Program Asimilasi Gagal, Jerry Massie : Pak Presiden Tolong Pecat Menteri Hukum dan HAM

ESENSINEWS.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Argo Yuwono mengatakan ada 13 narapidana yang telah dilepaskan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, kembali melakukan kejahatan. Jumlah ini masih sama dengan data Jumat (17/4/2020) lalu. Belasan narapidana itu telah ditangkap dan menjalani proses penyidikan. Adapun lokasi kejahatan mereka berada di Surabaya, Semarang, Bali dan Kalimantan Timur. Sementara kejahatannya beragam mulai dari penjambretan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Dirjen PAS Minta Masyarakat Tak Cemas

Sebelumnya pelaksana tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirenPAS) Nugroho juga meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan pelepasan narapidana umum dan anak. Menurutnya, narapidana yang diberikan asimilasi dan integrasi telah melalui tahap penilaian perilaku. Mereka dinilai sudah berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dan tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin dalam lembaga.

“Dan sebelum mereka kembali ke masyarakat petugas kami memberikan edukasi, menyampaikan aturan-aturan kedisiplinan yang tidak boleh dilanggar selama menjalankan Asimilasi dan Integrasi serta sanksi yang akan mereka peroleh apabila melanggar, seperti membuat keresahan di masyarkat apalagi mengulangi melakukan tindak pidana,” jelas Nugroho melalui keterangan tertulis pada Jumat (10/4).

“Di Surabaya melakukan penjambretan di daerah Polsek Tegal Sari. Kemudian di Polrestabes Semarang, Jawa Tengah dia berkaitan narkotika,” jelas Argo Yuwono dalam konferensi video Jumat (17/4).

Argo menambahkan polisi lembaganya telah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan RT/RW untuk mengawasi puluhan ribu narapidana umum yang telah dibebaskan terkait corona.

Menyikapi hal itu Direktur Eksekutif Politicl and Public Policy Jerry Massie menilai kebijkan Kemenkumham ini terlalu gegabah tidak melihat asas benefit and impact (manfaat dan dampak)

“Ini manjemen out of the blue atau terburu-buru. Tak bisa meneropong dan menerawang bencana yang terjadi saat para maling dan penjahat di bebaskan. Itulah jadi pejabat mengerti conflict and risk management,” kata Jerry.

Selanjutnya Jerry mengkritik keras kebijakan ini, lantaran masyarakat saat ini lagi trauma dengan Covid-19 muncul lagi ketakutan.

“Menteri Yasona harus bertanggung-jawab dalam pembebasan ribuan napi ini. Jangan Covid-19 jadi alasan. Sekarang kalau orang membunuh, merampok dan mencuri bisa dibebaskan dengan agrumen dan dalil Covid-19. Saya mendesak dan minta.pak Menteri Yasona pantas di copot,” tegasnya.

Lantaran kata Jerry, Yasonna sudah banyak bikin gaduh dengan kebijakan ajaibnya itu. Ia pun heran sampai kini, Jokowi masih memakai para menteri yang kerap blunder tersebut dan membuat trusting (kepercayaan) pada presiden menurun.

 

Editor : Willy

0Shares

Read Previous

Atasi Wabah Corona, Jemmy Ringkuangan Ingatkan Hukum Tertinggi Adalah Kemanusiaan

Read Next

Harga BBM Tidak Wajar, Badan Usaha Bisa Digugat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *