Paus Terluka Hagia Sophia Dijadikan Masjid

ESENSINEWS.com - Sabtu/25/07/2020
Paus Terluka Hagia Sophia Dijadikan Masjid
 - ()

ESENSINEWS.com – Paus Fransiskus mengatakan dirinya “terluka” atas keputusan Turki untuk mengembalikan Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

Berbicara dalam sebuah misa di Vatikan, pemimpin Katolik Roma itu mengimbuhkan bahwa ia “memikirkan Istanbul”.

Hagia Sophia dibangun sebagai katedral hampir 1.500 tahun lalu dan diubah menjadi masjid setelah penaklukan Kekaisaran Utsmaniyah pada 1453.

Situs Warisan Dunia Unesco itu dijadikan museum pada 1934 melalui kekuasaan pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Namun awal pekan ini, pengadilan Turki membatalkan status museum yang disandang situs itu, dan menyatakan bahwa penggunaannya selain untuk masjid “tidak dimungkinkan secara hukum”.

Paus Fransiskus hanya berbicara beberapa patah kata tentang perkara ini: “Saya memikirkan Istanbul. Saya memikirkan Santa Sophia dan saya sangat terluka.”

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan salat berjamaah pertama akan diadakan di Hagia Sophia pada 24 Juli.

Hagia Sophia di Istanbul

Keterangan gambar, Hagia Sophia sangat penting sebagai simbol agama dan politik.

Tak lama setelah pengumuman, suara azan pertama dikumandangkan di situs web dan disiarkan di semua saluran berita utama Turki. Saluran media sosial Hagia Sophia juga telah dihapus.

Kelompok Islamis di Turki telah lama meminta Hagia Sophia untuk dikembalikan menjadi masjid, tetapi para anggota kelompok oposisi yang berpaham sekuler menentang langkah itu.

Membela keputusannya, Presiden Erdogan menekankan bahwa negara telah melaksanakan hak kedaulatannya, dan ia menambahkan bahwa Hagia Sophia akan tetap terbuka untuk semua Muslim, non-Muslim, dan pengunjung dari luar negeri.

‘Suara tidak didengar’

Paus adalah salah satu dari beberapa pemimpin agama dan politik di seluruh dunia yang mengkritik langkah ini.

Dewan Gereja Sedunia meminta Presiden Erdogan untuk membatalkan keputusan itu.

Gereja di Rusia, rumah bagi komunitas Kristen Ortodoks terbesar di dunia, segera menyatakan penyesalannya bahwa pengadilan Turki tidak mempertimbangkan keberatannya dalam membuat keputusan tentang Hagia Sophia.

Bagian dalam Hagia Sophia.

Keterangan gambar, Situs itu sekarang menjadi atraksi turis paling ramai di Turki.

Langkah ini juga mendapat kecaman dari Yunani, dan Unesco mengatakan Komite Warisan Dunia sekarang akan meninjau ulang status monumen itu.

Salah satu penulis paling terkenal dari Turki, Orhan Pamuk, mengatakan kepada BBC bahwa keputusan itu akan menghilangkan “kebanggaan” beberapa warga Turki dalam menjadi bangsa Muslim yang sekuler.

“Ada jutaan orang Turki sekuler seperti saya yang berteriak-teriak menentang ini tetapi suara mereka tidak didengar,” kata Pamuk.

line

Sejarah Hagia Sophia

  • Sejarah kompleks Hagia Sophia dimulai pada 537 ketika kaisar Bizantium, Justinianus, membangun gereja besar yang menghadap ke pelabuhan Tanduk Emas.
  • Dengan kubahnya yang besar, Hagia Sopia sempat menjadi gereja dan gedung paling besar di dunia
  • Gedung ini tetap di tangan Bizantium selama berabad-abad kecuali pada satu momen singkat pada 1204 ketika Tentara Salib menyerbu kota
  • Pada 1453, dalam serangan telak ke Bizantium, Sultan Ottoman (Utsmaniyah) Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih, merebut Konstantinopel yang kemudian disebut Istanbul
  • Setelah menang, Mehmed II melakukan salat Jumat di dalam Hagia Sophia
  • Kekaisaran Ottoman segera mengubah bangunan itu menjadi masjid, menambahkan empat menara di bagian luar dan menutupi ikon Kristen dan mosaik emas hiasan dengan panel kaligrafi Arab
  • Setelah berabad-abad di jantung kerajaan Muslim Ottoman, Hagia Sophia diubah menjadi museum pada 1934 oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk
  • Dewasa ini Hagia Sophia adalah situs wisata paling populer di Turki, menarik lebih dari 3,7 juta pengunjung per tahun

 

 

Sumber : BBC

line

Tinggalkan Komentar

Kolom

Mungkin Anda melewatkan ini

BPK Temukan Kerugian di Pelindo Ditaksir Rp6 Triliun

BPK Temukan Kerugian di Pelindo Ditaksir Rp6 Triliun

Mahfud MD Curiga ada Kelompok yang Ingin Pancasila Diganti

Mahfud MD Curiga ada Kelompok yang Ingin Pancasila Diganti

Kebohongan Pilpres AS Terbongkar di Georgia, Tudingan Trump Tentang ‘Pencurian dan Pencurian’ Benar

Kebohongan Pilpres AS Terbongkar di Georgia, Tudingan Trump Tentang ‘Pencurian dan Pencurian’ Benar

Peduli Covid-19, Kapolda Sumbar Bersama Pokdar Kamtibmas Bagikan Sembako dan Masker Kepada Warga

Peduli Covid-19, Kapolda Sumbar Bersama Pokdar Kamtibmas Bagikan Sembako dan Masker Kepada Warga

Edi Humaidi : Pemerintah Jangan Panik!

Edi Humaidi : Pemerintah Jangan Panik!

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya