ESENSINEWS.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, hukum di Indonesia kerap dijadikan industri.

Hukum dibuat sedemikian rupa agar orang yang benar menjadi salah dan yang salah jadi benar.

“Seringkali di Indonesia itu hukum menjadi industri itu sendiri,” kata Mahfud saat menghadiri acara di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, dipantau melalui YouTube MK RI, Rabu (2/9/2020).

“Yang punya kesalahan disembunyikan pakai pasal ini, yang sudah punya kesalahan ada bukti ini dibuang buktinya, dimunculkan ini,” tuturnya.

Mahfud menyatakan, saat masih menjadi hakim, ia bisa saja “mengindustrikan” hukum jika memang ingin.

Sebab, sebagai hakim, ia tahu aturan mana yang dapat digunakan untuk memenangkan pihak berperkara.

Sebaliknya, Mahfud juga tahu pasal mana yang bisa dipakai untuk membuat satu pihak menjadi salah.

“Tinggal saya memilih. Dan di situlah pilihan-pilihan itu adalah moral,” ucap dia.

Mahfud pun menyebut sistem hukum yang ada di Indonesia sebenarnya sudah baik.

Persoalannya, kata dia, dalam kebaikan sistem hukum itu melekat napsu keserakahan dan koruptif dari orang yang menjalankannya.

Akibatnya, timbul pelanggaran dan perilaku yang sewenang-wenang.

“Kalau di dalam hukum itu saya katakan, di Indonesia ini kenapa kita kacau balau? Karena ya nafsu itu tadi. Ini jelek,” ujar Mahfud.

Oleh karenanya, untuk menjalankan sistem hukum, dibutuhkan kearifan dari seluruh pihak.

“Saya sangat percaya bahwa sistem hukum atau aturan-aturan hukum yang kita buat selama ini itu sudah bagus kalau konsisten,” kata mantan Hakim Konstitusi itu.

 

Sumber : Kompas.com

ESENSINEWS.com – Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai bahwa keputusan Telkom untuk menutup situs e-commerce Blanja.com merupakan strategi bisnis baru untuk meraih peluang di level yang lebih besar dan aman.

“Ini sebenarnya strategi bisnis di mana mereka melihat ada peluang untuk bisa meraih level bisnis yang lebih besar dan aman,” ujar Eko saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan masuk ke bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui transaksi Business to Business (B2B), berarti transaksi jual-belinya berskala besar karena tidak langsung ke area end-to-end atau konsumen.

Perubahan dalam strategi bisnis merupakan hal yang biasa saja di mana Telkom melihat peluang yang lain. Apalagi Telkom merupakan BUMN sehingga memiliki misi untuk menjalankan perannya kepada publik yakni dengan membantu UMKM dan mengembangkan segmen bisnis ecommerce di korporasi sehingga Telkom tidak lagi bermain dalam bisnis e-commerce bersifat ritel atau hilir.

“Mungkin Telkom memandang bahwa segmen ini lebih efektif, dan setahu saya persaingan bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui transaksi Business to Business (B2B) lebih sedikit dibandingkan dengan level e-commerce ritel,” kata pengamat ekonomi Indef tersebut.

Eko juga menambahkan sebetulnya dinamika perubahan strategi bisnis ini merupakan hal yang biasa dalam konteks ecommerce dan ekonomi digital, mengingat sektor ini jarang sekali menyiapkan strategi atau rencana untuk waktu lama atau jangka panjang.

Para pemain e-commerce dan ekonomi digital terbiasa melakukan perubahan strategi bisnis dalam jangka pendek atau menengah yakni dalam hitungan bulanan atau kuartal.

“Ini sebuah perubahan strategi bisnis yang dianggap biasa bagi perusahaan yang biasanya bergerak dalam digital atau online, mengingat mereka harus terus bertransformasi dalam mengamankan posisi perusahaannya,” kata Eko.

Sebelumnya Telkom menutup situs e-commerce Blanja.com dalam rangka hanya fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui transaksi Business to Business (B2B).

Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan bahwa TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat serta stakeholder yang selama ini bergabung dan memanfaatkan fasilitas transaksi ritel Blanja.com, terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia.

 

Sumber : Antaranews

ESENSINEWS.com, Jakarta– Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendorong KPU, Bawaslu, dan Satgas Penanganan Covid-19 duduk bersama membahas tentang protokol kesehatan dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Anggota DKPP Alfitra Salamm mengatakan, tak sedikit penyelenggara pemilu tidak memahami dan salah mengartikan protokol kesehatan Covid-19.

“Banyak yang punya pemahaman sepihak (terkait protokol kesehatan Covid-19), pemahaman sepihak tersebut adalah salah. Maka dari itu penyelenggara harus duduk bersama dalam bimtek,” kata Alfitra Salamm seperti dikutip Antara.

Sejauh ini, menurut dia, belum ada kesepakatan terkait pihak yang berwenang menindak jika ada tahapan pilkada yang melanggar protokol kesehatan.

“Kalau nanti ada kampanye kerumunan banyak orang, siapa yang menyatakan itu melanggar protokol. Apakah KPU, Bawaslu, atau Satgas Penanganan Covid-19. ucap Alfitra.

DKPP, kata Alfitra, memiliki beberapa catatan saat melakukan pemantauan DKPP dalam simulasi pemungutan suara yang digelar KPU di Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2020).

Catatan tersebut di antaranya penerapan social distancing yang belum maksimal, serta adanya bayi dan anak-anak di dalam tempat pemungutan suara (TPS).

Selain itu, dalam simulasi tersebut juga didapati bahwa penyelenggara pemilu kebingungan dalam pembagian tugas, seperti pihak mana yang memiliki wewenang untuk membubarkan kerumunan di TPS.

Alfitra mengatakan, catatan tersebut mengindikasikan belum optimalnya sosialiasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Padahal yang berwenang dalam menegakkan Inpres itu adalah Satpol PP di ring 1 dan TNI/Polri di ring 3,” ujarnya.

Menurut Alfitra, persoalan itu harus segera dituntaskan oleh KPU dan Bawaslu.

Apalagi, penyelenggaraan pilkada bukan hanya sebatas teknis pemungutan suara saja, melainkan ada sejumlah tahapan lainnya seperti kampanye.

“Baik KPU maupun Bawaslu harus memahami penegakan disiplin Covid-19. Kemudian, yang belum terjangkau adalah kampanye selama masa tenang,” kata Alfitra.
Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

 

Sumber : Kompas.com

 

ESENSINEWS.com – Striker Barcelona, Luis Suarez dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Juventus setelah menyetujui persyaratan pribadi dengan juara Serie A Italia itu.

Masa depan Suarez di Barcelona hampir berakhir. Pelatih baru Barca, Ronald Koeman telah memberi tahu Suarez bahwa dia tidak lagi diinginkan di Camp Nou.

Juventus lalu bergerak cepat. Menurut La Gazzetta dello Sport, kedua pihak telah mencapai kata sepakat.

Raksasa Serie A itu diklaim bersedia menggaji Suarez dengan jumlah yang hampir sama di Barcelona, yakni 405 ribu pounds per pekan (Rp7,8 miliar).

Inter Miami dan Paris Saint-Germain juga disebut-sebut sebagai kandidat klub tujuan Suarez. Namun, Juventus jadi yang terdepan. Luis Kabar terkini, Suarez menelepon Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, untuk mendiskusikan kemungkinan transfer.


Dzeko Jadi Alternatif?

Kabar Transfer: Griezmann ke Madrid, Barcelona Incar Lemar
5. Edin Dzeko (AS Roma) – Laga melawan Inter Milan akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Serigala Ibukota. Sky Sport melaporkan jika bomber Bosnia ini telah sepakat pindah ke Chelsea dengan mahar 30 juta poundsterling. (AFP/Tiziana Fabi)

Juventus juga menimbang untuk merekrut Edin Dzeko sebagai alternatif.

Dzeko dan Suarez tentu punya plus minus bagi Juventus. Dzeko sudah mengetahui Serie A dan akan menjadi opsi yang jauh lebih murah. Sementara, banderol Suarez lebih tinggi. Suarez pun belum punya pengalaman di Italia.

Suarez juga setahun lebih muda dari Dzeko dan ini jadi nilai plus baginya. Media Spanyol, Sport dan AS, mengklaim hari ini Suarez sedang dalam negosiasi dengan Juventus.

Suarez sudah menjadi bagian dari lini serang Barcelona yang mematikan sejak tahun 2014. Ia mampu bekerja sama dengan sangat baik dengan Lionel Messi.

Suarez mendapat tawaran untuk kembali ke Ajax Amsterdam dan klub MLS. Namun, sahabat dekat Messi itu memprioritaskan klub Premier League dan Serie A.

 

 

Sumber: Sportsmole/bola.com

ESENSINEWS.com – Pemain asal Argentina, Sergio Lopez, yang saat ini membela klub asal Ekuador bernama Aucas, sedang bernasib malang. Ia diganjar denda sebesar seribu euro (Rp17,6 juta) lantaran mencium bola di tengah pertandingan pada masa pandemi.

Tindakan Sergio Lopez itu melanggar aturan kesehatan yang baru diterapkan karena wabah Covid-19 ini. Pelanggaran itu dilakukannya saat timnya mengalahkan Macara 1-0 pada Jumat (28/8/2020) pekan lalu.

Seperti dilansir RTE, Selasa (1/9/2020), Komite Disiplin liga di Ekuador menganggap sang pemain bersalah, hingga harus membayar denda.

Aturan larangan mencium bola itu diterapkan untuk pertandingan liga di Ekuador. Kompetisi baru bergulir lagi pada Agustus setelah lima bulan berhenti akibat pandemi virus corona.

Lima pemain lain juga kena denda dengan nominal yang sama karena bertukar kaus. Pelanggaran itu mereka lakukan di pertandingan yang berlangsung pada 16 Agustus.

Protokol Kesehatan Ketat

Dua tim di Liga Ekuador juga didenda karena melanggar dua aturan baru lain. Liga de Portoviejo tidak menyediakan perlengkapan pertolongan pertama, sedangkan Barcelona FC tidak menyediakan hand sanitizer atau alkohol.

Ekuador menerapkan protokol kesehatan cukup ketat di kompetisi sepak bola karena negara itu punya banyak kasus positif Covid-19. Sebanyak 114 ribu orang dilaporkan terinfeksi dan 6.600 orang.

Pihak otoritas juga melaporkan tambahan sekitar 3.700 kematian, yang kemungkinan juga akibat Covid-19.

 

Sumber: RTE/Bola.net

ESENSINEWS.com – Meski masih ada sembilan seri tersisa, KTM jelas menjadi salah satu peserta yang menggoreskan prestasi gemilang di MotoGP2020. Bagaimana tidak? Sejak bergabung sebagai tim pabrikan seutuhnya pada 2017, baru pada tahun ini mereka akhirnya benar-benar siap bertarung di papan atas.

Kesiapan mereka terbukti lewat para ridernya yang makin kompetitif, terbukti dari kemenangan Brad Binder di Ceko, serta kemenangan Miguel Oliveira dan finis ketiga yang diraih Pol Espargaro di Styria. Prestasi ini pun tak pelak membuktikan bahwa motor RC16 kini resmi jadi salah satu motor paling mengancam.

Performa RC16 yang meningkat tajam ini pun tak terlepas dari kontribusi sang test rider, Dani Pedrosa, yang bergabung dengan KTM sejak akhir 2018, meninggalkan Honda yang telah ia bela selama 18 tahun. Hal ini dinyatakan Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing, Mike Leitner, kepada Paddock GP, Senin (31/8/2020).

Pendorong Kualitas Performa RC16

Test rider KTM, Dani Pedrosa (c) KTM/Philip Platzer Test rider KTM, Dani Pedrosa (c) KTM/Philip Platzer

“Secara umum, Dani melakukan pekerjaan dengan sangat baik sejak ia mulai uji coba dengan kami tahun lalu. Banyak kontribusi datang berkat pengalamannya. Saat ia bergabung dengan proyek kami, saya tahu ia akan mendorong kualitas motor kami,” ujar Leitner, yang juga crew chief Pedrosa di Repsol Honda sampai 2013.

“Saat kami harus menjajal banyak perangkat dalam pekan balap selama dua tahun, sulit bagi para pembalap kami untuk fokus. Uji coba sambil balapan sangatlah sulit. Atas alasan ini, Dani memberikan bantuan besar dalam memberi arahan yang baik,” lanjut pria asal Austria ini.

Kata-kata Leitner pun disetujui oleh Manajer Red Bull KTM Tech 3, Herve Poncharal. Meski tak pernah bekerja secara langsung dengan Pedrosa, Poncharal juga sangat yakin bahwa kemenangan timnya lewat Oliveira merupakan bukti adanya dampak positif dari masukan-masukan Pedrosa soal pengembangan RC16.

Semua Kru KTM ‘Nurut’ pada Dani Pedrosa

“Tim uji coba KTM bekerja sangat baik, apalagi mereka punya sosok terbaik yang bisa dijadikan test rider, dan KTM memanfaatkannya dengan sangat baik! Entah apa yang dilakukan pabrikan lain dengan Michele Pirro (Ducati), Jorge Lorenzo (Yamaha), dan Stefan Bradl (Honda), tapi Dani nyaris setiap saat berkendara,” ujar Poncharal.

Pria Prancis ini pun menyatakan seluruh pekerja KTM sangat menghormati Pedrosa sebagai rider top. Tiga kali juara dunia tersebut juga benar-benar menyimak masukan para pembalap KTM. Pedrosa juga tak pernah segan-segan memberitahu KTM ketika salah satu perangkat baru mereka tak bekerja dengan baik.

“Sekalinya Dani memvalidasi sebuah perangkat sebagai nilai plus, kami semua langsung memakainya! KTM telah menggaet banyak nama besar dalam setiap departemennya, dari mesin, elektronik, sasis, aerodinamika, WP Suspensions… dan semua bekerja seperti orang gila!” tutup Poncharal.

 

Sumber: Paddock GP

ESENSINEWS.com – Departemen Kehakiman Amerika hari Selasa (1/9/2020) mengatakan sedang melakukan reformasi kepatuhan di FBI untuk meminimalkan kesalahan ketika melakukan penyadapan telepon, menyusul terungkapnya informasi bahwa FBI banyak membuat kesalahan dalam penyelidikan terhadap kampanye pemilihan Presiden Donald Trump tahun 2016 lalu.

Jaksa Agung William Barr merilis dua memo baru yang menguraikan perubahan besar, termasuk pembentukan kantor baru audit internal, serta daftar langkah tambahan yang harus dilakukan FBI sebelum mengajukan aplikasi ke Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing FISC.

Berdasarkan protokol baru itu, jika FBI ingin memonitor komunikasi seorang pejabat atau kandidat terpilih, maka direktur FBI harus terlebih dahulu mempertimbangkan untuk memberikan alasan kepada target, dan permohonan penyadapan telepon harus disetujui oleh jaksa agung.

“Reformasi tambahan yang diumumkan hari ini, yang kami lakukan secara intensif bersama kantor Kejaksaan Agung, akan membangun upaya FBI meningkatkan kepatuhannya,” ujar Direktur FBI Christopher Wray dalam sebuah pernyataan.

Reformasi itu akan meredam kecaman terhadap badan yang dinilai salah langkah dalam penyelidikan awal soal apakah tim kampanye presiden Trump tahun 2016 berkolusi dengan Rusia atau tidak. Operasi itu dikenal sebagai “Operation Crossfire Hurricane.”

Desember lalu, inspektur jendral di Departemen Kehakiman merilis laporan utama yang mengkaji aplikasi FISA FBI untuk memata-matai Carter Page, mantan penasehat kampanye Trump. Ia mendapati 17 kesalahan besar dalam aplikasi FBI itu, kesalahan-kesalahan yang sangat substansial, sehingga mendorong hakim Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing mengeluarkan teguran publik yang sangat jarang terjadi, terhadap FBI.

Temuannya juga menyebabkan tuntutan pidana terhadap mantan pengacara FBI Kevin Clinesmith, yang pada Agustus lalu mengaku bersalah telah merekayasa email yang digunakan sebagai landasan untuk memperbarui aplikasi guna memantau Page.

ESENSINEWS.com – Perekonomian Indonesia sudah terkoreksi cukup dalam pada triwulan II. Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia hanya mempunyai waktu satu bulan.

Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia berada di jurang resesi, bila perekonomian periode Juli-September 2020 kembali mengalami kontraksi. Pertumbuhan ekonomi Tanah Air sendiri pada triwulan II tercatat minus 5,32 persen. Dalam ilmu ekonomi, negara bisa disebut resesi jika ekonominya minus dalam kurun waktu dua kuartal berturut-turut.

“Kita tahu kuartal pertama 2020 kita masih tumbuh 2,97 persen, negara lain sudah minus. Tetapi di kuartal kedua kita sudah pada posisi minus 5,3 persen. Untuk itu kuartal ketiga kita ini masih punya waktu satu bulan Juli, Agustus, September, kita masih punya kesempatan di bulan September. Ini kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk ke resesi,” ungkap Jokowi dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Bogor, dikutip VOA, Selasa (1/9/2020).

Untuk mencegahnya, Jokowi instruksikan kepada seluruh Gubernur untuk mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama yang berkaitan dengan belanja modal dan belanja bantuan sosial (bansos). Berdasarkan data yang diperolehnya, serapan APBD provinsi masih berada pada level 44,7 persen, sedangkan serapan belanja pada tingkat kota dan kabupaten baru mencapai 48,8 persen.

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/9) memberikan arahan kepada para Menteri dan Gubernur di Seluruh Indonesia Secara Virtual untuk mengoptimalkan belanja Daerah dan menurunkan kasus Covid-19 (Setpres RI).
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/9) memberikan arahan kepada para Menteri dan Gubernur di Seluruh Indonesia Secara Virtual untuk mengoptimalkan belanja Daerah dan menurunkan kasus Covid-19 (Setpres RI).

“Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti semua provinsi semua kabupaten/kota kelihatan semua angka-angkanya. Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa, untuk belanja modal dan belanja bansos itu benar-benar segera terealisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga memaparkan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, hanya ada dua provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif, yaitu Papua 4,52 persen dan Papua Barat 0,53 persen. Selain itu, tiga provinsi lainnya yang perekonomiannya terkoreksi paling dalam adalah Bali minus 10,98 persen, karena sektor pariwisata yang dipastikan anjlok akibat pandemi, DKI Jakarta minus 8,22 persen dan Yogyakarta minus 6,74 persen.

Indonesia Sudah Pasti Akan Resesi

Kepada VOA pengamat ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati memastikan Indonesia akan menambah daftar negara-negara yang mengalami resesi akibat Covid-19. Pasalnya, waktu satu bulan tidak akan cukup untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi, meskipun berbagai stimulus sudah digelontorkan oleh pemerintah.

“Persoalan resesi teknikal itu memang agak sulit untuk dicegah, karena sampai dengan Agustus memang, leading indicator-nya masih minus, terutama untuk penjualan retail dan juga investasi karena kalau kita lihat sampai dengan Agustus itu tingkat utilisasi dari sektor riil kita memang masih minus. Artinya kalau untuk ngejar supaya triwulan-III ini tidak minus agak susah,” ujar Enny.

Harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 Agustus 2020. (Foto: ADEK BERRY / AFP)
Harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 Agustus 2020. (Foto: ADEK BERRY / AFP)

Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah? Enny memaparkan pemerintah harus bisa menjaga agar perekonomian pada triwulan-III nanti tidak lebih buruk dari triwulan-II. Dengan begitu, maka perbaikan perekonomian Indonesia akan berbanding lurus dengan negara-negara lain, sehingga para investor tidak akan kabur ke negara lain untuk menanamkan modalnya.

“Kalau misalnya Indonesia berlawanan arah dalam artian kalau triwulan kontraksi di Indonesia itu lebih dalam dari triwulan-II artinya Indonesia kan sendirian yang relatif berlawanan arah dengan pemulihan ekonomi dunia. Tentu ini secara psikologis maupun tekanan akan jauh lebih berat. Itu yang harus benar-benar dijaga agar kontraksi di triwulan-III harus di bawah lima persen supaya ada sinyal juga Indonesia juga mulai membaik, artinya posisi terdalam Indonesia sama dengan negara-negara lain yaitu berada di triwulan-II 2020,” jelasnya.

Enny menyarankan kepada pemerintah untuk terus menggelontorkan berbagai stimulus, terutama kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan seperti kelompok orang yang tergolong rentan miskin. Menurutnya, skema bansos yang selama ini diberikan tidak cukup efektif untuk mendongkrak daya beli masyarakat, sehingga perekonomian pun tetap terkontraksi di triwulan ketiga.

Cash transfer itulah yang akan memacu daya beli masyarakat dan akan mempengaruhi sisi demand, kalau bukan skema itu tinggal pilih yang lain misalnya skema subsidi listrik yang memang itu mampu untuk menambah daya beli masyarakat. Jadi ketika itu ada masyarakat terkurangi beban pengeluarannya, otomatis ada tambahan pengeluaran untuk konsumsi. Intinya mendorong, menstimulus agar konsumsi rumah tangga ini kembali terpompa, jadi gak drop,” tuturnya.

Perekonomian Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Pemerintah dan masyarakat, kata Enny tidak usah panik dengan keadaan resesi ini, karena hampir semua negara sudah pasti terimbas pandemi. Jika dibandingkan dengan negara tetangga misalnya, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik.

“Secara perbandingan dengan banyak negara Indonesia masih jauh lebih baik dari negara-negara lain, artinya tingkat kontraksinya tidak sampai dobel digit. Bahkan Malaysia, Filipina ini kan dobel digit semua kontraksinya. Tetapi Indonesia tidak, jadi lebih baik. Jadi tidak perlu panik sampai mengejar agar triwulan-III nya tidak negatif, gak mungkin, karena semua negara negatif, tapi yang paling utama jangan sampai negatif lebih besar dari triwulan- II,” paparnya.

Pimpinan Daerah Harus Bisa Menurunkan Kasus Covid-19

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menginstruksikan pimpinan-pimpinan daerah untuk secara masif menekan laju penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat, sehingga tercipta kegiatan ekonomi yang produktif namun aman dari virus corona.

“Kita semuanya harus tahu yang akan membuat masyarakat kembali diliputi rasa tidak aman. ini yang betul-betul harus kita jaga jangan sampai membuat masyarakat diliputi rasa tidak aman dan akan menyebabkan dunia usaha tidak mau bergerak, tidak bisa bergerak, mereka selalu menyampaikan wait and see. saya kira ini yang harus kita hindari, akibatnya ekonomi negara kita tidak akan bisa cepat pulih,” ujar Jokowi.

Meski begitu, Jokowi menyebut beberapa indikator perekonomian mulai membaik seperti purchasing manager indeks Indonesia sudah kembali masuk ke sekitar angka 50-an. Kemudian penerimaan negara dari sisi pajak sudah mengalami kenaikan, dan angka ekspor juga sudah mulai tumbuh ke arah yang positif.

Para pelanggan mengenakan masker wajah membeli kopi di jalan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jakarta, 19 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

BACA JUGA:

Di Ambang Resesi, Pemerintah Diminta Tingkatkan Belanja Anggaran dan Konsumsi Masyarakat

“Sekali lagi saya ingin para gubernur yang berkaitan dengan jaga jarak, cuci tangan tidak berkerumun, tidak berdesakan ini harus diulang-ulang terus terutama yang berkaitan dengan pemakaian masker. Ini harus disampaikan terus-menerus. ini kunci sebelum vaksinasi itu dilakukan adalah pemakaian masker. Ini yang paling penting. tentu saja akan lebih baik lagi kalau pengawasan lapangan itu betul-betul dilakukan pemberian sanksi yang tidak patuh itu betul-betul juga dilakukan sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan oleh seluruh masyarakat kita,” tutur

ESENSINEWS.com – Nasib sial menimpa mantan pesepak bola asal Uruguay yang kini melanjutkan karier sebagai pelatih, Diego Forlan.

Dia dipecat dari kursi kepelatihan mantan klubnya di Uruguay, Penarol saat baru memainkan 11 laga.

Bagi Diego Forlan, kenyataan ini terbilang menyakitkan sebab Penarol merupakan klub yang bermarkas di kampung halamannya, Montevideo.

Forlan sejatinya memiliki kenangan manis saat masih berstatus sebagai pemain di Penarol.

Dia kembali ke Penarol pada musim 2015-2016, setelah berkarier lama di Eropa bersama Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid, dan Inter Milan.

Forlan juga sempat singgah ke klub Brasil dan Jepang sebelum sampai di klub kampung halamannya tersebut.

Mantan penyerang yang saat ini berusia 41 tahun itu langsung menyumbangkan trofi Liga Uruguay pada musim pertamanya bersama Penarol.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu kenangan manis yang terukir pada pengujung karier Forlan sebagai pemain.

Dia kemudian memutuskan gantung sepatu atau pensiun pada 2019 dan melanjutkan karier sebagai juru taktik.

Namun, magis Forlan saat masih menjadi pemain tampaknya tak berjalan mulus ketika dirinya mengemban tugas sebagai pelatih.

Forlan hanya memetik empat kemenangan dari 11 laga yang ia mainkan bersama Penarol sejak Desember 2019.

Melansir dari BBC, tren buruk tersebutlah yang diyakini menjadi alasan pemecatan Forlan dari kursi kepelatihan Penarol.

Forlan menerima pemecatan tersebut dengan lapang dada. Dia enggan memberi pembelaan.

Peraih dua kali top scorer La Liga itu menilai bahwa pemecatan yang dia alami adalah suatu kewajaran dalam dunia sepak bola.

“Terima kasih atas kesempatan yang Anda berikan kepada saya. Kepada para pemain, terima kasih banyak atas kesabaran, rasa hormat, dan dedikasi Anda,” tulis Forlan pada akun Twitter pribadinya.

“Terima kasih kepada para penggemar atas cinta yang mereka berikan. Saya tidak punya keluhan, inilah sepak bola.”

 

 

 

Halaman:

ESENSINEWS.com – Akademisi Rocky Gerung menilai, sikap Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Prof Henry Subiakto yang meneruskan perdebatan ke media sosial, layaknya bukan seorang lulusan Unair.

“Jadi sayang anggap dia bukan lulusan Airlangga, mungkin dia lulus Universitas Air Kolam, atau Air Cebong,” ucap Rocky Gerung dikutip Chanel YouTube Rocky Gerung Official, Senin (31/8/2020).

Rocky mengaku tidak tersinggung dengan sindiran-sindiran Henry Subiakto di media sosial kepada dirinya. Dia mengatakan justru Universitas Airlangga yang harusnya malu mempunyai seorang guru besar seperti Henry.

“Masa Guru Besar Airlangga tampil ngaco dan masih ngotot di media sosial dan membully orang.” Ucap Rocky Gerung.

Sebelumnya, Rocky Gerung terlibat perdebatan dengan Henry Subiakto di TV One. Di sela-sela perdebatan, Henry mengaku sebagai guru besar dan profesor. Namun pengakuan itu dipotong oleh Rocky bahwa semoga otakmu juga besar.

Tidak puas dengan perdebatan di TV, Henry membawanya ke media sosial. Di akun twitternya dia menulis sindiran-sindiran ke Rocky Gerung. Henry mengatakan agama Rocky tidak jelas.

Namun Rocky Gerung tidak ambil pusing dengan sindiran itu. Dia hanya menganggap Henry tengah memamerkan kebodohannya.

“Dia menganggap dia profesor, dia menyebutnya dengan jelas, tetapi saya melihat tidak ada bahasa profesor di situ, yang saya dengar ada suara kompresor, marah-marah dan ngamuk-ngamuk,” ucap Rocky Gerung.

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.