ESENSINEWS.com – Kiper Liverpool, Adrian mengaku sama sekali tidak takut dengan rencana Liga Inggris berlanjut di tengah pandemi virus corona.

Menurut rencana, Liga Inggris akan bergulir kembali pada pertengahan Juni 2020 dengan sejumlah peraturan ketat yang diberlakukan demi mencegah penyebaran virus corona di antara pemain dan ofisial.

Beberapa waktu lalu, dikabarkan ada sejumlah pemain yang merasa takut kompetisi dilanjutkan saat wabah virus corona belum surut.

Hal itu diungkapkan oleh penyerang Manchester City, Sergio Aguero.

“Sebagian besar pemain ketakutan karena mereka punya keluarga; mereka punya anak, punya bayi, dan orang tua,” kata Aguero.

“Ketika kita kembali, saya bayangkan itu akan sangat menegangkan, kita akan sangat berhati-hati dan saat seseorang merasa sakit, Anda akan bertanya, ‘Apa yang terjadi?’,” tuturnya.

Selain itu, bek Tottenham yang tengah dipinjamkan ke Newcastle, Danny Rose, juga menyuarakan keberatannya bermain di kondisi sepert ini.

Berbeda dengan sejumlah pemain tersebut, Adrian mengaku sama sekali tidak takut kendati harus bertanding di situasi yang belum kondusif karena virus corona.

“Tidak takut sama sekali,” kata Adrian seperti dilansir dari Goal.

“Ada rasa hormat dan tanggung jawab sebagai pesepak bola. Ini situasi yang cukup serius, tapi kami harus profesional,” imbuhnya lagi.

Meski bersyukur Liga Inggris segera dilanjutkan, Adrian etap mengingatkan kepada pemerintah setempat bahwa mereka tetap harus melakukan segala upaya untuk menekan jumlah kematian akibat virus corona di Inggris.

“Minggu ini telah dilakukan pertemuan virtual yang cukup penting antara klub-klub Liga Inggris. Masih ada satu lagi dengan para kapten, manajer, dan pelatih,” tutur Adrian.

“Pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk berlatih mulai Senin (18/5/2020) dalam kelompok kecil dan liga diperkirakan dimulai pada pertengahan Juni,” ucap kiper berusia 33 tahun ini.

“Akan tetapi, situasinya masih sangat serius di sini. Pemerintah tetap harus melakukan banyak hal untuk menurunkan jumlah kematian,” ujarnya menambahkan.

Data yang dihimpun dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan Inggris sebagai negara ketiga dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia.

Hingga Kamis (14/5/2020) 09.40 WIB, ada 230.986 kasus dengan 33.264 kematian dan 1.030 orang dinyatakan sembuh.

 

Sumber : Goal

0Shares