Oknum Polisi Terjaring Razia Judi di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolres Sikka Bungkam

Esensinews.com, Jakarta – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mengklaim memperoleh informasi dari masyarakat bahwa Satgas COVID-19, yang merupakan Tim Gabungan TNI-POLRI dalam sebuah operasi tanggal 16 Mei 2020, pukul 19.00 Wita, menangkap beberapa orang yang sedang bermain judi, salah satunya diduga sebagai oknum anggota Polisi di rumah seorang warga di belakang BK3D, Kelurahan Kota Baru, Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Berawal dari Anggota Polres Sikka Bersama Tim Gugus Depan Covid – 19 Kabupaten Sikka melakukan Patroli Di Belakang Lembaga untuk mengimbau Pencegahan Covid-19.
Pada Saat melewati Sepanjang Jln KS Tubun Pasilog Kodim 1603 Sikka Kapten (Inf) Ida Bagus Wiryawan, menoleh sebelah kanan Jalan sedang terjadi Permainan Judi Kartu Remy dan langsung turun dari Mobil Dinas melakukan pengerebekan.

“Di amankan empat orang, salah satunya adalah Bripka Louis Pora Djoka. Ia adalah Ajudan Bupati Sikka, setelah itu Pasilog Kodim 1603 Sikka Kapten Inf. Ida Bagus Wiryawan memanggil Kasubbang Ops Polres Sikka Iptu Siprianus Raja untuk tindakan selanjutnya. Barang Bukti tidak di amankan akan tetapi yang bersangkutan Bripka Louis di minta menghadap Ke Kantor Polres Sikka guna pemeriksaan selanjutnya,” kata Koordinator TPDI Petrus Selestinus, Senin (18/5/2020).

Petrus menekankan, peristiwa ini merupakan prestasi Satgas COVID-19 Sikka, karena di tengah kesibukan penanganan bahaya corona, Satgas COVID-19 juga ikut membasmi penyakit masyarakat yang tidak kalah bahaya tersebut.

Namun sangat disayangkan karena prestasi penggebrekan judi ini oleh Kapolres Sikka tidak diklarifikasi kepada publik, tentang peristiwa perjudian, penggeberekan dan siapa-siapa yang ditangkap, apa saja barang bukti yang disita serta apa tindaklanjutnya.

“Prestasi Satgas COVID-19 menggebrek pelaku judi, bersumber dari partisipasi masyarakat, karena itu ada hak masyarakat untuk tahu dan tidak boleh digadaikan demi kepentingan lain,”tandasnya.
Apalagi Informasi penggebrekan ini sudah menjadi perbincangan publik bahwa ada aparat oknum Polisi Sikka, tertangkap tangan sedang bermain judi di tengah dana COVID-19 berlimpah ruah, sementara qurva penderita COVID-19 di Sikka naik tinggi bahkan tertinggi, tetapi Kapolres Sikka menutup diri.

“Sebagai institusi negara, Polres Sikka tidak boleh dikelola sama seperti mengelola perusahaan pribadi atau asset milik pribadi dan untuk keuntungan materi yang bersifat pribadi,” imbuhnya.

Petrus menyampaikan, TPDI sudah memperoleh informasi sangat lengkap mengenai kasus tersebut dari masyarakat Sikka, namun TPDI menunggu keterbukaan dan itikad baik Kapolres Sikka, AKBP Sajimin untuk menjelaskan kepada publik.

“TPDI akan memantau terus perkembangan sikap dan perilaku KAPOLRES SIKKA, karena selama ini, sejumlah kasus dikelola secara amatir seakan-akan Polres Sikka adalah sebagai Perusahaan milik pribadi yang dikeloka berdasarkan tatakelola ilmu dagang atau papalele. Kita beri waktu 3 (tiga) hari kepada Kapolres Sikka untuk mengekspose kepublik,” tutupnya.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cetak Uang

Sen Mei 18 , 2020
Oleh : Dahlan Iskan (Mantan Menteri) Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya posisi Presiden Jokowi saat ini: cetak uang seperti yang diinginkan DPR? Atau terbitan obligasi seperti yang diinginkan Menteri Keuangan Sri Mulyani? Itulah dua pilihan yang tidak sederhana. Itu sudah menyangkut mazhab dalam ilmu ekonomi. Itu sudah bukan masalah […]