WLJ Dorong Yanes Yosua Frans Duduk di Pemerintahan Jokowi

ESENSINEWS.com  – Salah satu relawan Jokowi yang tergabung dalam Wira Lentera Jiwa (WLJ) Jerry Pardede mengingatkan sebagai relawan untuk benar-benar berfungsi sebagai stakeholder gerakan pengokohan pemerintahan Jokowi yang bersih, kredible dan berkeadilan sosial.

“Menurut saya adalah sebuah diskusi yang sangat menarik dan perlu ditindak lanjuti,untuk menciptakan sistem penataan yang kredible dan akuntable di dalam tubuh BUMN,” ujarnya.

Dia bependapat diadakannya webinar oleh AKAR Rabu (29/7/2020), bukanlah sebagai bentuk kekecewaan relawan Jokowi, tetapi lebih sebagai bentuk keprihatinan relawan Jokowi yang tergerak akan banyaknya dilema yang dihadapi pemerintahan Jokowi.

Dia pun prihatin mengenai sengkarut rangkap jabatan ditubuh BUMN yang sedang hangat dibicarakan belakangan ini.

Lanjut kata Anggota Bidang Humas dan Hubungan antar lembaga DKN WLJ Lampung ini, rangkap jabatan di dalam tubuh BUMN telah melanggar UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan Pasal 1 ayat 14.

“Perlu adanya tindak lanjut untuk menyatukan gerakan relawan yang terorganisir untuk menjalin komunikasi dengan kementerian BUMN,DPR dan lembaga lainnya agar terciptanya koordinasi yang baik dalam langkah menata sistem penetapan dan penempatan jabatan ditubuh BUMN,” tutur dia.

Selanjutnya dia berharap ada keterbukaan dan kesempatan yang lebih luas bagi relawan untuk membaktikan dirinya(dlm mewakili lembaga relawan/organnya masing-masing dalam pemerintahan dan BUMN melalui sistem kelayakan (fit and propertest) yang kredibel dan terpercaya.

Dia menilai banyakmenyatakan bisa mereferensikan bahwa relawan mash sangat banyak yang layak untuk lebih diberi kesempatan untuk mengabdi dalam pemerintahan Jokowi.

Dia mencontohkan Ketua WLJ Yanes Yoshua Frans, agar bisa diakomodir untuk diberi kesempatan, duduk di pemerintahan Jokowi. Ataupun bisa duduk di BUMN.

0 Reviews

Write a Review

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *