Pentingnya Standar Moral Untuk Selamatkan Indonesia.

Oleh : Arief Gunawan (Wartawan Senior)

Budi Utomo 1908 pada mulanya gerakan moral kebudayaan untuk melawan penyakit masyarakat akibat kebodohan.

Sarekat Dagang Islam yang menjadi Sarekat Islam awalnya juga gerakan moral, karena ketidakadilan ekonomi.

Organisasi-organisasi pergerakan umumnya dilandasi oleh standar moral para tokoh di dalamnya. Sehingga mendapat kepercayaan rakyat.

Perhimpunan Indonesia merupakan pertanggungjawaban moral-intelektual para mahasiswa terhadap tanah air terjajah.

Politik Etis bahkan lahir dari kecaman para moralis & humanis (seperti Van Deventer, Multatuli) yang mendesak Belanda membalas utang budi kepada tanah jajahannya.

Kelompok Ciganjur ‘98 mulanya gerakan moral. Lembaga Kesadaran Berkonstitusi pimpinan Bung Hatta, gerakan moral. Mengoreksi penggunaan Pancasila karena dijadikan alat gebuk kekuasaan.

Pendidikan dan agama adalah basis moral yang mengajarkan baik-buruknya perbuatan.

Prinsip tingkah laku, yang menjadi dasar penilaian terhadap karakter seseorang.

Menjadi sangat penting Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diisi oleh orang-orang yang berpegang pada standar moral. Integritas, track record, dan memiliki keberpihakan yang kuat terhadap rakyat.

Gerakan akan menjadi cacat dan mudah dilumpuhkan apabila di dalamnya terdapat anasir korup, pelanggar HAM, dan kakitangan cukong. Yang akhirnya akan menyeret kembali Indonesia ke dalam siklus yang sama, yaitu situasi yang lebih buruk dari hari ini.

“ … Orang-orang harus dibangunkan. Mereka yang dirampas haknya. Yang terbiasa hidup dalam kesangsian. Yang hilang nafkahnya dan dihinakan. Kesaksian harus dikabarkan …” (Kesaksian, WS Rendra).

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pasca KAMI di Deklarasikan, Muslim Arbi : Buzzer akan Goreng Isu Makar dan Radikal

Sen Agu 3 , 2020
ESENSINEWS.com – Pasca deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh Din Syamsuddin dan kawan-kawan ada isu radikal dan makar terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). “Kalau saya perhatikan, ketika ada kelompok mengadakan acara dan masuk media mainstream muncul isu radikal dan makar. Dan ini akan terjadi setelah deklarasi KAMI oleh Din […]