Nova Andika Kritisi Rangkap Jabatan di BUMN

ESENSINEWS.com - Jumat/31/07/2020
Nova Andika Kritisi Rangkap Jabatan di BUMN
 - ()

ESENSINEWS.com – Ketua Bidang Hukum & Kebijakan Publik Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan, Nova Andika mengkritisi terkait rangkap jabatan di Kementerian BUMN.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam webinar yang digelar AKAR Jokowi Rabu (29/7/2020).
Menurutnya, momentum pandemik Covid-19 di RI yang berdampak selain masalah keselamatan nyawa penduduk, tentu juga resesi ekonomi; kelaparan, kemiskinan dan PHK 3 Juta pekerja sehingga BUMN harus diorientasikan pada penganggulangan krisis ekonomi nasional yaitu dengan cara BUMN wajib diarahkan pada orientasi profit.

Selanjutnya kata Nova, BUMN ber-orientasi profit disyaratkan BUMN diisi oleh personel yang profesional, akuntabel bahan penempatan 6000-an jabatan direksi dan momisaris hanya dengan proses Rekrutmen dan seleksi terbuka, transparan dan mengedepankan merit system.
“Hampir 200 BUMN di Indonesia selama ini posisi strategisnya diisi dengan seleksi dan rekrutmen tertutup, BUMN diisi oleh SDM yang tidak mumpuni, malpraktek sampai titipan elit politik, sapi perah kepentingan kelompok tertentu, dan tidak berorientasi profit. Selain itu beberapa BUMN bidang pertanian dan perkebunan yang terlilit utang-bangkrut yang menjual aset-aset berharganya,” tandas dia.

Nova pun menyoroti rangkap jabatan di Kementerian BUMN. Lantaran katanya, hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU ASN, UU Anti Korupsi, Nawacita, Program Reformasi Birokrasi Nasional dan Pancasila sila ke-5 dan bagi pejabat ASN yang sudah melakukan rangkap jabatan agar segera mengundurkan diri dari posisinya di BUMN.

Untuk itu, dia menilai diperlukan re-orientasi BUMN fokus pada profit dan penanggulangan kemiskinan dampak pandemi Covid-19, dengan proses rekrutmen dan seleksi terbuka, Transparan dan mengedepankan Merit Sistem.

Selanjutnya ujarnya, menyisir dan mengevaluasi personel yang telah menempati jabatan-jabatan komisaris dan direksi di tiap BUMN serta mengeluarkannya segera dan menggantinya dengan SDM profesional melalui proses yang prudent dan akuntabel.

Tinggalkan Komentar

Kolom

Mungkin Anda melewatkan ini

Presiden Jokowi : Aset Terbesar Bangsa ini Adalah Persatuan

Presiden Jokowi : Aset Terbesar Bangsa ini Adalah Persatuan

Bank Dunia Sebut China Penyebab Utang Terlalu Banyak

Bank Dunia Sebut China Penyebab Utang Terlalu Banyak

Sabtu, Trump Buat’ Pengumuman Penting’ terkait Shutdown

Sabtu, Trump Buat’ Pengumuman Penting’ terkait Shutdown

Nevada Negara Bagian Ketiga Persaingan Kandidat Capres Demokrat

Nevada Negara Bagian Ketiga Persaingan Kandidat Capres Demokrat

Budi Arie : Sekarang Saatnya Bersatu-padu Lawan Corona

Budi Arie : Sekarang Saatnya Bersatu-padu Lawan Corona

Tag

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya