisi satu dalam daftar “Trending in Indonesia” atau topik yang menjadi tren di Indonesia. Kebanyakan mereka mengunggah poster yang bernuansa penolakan bagi Erick.

Poster yang paling banyak diunggah bertajuk meme link-link berita soal janji janji Erick Thohir dalam penanganan covid, janji tidak PHK BUMN, soal rangkap jabatan, BUMN sarang kadrun, kegagalan erick memimpin Satgas Covid 19.

Setidaknya poster tersebut dicuitkan oleh ratusan akun antara lain:

@kabinethijau
@ningdijah
@kocak
@rotbak
@jokopekikbanten
@akew45
@sukardiansyah
@markonah
@cesar98
@matjibrut
@julius13
@matapanah
@gadismerak

Akun @kabinethijau misalnya mentweet
Jadi apa saja kerjamu Ketua Sargas PEN dan Satgas Covid. #erickout. Sambil menyertakan meme riset bank dunia dll

Di sisi lain akun @akew45 mentweet Jangan Sampai perekonomian hancur. Segerakan #erickout dari BUMN.

Sumber : Harianterbit
0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebanyak 1,6 Juta Pekerja Gagal Dapat Subsidi Gaji Pemerintah

Rab Sep 9 , 2020
ESENSINEWS.com – Sebanyak 1,6 juta pekerja dipastikan gagal mendapatkan bantuan subsidi gaji dari pemerintah, meski datanya sudah diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, sebanyak data 1,6 juta calon penerima bantuan subsidi gaji tersebut tidak valid. Agus mengatakan, ada dua penyebab data 1,6 […]