Membaca Indonesia Hari Ini dan Nanti

Indonesia Hari Ini

Dari Presiden Jokowi, Sri Mulyani, Bank Dunia, OECD hingga IMF memprediksikan pertumbuhan Ekonomi Indonesia anjlok hingga minus 2 sampai minus 5. ILO menyatakan bahwa 70% dari 62 juta UMKM menghentikan Produksinya. Kadin menyatakan bahwa PHK sudah tembus 6,5 juta orang adapun Survey SMRC menyimpulkan bahwa hingga Juli 2020 ada 29 juta orang sudah di PHK. Sementara menurut Adian Napitupulu, BUMN yang harusnya menjadi benteng ternyata sudah lakukan PHK ke 3.225 dan bertambah lagi 200 dari Perum PPD sehingga total sudah di angka 3.425 orang.

Dari angka angka tersebut di atas nampak bahwa Indonesia sedang berjalan ke situasi krisis Ekonomi akut. Berikutnya krisis ekonomi akan berkembang menjadi krisis pangan lalu krisis sosial dan ujung nya krisis politik yang jika tidak di kelola dengan baik, tepat dan cepat bisa bémuara pergantian kepemimpinan politik nasional berupa turunnya Presiden Jokowi.

Oposisi Hari Ini :

Hari ini para tokoh Oposisi telah mengkonsolidasikan diri dalam organisasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). Pembentukan KAMI ini bisa serupa dengan terbentuknya BARNAS (Barisan Nasional) di tahun 1998 yang merupakan kumpulan para tokoh nasional yang melakukan kerja lobby dan kritik tajam di era Soeharto diluar dari aksi aksi jalanan Mahasiswa. Barnas di tahun 98 di buat juga menjadi wadah untuk mengkonsolidasikan tokoh politik yang anti soeharto saat itu.

KAMI di bentuk tentunya bukan untuk sekedar tempat diskusi belaka tetapi untuk bersiap siap mengambil peran sebagai pemimpin kekecewaan Rakyat disaat ekonomi Indonesia sampai pada puncak keterpurukan yang di prediksi mencapai puncaknya di bulan September dan Oktober 2020.

Jika konsolidasi tokoh sudah selesai maka berikutnya adalah konsolidasi kekuatan massa yang sudah terorganisir dan selama ini dikenal sebagai organisasi organisasi yang tidak mendukung Jokowi seperti FPI, KSPI, BEM SI, dan lain lain.

Antara September – Oktober konsolidasi Tokoh dan Massa sudah selesai dan bertemu dengan kekecewaan Rakyat yang sudah sampai pada puncaknya. Ujungnya besar kemungkinan September – Oktober aksi aksi Massa akan terjadi bergantian setiap hari di berbagai kota.

Jokowi Hari Ini

Jokowi marah lagi dan marah lagi pada menterinya. Marah nya Jokowi tentu dapat di pahami karena para menteri, khusus nya menteri menteri bidang ekonomi yang terlihat bergerak lambat. Puncak kemarahan Jokowi 90% bisa mengarah ke Reshuffle menteri yang terkait dengan ekonomi. Langkah Reshuffle harus dilakukan untuk memberi harapan baru bagi Rakyat dalam situasi sulit. Reshuffle juga harus di lakukan agar kekecewaan Rakyat tidak mengarah ke Jokowi tapi mengarah pada kegagalan menterinya.

Kalau di sisi seberang ada oposisi yang makin masif konsolidasi, lalu bagaimana pendukung Jokowi hari ini? Para pendukung Jokowi saat ini secara umum tidak terkonsolidasi yang terjadi justeru terpecah belah. Sumber terpecah belah nya adalah kekecewaan terhadap pengisian posisi Direksi dan Komisaris yang sebagian besar justru di isi oleh orang orang yang tidak mendukung Jokowi dalam pilpres kemarin.

Kekesalan dan kekecewaan para pendukung Jokowi itu semakin bertambah karena terdata tidak kurang dari 28 Relawan Jokowi sudah di berhentikan dari Komisaris BUMN dan digantikan oleh orang orang yg anti Jokowi bahkan beberapa isunya teridentifikasi mengusung Ideologi di luar Pancasila.

Erick Thohir dianggap menjadi faktor paling dominan atas terbuangnya pendukung Jokowi dari BUMN dan masuknya orang orang anti Jokowi di BUMN. Anggapan buruk pada Erick Thohir melahirkan isu dan rumor bahwa mereka yang masuk menjadi Komisaris dan Direksi BUMN adalah mereka yang “berjanji” untuk mendukung Erick Thohir menjadi Presiden 2024. Isu dan Rumor ini diyakini benar ketika Pendukung Jokowi mengetahui diangkatnya Deklarator Erick For Presiden menjadi Komisaris Bank Syariah Mandiri.

Kekecewaan itu ternyata tidak hanya dirasakan pendukung Jokowi dalam kelompok Relawan tapi fakta hari ini, PDIP sebagai pendukung Jokowi dan partai pemenang Pemilu melalui Pernyataan Sekjen PDIP secara terbuka sudah menyatakan bahwa dari seluruh jabatan di BUMN (sekitar 7.200 Direksi dan Komisaris) hanya mendapatkan 3 orang di 3 Posisi di BUMN. Pernyataan ini tentunya tidak berupa pernyataan informatif tapi menunjukan pernyataan bermuatan kekecewaan dari PDIP.

Banyak pendukung Jokowi baik Relawan maupun kader partai yang saat ini menyampaikan kekecewaannya dengan ucapan : “Jika Jokowi di Ganggu kita jadi penonton saja dan biarkan 7.200 orang di Direksi dan Komisaris BUMN itu yang membela Jokowi”

Bagaimana Hari Esok

Dari situasi dan peta hari ini, maka kesimpulan sementara jika kekuatan pendukung Jokowi baik Partai maupun Relawan tidak mampu di konsolidasikan dengan cepat maka Jokowi bisa di lengserkan di akhir tahun 2020 atau di awal tahun 2021.

 

Oleh : Anton Nugroho, S.Pd.
(Koalisi Masyarakat Jambi Untuk Jokowi_(KOMA JAMBI)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *