Menguak Dana Bansos, Siapa Saja Penikmatnya?

ESENSINEWS.com - Selasa/04/08/2020
Menguak Dana Bansos, Siapa Saja Penikmatnya?
 - ()

ESENSINEWS.com  Ratusan triliun rupiah uang negara sudah digelontorkan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Namun program bantuan sosial ini terkendala masalah data warga miskin yang karut-marut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium bau tak sedap, bahwa telah terjadi manipulasi bantuan di tingkat paling bawah.

Tak tanggung-tanggung, dana triliunan rupiah itu diduga jatuh ke tangan yang salah akibat jutaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) amburadul hingga perilaku koruptif oknum pejabat di lapangan. Mulai dari proses pengadaan barang bantuan hingga ke tangan masyarakat, KPK dan BPK serta BPKP menelisik dugaan tangan jahil penilep duit rakyat.

Salah seorang warga Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor berinisial S mengeluh dana bansos tunai yang diterimanya tak utuh. Tatapan matanya kosong, seolah khawatir menatap masa depan. Kehidupannya yang miskin membuat dia khawatir tidak bisa bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, dalam pembagian tiga tahap bantuan Covid-19 sebesar Rp. 1.800.000 pihaknya mengalami pemotongan dengan total sebesar Rp. 650.000 oleh staf desa dengan alasan uang tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang tidak kebagian bantuan.

Namun S mengaku curiga dengan adanya kebijakan pemotongan Bansos tunai yang nilainya lumayan besar. Hal itu yang mendorong dia untuk melaporkan kejadian tersebut ke Jaga Bansos, satuan kerja yang dibentuk KPK beberapa bulan lalu khusus untuk mengawasi program bantuan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Dia memastikan di desa tempat tinggalnya mekanisme seperti mengumpulkan fotocopy KK maupun KTP sudah dia jalankan bersama warga lainnya.

“Saya itu bingung kenapa ya seperti ini, saya hubungi dan laporkan ke JAGA bansos minta penjelasannya apakah peraturannya memang seperti itu atau ada pelanggaran? ucap dia.

“Masih bersyukur ada yang dapat, sebagian warga malah gak dapat padahal waktu itu disuruh kumpulin fotocopy kk untuk dapat bansos covid, tapi kemarin saat dana cair hanya beberapa KK saja yang dapat. Saya coba tanya ke perangkat desa katanya sudah dari pusatnya begitu,” tambahnya, Senin, (3/8/2020).

Cerita serupa diutarakan oleh seorang warga Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di sana, kata warga yang enggan disebutkan identitasnya itu, banyak warga miskin yang belum pernah ada bantuan sosial, baik tunai maupun non tunai. Dia sendiri mengaku tidak mengerti bagaimana teknis bantuan COVID-19 ini disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Warga lainnya yang berasal dari Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon mengakui saat ini keluarga miskin di tempatnya belum pernah mendapatkan bantuan apapun baik dari pusat maupun daerah. Dia pun mengaku hingga saat ini warga tidak tahu bahkan tidak mengerti bagaimana teknis bantuan covid 19 ini di salurkan.

“Rt/Rw atau perangkat desa pun tidak pernah datang untuk mendata kami. kalaupun ada hanya orang-orang tertentu saja yang mereka datangi itu pun tidak jelas waktunya, begitu juga dalam penyaluran bantuan tunai Rp. 600.000 dari BLT dana Desa kami menduga ada penyimpangan. Kami itu takut ada kecemburuan sosial antara yang mendapatkan bantuan dan yang tidak memdapatkan bantuan karena kami sama-sama terdampak,” ungkap dia.

Kepedihan lain yang dialami masyarakat soal dana bansos ini juga diutarakan oleh salah satu warga Jember. Dia mengaku menerima dana bantuan bansos berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) namun dirinya belum pernah mendaftar sebelumya. Tak hanya itu, dana bantuan yang harusnya diterima untuk tiga bulan disunat menjadi satu bulan saja.

“Pada tanggal 28 Juli 2020, sekitar setelah maghrib, saya didatangi di rumah oleh petugas dari kantor pos yang mengantarkan BST. Saya bertanya kenapa saya bisa dapat padahal belum pernah mendaftar sebelumnya, dan seharusnya kalau memang saya menerima BST tersebut, seharusnya saya juga mendapatkannya untuk 3 bulan. Namun saya hanya menerima 1 bulan dan besarannya yang seharusnya 600rb, saya hanya menerima 500rb,” ungkap dia.

Rentetan cerita masyarakat di atas merupakan contoh dari ribuan suara masyarakat yang mengeluhkan soal aliran dana bansos di Indonesia. Bahkan di Jakarta sendiri, ada ratusan penerima dana Bantuan Sosial Tunai yang kedapatan nilai uang di rekeningnya menguap atau nol. Padahal, mereka termasuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

Soal karut marut dana bantuan sosial ini menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan disebabkan oleh persoalan mendasar soal data kependudukan. Tumpang tindihnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sekian tahun tidak diperbaiki membuat kacau pendataan sistem penerima bansos dalam Data Penerima Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kata Pahala, dari sini bermula kisruh pembagian dana bansos di Indonesia. Tak hanya di saat pandemi, namun di saat normal sebelumnya.

“Awalnya pengunaan NIK untuk berbagai sektor, yang terpilih pertama waktu itu kemensos. Itu dampaknya panjang, di satu tahun setengah kita bekerja sama dengan Dukcapil dan BPJS. Dari 96 juta, ada 19 juta yang belum ada NIK nya. Kita terpaksa harus mengakui sebenarnya, kalau kita kerjakan cepat, yang ada di DTKS, pemadananan yang tereliminasi kedua, ada tumpang tindih NIK nya,” ungkap Pahala dalam diskusi webinar soal bansos.

“Belum mulai bansosnya kita menduga ada keributan, karena DTKSnya tidak beres. Yang menikmati itu awalnya di BPJS. Ada 30 juta tidak ada NIK nya. Sekarang sudah dibetulkan tinggal 16 juta. Jadi Bansos itu, soal data dulu, manusianya ada tidak, itu NIK bener tidak ada manusianya. Miskin atau tidak, itu harus diverifikasi, itu harus diakui sejak 2015 pemerintah daerah tidak ada yang mengupdate. Begitu sebut bansos mau diperbesar, pusat kasih bansos, provinsi kasih bansos dan dana desa bisa buat bansos. Ada orang yang didata tetapi tidak dapat apa-apa,” ungkap Pahala.


Sementara itu, Koordinator tim Jaga Bansos KPK, Faiq, mengungkapkan bahwa sejak tiga bulan terakhir pihaknya menemukan ada indikasi korupsi yang terjadi pada program pembagian dana Bansos. Berdasarkan rekapitulasi data per Juli 2020, total ada 331 keluhan dari proses yang telah selesai diverifikasi.

“Jadi total yang masuk ke Jaga Bansos KPK ada 824 keluhan dari 227 pemerintah daerah. Sekarang yang sedang ditangani atau ditindaklanjuti Inspektorat Jendral sekitar 102 keluhan,” ujar Faiq kepada Law-Justice, Senin, (3/8/2020).

Tim Jaga Bansos KPK mengkategorikan keluhan berdasarkan masalah yang terjadi. Sebagian besar masyarakat mengeluhkan karena tidak kunjung menerima bantuan, padahal sudah mendaftarkan diri jauh-jauh hari.

“Kira-kira keluhan terkait itu ada 300 lebih,” jelas Faiq.

Terkait keluhan-keluhan tersebut, kata Faiq, langsung diteruskan kepada Inspektorat di tingkat Provinsi, Kabupaten, atau Kota. Pada tahap ini, KPK masih mengingatkan pemerintah daerah agar proses penyaluran Bansos benar-benar tepat sasaran dan bebas dari praktik-praktik koruptif.

“Misalnya ada keluhan warga belum terima Bansos, ada dugaan seperti ini nih, kami laporkan ke Inspektorat daerah tersebut. Beberapa masyarakat kembali melaporkan bahwa mereka sudah mendapatkan Bansos tersebut,” jelas Faiq.

Saldo Bantuan Raib
Tidak usah jauh-jauh di daerah terpencil, sengkarut proses penyaluran Bansos bahkan terjadi di wilayah DKI Jakarta. Koalisi Pemantau Bansos, gabungan beberapa lembaga masyarakat sipil, menemukan fakta bahwa ada ratusan warga yang tidak bisa mengakses bantuan sosial dari pemerintah.

Mereka adalah masyarakat miskin yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dimana seharusnya menerima bantuan non tunai untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan.

Sayangnya, sebanyak 461 warga Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) ini mengaku saldo mereka tidak terisi alias Rp 0. Ironisnya, kondisi tersebut sudah terjadi sejak Maret lalu, justru saat pandemi COVID-19 memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Sekjen Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Dika Muhammad mengatakan, kondisi tu terjadi di 16 kelurahan DKI Jakarta. Selain adanya saldo BPNT Rp 0, banyak aduan dari masyarakat yang tidak mendapat bantuan sembako, atau bantuan sembako yang tidak sesuai dengan program.

“Pembagian Bansos tidak merata. Pada pembagian tahap pertama, terdapat 30,76 persen warga miskin yang tidak mendapatkan Bansos. Pada pembagian tahap kedua, masih ada 9,46 persen warga miskin yang juga tidak menerima Bansos,” kata Dika.

 

 

Sumber : Lawjustice.com

0Shares

5 Komentar pada “Menguak Dana Bansos, Siapa Saja Penikmatnya?”

  1. susan garcia berkata:

    Sungguh menakjubkan ketika saya berpikir bahwa semuanya telah selesai dengan saya, nama saya Susan Garcia, dari phillipine, Mrs.KARINA ROLAND datang untuk menyelamatkan saya hidup saya. Saya sangat berhutang budi sampai-sampai orang yang saya pinjam dari geng melawan saya dan kemudian menangkap saya sebagai hasil dari hutang saya. ditahan selama berbulan-bulan masa perlombaan diberikan kepada saya ketika saya dipulangkan dan dilepaskan untuk pergi dan menghasilkan uang untuk melunasi semua hutang yang saya terima sehingga saya diberitahu bahwa ada pemberi pinjaman yang sah secara online sehingga saya harus mencari melalui blog yang saya selingkuh sebelumnya tetapi ketika saya menemukan KARINA ELENA ROLAND LOAN COMPANY, Tuhan mengarahkan saya ke iklannya di sebuah blog karena ketertarikan saya pada itu benar-benar sebuah mukjizat mungkin karena Tuhan telah melihat bahwa saya memiliki banyak penderitaan itulah sebabnya ia mengarahkan saya kepadanya. Jadi saya melamar dengan antusias setelah beberapa jam pinjaman saya disetujui oleh Dewan dan dalam 24 jam saya dikreditkan dengan jumlah persis yang saya maksudkan untuk semua ini tanpa jaminan tambahan Pinjaman Pribadi saat saya berbicara dengan Anda sekarang saya bisa bersihkan semua hutang saya dan sekarang saya memiliki supermarket sendiri, saya tidak perlu bantuan orang lain sebelum saya memberi makan atau mengambil keuangan, apa pun keputusan saya tidak ada urusan dengan Polisi, saya sekarang seorang wanita yang mandiri. Anda ingin mengalami kemandirian finansial seperti saya, silakan hubungi Ibu melalui email perusahaan: (karinarolandloancompany@gmail.com) atau whatsapp +15857083478 Anda tidak dapat memperdebatkan kenyataan bahwa di dunia yang sulit ini Anda memerlukan seseorang untuk membantu Anda mengatasi perputaran keuangan di perusahaan Anda. Hidup dengan satu atau lain cara, jadi saya memberi Anda mandat untuk mencoba dan menghubungi Mrs.KARINA ROLAND di alamat di atas sehingga Anda dapat mengatasi krisis keuangan dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya melalui email berikut ini: (garciasusan113@gmail.com)

  2. Asmaul berkata:

    Nama saya Asmaul Khusnuliyah, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya yang sebenarnya di sini di platform ini agar semua pencari pinjaman berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet

    Setelah beberapa lama mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online tetapi saya ditipu dan kehilangan Rp. 12,3 juta untuk seorang pria di Afrika. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, maka saya berdiskusi dengan teman saya Bu Mitu Maria yang kemudian memperkenalkan saya dengan Ibu Helen Wilson, Manajer Kantor Keuangan WEMA, sehingga teman saya meminta saya untuk memproses pinjaman saya dengan Ibu Sarah. Maka saya menghubungi Bu Sarah melalui email: helenwilson719@gmail.com dan juga di WhatsApp: +1-585-326-2165

    Saya mengajukan pinjaman sebesar Rp640 juta dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman tersebut disetujui dengan mudah tanpa tekanan dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan penjamin untuk pengalihan pinjaman tersebut, Saya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 4 jam, uang pinjaman saya dimasukkan ke rekening bank saya.

    Saya kira itu bercanda sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa rekening saya sudah dikreditkan Rp640 juta. Saya sangat senang akhirnya ALLAH menjawab doa-doa saya dan Dia telah memberikan saya keinginan hati saya.

    Semoga ALLAH memberkati Bu Helen yang telah memberi saya kehidupan yang adil, maka saya berpesan kepada siapapun yang berminat mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Bu HELEN WILSON via email: (helenwilson719@gmail.com) dan WhatsApp: +1-585-326-2165 untuk pinjaman Anda

    Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa kepada ALLAH untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (asmaulkhusnuliyah1@gmail.com)
    Salam pembuka

  3. Sri Heryani berkata:

    Halo semuanya, saya ingin segera menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana ALLAH mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman sejati yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi wanita kaya dan sekarang saya memiliki hidup yang sehat tanpa stres dan kesulitan keuangan,

    Setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya ditipu 32 juta, dari dua pemberi pinjaman yang berbeda. Saya melamar karena saya membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis saya. Saya menjadi sangat putus asa untuk mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman online yang sah dan itu tidak akan merugikan saya, jadi saya memutuskan untuk meminta nasihat dari teman saya. tentang cara melakukannya, mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan dia mengarahkan saya ke seorang wanita bernama Nyonya Helen Wilson.

    Saya mengajukan pinjaman (Rp780 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sekitar beberapa menit kemudian, saya mendapat tanggapan darinya dan mulai. Pinjaman tersebut disetujui tanpa tekanan dan semua persiapan darinya dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan agunan untuk transfer tersebut. Dalam peminjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 4 jam uang itu disimpan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu mimpi sampai saya mendapat notifikasi dari bank saya bahwa rekening saya telah dikreditkan dengan jumlah Rp 780 juta. Saya sangat senang akhirnya ALLAH menjawab doa saya dengan menginstruksikan pemberi pinjaman saya dengan kredit nyata, yang dapat memberikan keinginan hati saya.

    Terima kasih banyak kepada Helen Wilson karena membuat hidup saya adil. Saya menyarankan siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman online untuk berhati-hati terhadap penipu pinjaman karena ada banyak di internet. Jika ada yang membutuhkan pinjaman, hubungi Nyonya Helen Wilson melalui E-mail (helenwilson719@gmail.com) ATAU melalui whatsApp: WA: +1-585-326-2165. untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,

    E-mail (helenwilson719@gmail.com) ATAU WhatsApp: +1-585-326-2165

    Terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca Kesaksian saya dan saya harap ini memandu Anda ke arah yang lebih baik jika Anda mencari pinjaman online dan saya berdoa semoga Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Nama saya Sri Heryani Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (sriheryani095@gmail.com)
    Terima kasih untuk kalian semua.

  4. Edi Sugiarto berkata:

    Salam Semua.
    Saya Edi Sugiarto dari Yogyakarta, Allah telah dikaruniai dua orang anak dan Istri tercinta Linda Fitriawati, saya ingin membagikan kesaksian saya karena ALLAH mencintai saya. Setahun yang lalu saya sangat membutuhkan uang jadi saya berpikir untuk mengambil pinjaman. Kemudian saya bertemu seseorang, orang yang salah mengaku sebagai pemberi pinjaman, dan tidak tahu bahwa itu semua adalah penipuan. Saya ditipu seharga 27 juta Rupiah, dan mereka menolak untuk mentransfer pinjaman saya kepada saya, mereka juga berhenti mengirimi saya email sejak itu. Saya menjadi bingung, seluruh hidup saya hilang. Istri saya jatuh sakit dan ada tagihan rumah sakit yang harus dibayar jutaan, yang saya pikirkan saat ini hanya bunuh diri, teman saya bernama Santoso datang menemui saya pada hari yang naas itu, dia juga menjadi korban penipuan, dia memberi tahu saya tentang konferensi yang diselenggarakan oleh Ibu Wahyu Handoko untuk memberdayakan perempuan dan laki-laki yang ingin membuat kekayaan, dia meminta kakaknya untuk membantu saya mengurus istri dan anak-anak saya, jadi kami pergi untuk konferensi. Setelah semua motivasi berbicara, dia bertanya kepada kami pertanyaan “Apakah Anda Siap Untuk Apa yang Diperlukan Untuk Menjadi Kaya” dengan berani di jemaat kecil itu, saya berdiri dan berkata “YA” dan kami semua diminta untuk datang keesokan harinya dengan rencana bisnis .

    Kami pergi dan dia berbicara tentang bagaimana dia mendapatkan pinjamannya dan koneksinya melalui HELEN WILSON yang hebat, Pemberi Pinjaman online, segera saya takut, teman saya mendorong dan kami menghubungi Ibu Helen Wilson, seperti yang diarahkan oleh Wahyu Handoko dari konferensi. Saya dan teman saya mulai memproses sementara Pak Wahyu telah kembali, beberapa hari kemudian saya menerima telepon dari teman saya yang memberi tahu saya bahwa dia menerima peringatan dari bank, pinjamannya telah dilunasi, sudah terlambat sehingga saya tidak bisa pergi ke bank saya untuk konfirmasi, paginya pemberitahuan datang, akhirnya saya mendapat pinjaman sebesar 720 juta Rupiah dari Helen Wilson, setelah mengikuti proses hukum. kami diberi arahan untuk menyerahkan rencana bisnis kami dan meninggalkan uang di bank selama seminggu, kemudian Pak Handoko menelepon meminta kami untuk bertemu lagi yang kami patuhi, kami tiba di tempat itu dan melihat dampak orang asing terhadap perdagangan dan investasi, kami diberi kuliah dan kontak untuk mulai berinvestasi, dalam enam bulan melalui koneksi ibu Helen saya mulai mengimpor dan hari ini saya dan istri saya telah mendirikan dua perusahaan besar.

    Saya ingin Anda semua tahu bahwa satu-satunya pemberi pinjaman sejati yang saya saksikan adalah Ms. HELEN WILSON, hubungi dia hari ini dan Anda akan mendapatkan perubahan positif dalam hidup Anda, ini email helenwilson719@gmail.com. Anda dapat menghubungi saya di email saya sugiartoe385@gmail.com, untuk konfirmasi. Perhatikan, ada banyak pemberi pinjaman palsu online untuk menipu Anda, merobek Anda dari uang hasil jerih payah Anda, harus dari mereka pergi sejauh menyiapkan situs web pribadi mereka hanya untuk menipu Anda, pinjaman yang mengarahkan Anda untuk mengunjungi situs web palsu, mereka semua scammers .

    Jadi hubungi perusahaan induk Helen sekarang dan pinjaman Anda akan ditransfer kepada Anda saat Anda mengikuti proses hukum, sekali lagi ini adalah emailnya (helenwilson719@gmail.com) dan WA-nya: +1-585-326-2165 . ALLAH melihat hatiku dan dia tahu aku mengatakan yang sebenarnya dan tidak ada yang lain selain kebenaran.

  5. Yeyes Ristintares berkata:

    Salam untuk semua warga Indonesia, nama saya Yeyes Ristintares tolong, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini untuk semua warga negara Indonesia saya untuk sangat berhati-hati dengan pemberi pinjaman pinjaman di internet, Allah sangat mendukung saya melalui jalan yang baik. ibu Ny. Helen Wilson. Setelah beberapa periode mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak, saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya tertipu dan saya kehilangan lebih dari 32 juta Rupiah dengan pemberi pinjaman yang berbeda setelah membayar beberapa biaya dan tidak mendapatkan pinjaman. pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya mendiskusikannya dengan seorang teman saya yang kemudian memperkenalkan saya kepada Ibu Helen Wilson, pemberi pinjaman pinjaman di perusahaan, jadi teman saya meminta saya untuk melamar dari ibu Helen, jadi saya mengumpulkan keberanian dan menghubungi Ibu Helen.

    Saya mengajukan pinjaman 900 juta dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui tanpa tekanan dan semua pengaturan dilakukan pada transfer kredit, karena tidak memerlukan agunan dan jaminan untuk pinjaman transfer saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 48 jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang akhirnya Allah menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang memberi saya keinginan hati saya. Mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan bagaimana menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda. Semoga ALLAH memberkati Ibu Helen Wilson untuk membuat hidup saya mudah, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Helen melalui email: (helenwilson719@gmail.com)

    Ada perusahaan palsu online lainnya yang menggunakan kesaksian saya untuk mencapai keinginan egois mereka, saya satu-satunya dengan kesaksian yang benar ini, harap berhati-hati dengan orang-orang ini. Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya yang sebenarnya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa semoga Allah melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Sekali lagi nama saya Yeyes Ristintares, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: yristintares@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya