Rizal Ramli Angkat Suara Terkait Telegram Polri soal Penghina Presiden

ESENSINEWS.com – Sejumlah kalangan angkat suara terkait terbitnya telegram Kapolri RI Jendral Idham Asiz yang mana salah satu poinnya terkait penindakan hukum penghina presiden dan pejabat negara dalam situasi wabah virus corona (Covid-19).

Selain Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono salah satu tokoh nasional juga yang ikut mengkritisi kebijakan Kapolri yakni ekonom Rizal Ramli.

“Salute Mas SB Yudhoyono
kita dulu sama-sama memperjuangkan transisi dari sistem otoriter ke demokrasi. Piye toh kok mau balik kembali ke sistim Otoriter. Jarum sudah berputar, kok mau balik lagi? Mungkin karena Mas jokowi tidak pernah berjuang untuk demokrasi,” kata Mantan Menko Ekonomi di era mendiang Presiden Gus Dur.

Menurut Rizal, SBY, ataukan karena disekitar Mas Jokowi banyak Jendral-jenderal otoriter yang mulai sak enak-enak dewe? Lupa sejarah dan lupa pengorbanan mahasiswa dan kawan-kawan pro-demokrasi, dan impian rakyat akan kehidupan yang lebih baik.

Disisi lain, Rizal membandingkan kritik yang faktual, ngasal dan hinaan yang bersifat fisik, bullying terhadap Presiden Habibie dan Presiden Gus Dur justru luar biasa brutal, vulgar dan masif, belum ada apa-apannya dibandingkan dengan era Jokowi.

Namun tuturnya, Habibie tetap fokus, Gus Dur cuek abis “Emang Gus Pikirin”, dan tidak pakai main tangkap.

0Shares

Read Previous

SBY Sesalkan Terbitnya Telegram Kapolri

Read Next

Kenali Penyakit Meningitis yang Merengut Nyawa Glenn Fredly

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *