Ini Pendapat Fabian Kaloh Terkait Aturan New Normal

ESENSINEWS.com– Era New Normal atau pola hidup baru yang beradaptasi dengan pandemi Covid-19, kini menjadi perbincangan publik. Dimana, Indonesia tengah bersiap menghadapi era normal yang baru.

New Normal artinya adalah bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan. New Normal Life, Bekerja dan bersekolah seperti biasa.

Lantas apakah era new normal ini menjadi kabar baik bagi kehidupan, perekonomian dan sektor lainnya di Indonesia?

Personil Komisi I DPRD Sulut, Fabian Kaloh pun angkat suara. Ia mengatakan bahwa WHO belum bisa memberikan kepastian kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir. Bahkan para pakar/ahli pun tidak dapat memberikan tanggapan kongkrit kapan virus ini berakhir. Terus, apakah kita masyarakat akan berdiam diri?

“Terminologi New Normal pun keluar. Jadi, kita masyarakat hidup normal lagi tapi tetap mengikuti protokol kesehatan. Cara ini sebagai bentuk perlawanan tapi juga perdamaian kita terhadap virus corona ini, seperti yang dikatakan Presiden RI Jokowi,” ucap Kaloh, Rabu (27/5/2020).

Politisi PDI-P ini juga setuju dengan skenario New Normal ini, dimana dirinya menilai pergerakan ekonomi tidak akan terpuruk dan disektor lainnya.

“Saya kira dengan adanya virus ini, masyarakat pun saat ini selalu dan selalu dituntut melakukan pola hidup sehat dengan cara rajin cuci tangan, pakai masker dan lainnya. Kemarin, Presiden Jokowi pergi ke sebuah Mall melibatkan TNI/Polri guna mendisiplinkan para warga yang tidak menaati himbauan pemerintah tapi tidak dihukum, hanya dinasehati.

Disisi lain juga Gugus Tugas Covid-19 tetap menjalankan tugasnya. Intinya, harus ada kesadaran dari diri kita masing-masing,” jelas Ebby (sapaan akrabnya).

Ditanya sikap DPRD Provinsi terkait Skenario New Normal ini, Kaloh menuturkan bahwa harus ada regulasi dari pusat, jika dimungkinkan untuk pembuatan Perda, mengapa tidak.

“Jadi yang pasti bahwa New Normal Life harus ada dulu New Normal Low. Harus ada New Rule (perangkat aturan) untuk menata kehidupan baru kita masuk ke New Normal,” tutupnya.

 

 

0 Reviews

Write a Review

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *