Gayus Lumbuun : Pihak yang Dikalahkan Perlu Diberikan Kesempatan PK oleh MA

ESENSINEWS.com , JAKARTA — Sampai kini, ada pihak-pihak yang dikalahkan akibat penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur peradilan harus mendapatkan keadilan.

Hal itu dikatakan Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun kepada Esensinews.com, Kamis (04/6/2020). Menurutnya, pihak-pihak yang dikalahkan akibat penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur peradilan harus mendapatkan keadilan.

Dia menyebut ini dilakukan menyusul penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi yang merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi dan cukup lama menjadi buronan.

“Pihak yang dikalahkan perlu diberikan kesempatan PK oleh Mahkamah Agung walaupun upaya tersebut sudah tidak ada lagi,” ungkap peraih doktor Universitas Indonesia ini.

Selanjutnya tutur pria yang bersahaja ini, salah satu cara untuk memberikan keadilan tersebut adalah dengan menerapkan restorative justice atau keadilan restoratif. Misalnya, jika ada pejabat peradilan terbukti melakukan penyimpangan dan menimbulkan kerugian kepada pihak tertentu maka pihak tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan peninjauan kembali (PK) walaupun perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Mudah-mudahan bisa menjadi¬†role model ke masa yang akan datang,” tandasnya.

Tujuan dari restorative justice itu menurut Gayus adalah agar pihak yang dikalahkan akibat peradilan yang tidak jujur tidak kehilangan keadilan meskipun sejauh ini konsep tersebut belum pernah dilakukan di Indonesia. Namun, dia menegaskan bahwa sudah saatnya negara membangun sistem peradilan yang baik dengan memberikan kesempatan kepada yang kalah akibat peyimpangan dari pejabat peradilan.

Untuk itu jelasnya, konsep tersebut seharusnya dimulai dengan PK, bukan gugatan baru. MA melakukan peninjauan kembali secara independen dan adil atas kasus-kasus yang timbul karena penyimpangan dari

0Shares

Read Previous

Survei BPS : Usia 45 Tahun ke Bawah Paling Tidak Taat Imbauan Covid-19

Read Next

Kapolri Idham Azis Minta Jajarannya Antisipasi Kegiatan yang Tertunda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *