Rabu/28/10/2020

ESENSINEWS.com

Terluas Dalam Sajian Berita

Pelatih Timnas U-19 Coret 2 Pemainnya

2 min read

ESENSINEWS.com – Keputusan Pelatih Timnas Inoneia U-19, Shin Tae-yong, mencoret dua pemain dalam satu hari jelang keberangkatan ke Kroasia dinilai sebagai sebuah tindakan yang kejam. Namun, pada saat yang bersamaan keputusan itu juga merupakan contoh mendidik, seperti yang disampaikan oleh pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo.

Dua pemain itu adalah Serdy Ephy Fano dan Ahmad Afrizal, harus gigit jari dan gagal berangkat ke Kroasia bersama Tim Garuda Muda. Kedua pemain itu dicoret Shin Tae-yong satu hari sebelum keberangkatan setelah terlambat datang ke tempat latihan karena kesiangan.

“Bagus. Pelatih memang harus begitu. Kejam memang, tapi kalau sudah komitmen bersama ya harus dijalani sekalipun pahit buat pemain dan pelatih,” ujar Kesit Budi Handoyo dikutip Bola.com, Selasa (1/9/2020).

Tindakan indisipliner bukanlah hal baru dalam sepak bola Indonesia, baik di level klub maupun tim nasional. Menurut Kesit, jika seorang pemain sudah indisipliner, maka dipastikan kondisi tim akan sedikit terganggu. Beruntung, Timnas U-19 memiliki arsitek asing yang menegakkan aturan meski harus memakan korban.

“Soal disiplin, umumnya pemain Indonesia memang masih kurang menjaga kedisiplinan. Makanya, sebuah keuntungan menggunakan pelatih asing yang punya disiplin tinggi adalah berani mencoret pemain tanpa pandang bulu. Bisa menjadi sebuah shock therapy. Pemain lain pun tidak akan berani macam-macam. Kalau pelatih lokal, belum tentu akan bisa tega,” ujarnya.

Jangan Menyerah
Penyerang Timnas Indonesia U-19, Serdy Ephy Fano.
Penyerang Timnas Indonesia U-19, Serdy Ephy Fano. (Dok Bhayangkara FC).

Namun, Kesit Budi Handoyo berharap kedua pemain yang dicoret dari itu tidak patah semangat dan harus meyakini kesempatan akan kembali datang, terutama selagi masih memiliki kualitas yang bagus dan bisa memperbaiki diri ke depannya.

“Kalau teknis, sepanjang pemain itu punya skill bagus, pasti akan dipanggil lagi. Menurut saya, ini cuma soal penerapan disiplin saja, agar pemain juga tidak seenaknya,” tegasnya.

 

 

Sumber : Bola.com

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Krusial