Ini Surat Klarifikasi Said Didu Terhadap Luhut Pandjaitan

ESENSINEWS.com, JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu telah mengirimkan surat berisi klarifikasi video bertajuk ‘Luhut: Uang, Uang dan Uang’. Video ini dianggap menyinggung Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Apakah ada permintaan maaf Said ke Luhut dalam suratnya?

Said mengaku telah mengirimkan surat ke Kemenko Marves pada Selasa (7/4/2020) pukul 11.00 WIB. Namun, ia tidak tahu apakah surat tersebut sudah diterima dan dibaca Luhut. Meski begitu, ia yakin Luhut merupakan sosok intelektual yang mampu memahami isi surat dengan baik.

“Saya belum tahu, mudah-mudahan sudah diterima beliau. Saya pikir dengan penjelasan saya, Pak Luhut, saya paham beliau intelektual, pasti memahami makna pernyataan saya dalam video tersebut dari kata per kata,” kata Said Didu dalam konferensi pers yang disiarkan secara online, Selasa (7/4/2020).

“Tadi saya menyatakan bahwa Pak Luhut sebagai intelektual, saya yakin memahami apa makna yang saya berikan surat hari ini,” katanya.Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi, sempat meminta Said Didu meminta maaf atas video tersebut. Saat disinggung mengenai hal ini, Said kembali menegaskan Luhut sebagai intelektual yang bisa memahami makna surat yang diberikannya hari ini.

Said juga mengomentari soal rencana pihak Luhut mengambil langkah hukum bila dirinya tak meminta maaf dalam kurun 2×24 jam. Said berargumen dirinya hanya mengkritik pemerintah dan menyatakan negara melindungi kebebasan berpendapat.

Said mengatakan dirinya berpedoman pada prinsip Bung Hatta. Dalam prinsip yang dipahaminya, seorang intelektual harus berani dalam meluruskan hal-hal yang mengesampingkan kepentingan rakyat. Menurutnya, seorang intelektual diam adalah intelektual pengkhianat. Sekali lagi, ia menegaskan, baik dalam video maupun surat tidak ada unsur dendam pribadi yang menyinggung pihak lain.”Sebagai warga negara, semua warga dilindungi undang-undang untuk kebebasan berpikir dan berpendapat,” katanya

“Saya berpegang pada prinsip Bung Hatta, tahun 1957, bahwa tanggung jawab intelektual baik di dalam maupun di luar pemerintahan itu harus menyampaikan kritik untuk meluruskan hal-hal yang dianggap mengesampingkan kepentingan rakyat. Bung Hatta menyatakan di situ bahwa intelektual yang diam adalah intelektual pengkhianat. Itu yang ada,”ujarnya.

“Jadi saya hanya sampaikan tidak ada kepentingan apa pun dan menyerang pribadi apa pun dalam pernyataan,” sambungnya.

1. Video yang berjudul “Luhut: Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang” adalah ulasan analisis tindak kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi corona COVID-19. Dalam surat yang dilansir Detik.com, pada Selasa (07/4/2020), terdapat beberapa poin mengenai penjelasan Said terhadap isi video tersebut. Poin-poin tersebut antara lain:

2. Pernyataan saya yang menyatakan bahwa Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari seluruh analisis tersebut yang maknanya adalah:

a. Kebijakan pemerintah saat ini lebih, saat saya merekam video tersebut lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak Pandemi Corona secara langsung.

b. Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Bapak Luhut B. Panjaitan lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas bapak.

3. Pernyataan saya terkait dengan Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa semoga tebersit kembali Sapta Marga, merupakan harapan saya kepada bapak sebagai purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa dan Negara.

4. Sebagai tambahan informasi bagi bapak, keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi dan semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban anak bangsa dalam mengembangkan sistem kehidupan bangsa dan Negara yang demokratis, peduli dan kritis kepada setiap aparatur Negara agar dalam mengambil kebijakan dan langkah-langkah selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju dan makmur.

0Shares

Read Previous

Saat Corona, Kapolres Kebumen Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Driver Ojol

Read Next

Satgas COVID-19 Ungkap Identitas Pasien Positif dari Tomohon, Minut dan Manado

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *