MAKI Kecam Menkumham atas Pemberian Remisi kepada Gayus Tambunan

ESENSINEWS.com – Masih banyak kasus korupsi yang merugikan keuangan negara dalam jumlah sangat besar, dan belum bisa diselesaikan oleh aparat hukum.

Pengembalian kerugian negara, juga masih minim ke kas negara. Sehingga tidak mengherankan negara masih saja berutang, yang kemudian imbasnya dibebankan ke rakyat dengan berbagai kenaikan harga, seperti tarif dasar listrik yang terus naik.

Maka tidak mengherankan, apabila Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengecam pemberian remisi khusus Lebaran 2020 kepada terpidana korupsi Gayus Tambunan. Mantan pegawai negeri sipil (PNS) Direktorat Jenderal Pajak itu diberi pengurangan masa tahanan selama dua bulan.

“Kami mengecam keputusan Menkumham (Yasonna Laoly) yang tidak sensitif untuk pemberantasan korupsi,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Boyamin menerangkan, kejahatan tindak pidana korupsi dalam perpajakan yang menjerat Gayus sangat merugikan negara sehingga yang bersangkutan harus dihukum berat dan tidak mendapat remisi. Pemberian remisi ini dikhawatirkan tidak memberi efek jera.

“Dengan pemberian remisi kepada Gayus tidak akan menimbulkan efek jera karena orang lain akan melakukan perbuatan yang sama karena toh nanti kalau dipenjara akan mendapat remisi,” tegas Boyamin.

Seperti diketahui, Gayus Holomoan P. Tambunan merupakan terpidana perkara suap, pencucian uang, gratifikasi, dan pemalsuan paspor. Total hukuman yang diterima Gayus adalah 30 tahun pidana penjara, dan saat ini Gayus mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti menjelaskan alasan pemberian remisi kepada Gayus karena berkelakuan baik dan tidak melanggar aturan selama di dalam lapas.

Gayus menjadi narapidana, lantaran terbukti menerima gratifikasi sebesar US$659.800 dan Sin$9,6 juta, serta dijerat dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

 

 

Sumber : Harianterbit

0Shares

Read Previous

Akibat Berulah, 135 Napi Asimilasi Ditangkap Polri

Read Next

Pewarna Indonesia Gelar Diskusi Online : ‘Peluang Partai Kristen 2024 dalam Perspektif Orang Indonesia Timur’

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *