Anies – Fahira: Duet Maut Penyebar Hoax Corona

oleh

Hati kalau busuk pasti akan selalu menghasilkan sesuatu yang busuk dan bau. Sebagai contoh kebencian dan dendam yang mendalam yang dirasakan Anies dan kesayangannya Fahira terhadap Presiden Jokowi karena dipecat jadi Mendikbud dan jagoan capresnya kalah selalu melahirkan ujaran dan narasi yang terkesan melawan dan menyudutkan Pemerintah.

Bagaimana mungkin kita tidak marah dan jengkel melihat seorang Gubernur DKI Jakarta dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang seluruh nadi kehidupannya kita gaji dengan uang rakyat dan uang negara tega menyebarkan hoax atau berita sesat tentang virus Corona. Mereka seperti sejalan seirama menyebarkan informasi palsu ke publik. Setelah dibantah serta merta mereka dengan mudah meralat omongan mereka sambil cengengesan.

Saya menduga narasi palsu yang dibuat Anies dan Fahira ini sesuatu yang “by design”. Karena terlihat sepola, senada dan seirama. Mereka terkesan sengaja menghancurkan reputasi Pemerintah di hadapan publik dalam negeri dan dunia. Kelakuan mereka super jahat. Karena bukan saja melakukan fitnah tapi juga memanfaatkan kejadian yang sedang menjadi pusat perhatian dunia menjadi komoditas untuk menyerang Pemerintah.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto menyebut, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kurang tepat. “Kurang tepat pernyataan itu. Karena hasil semua PCR sampai detik ini semua negatif. Kalau negatif artinya apa? Memang ndak ada,” ujar Terawan kepada media (1/3/2020).

Apakah cukup teguran untuk Anies seperti yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan? Bagi saya sangat tidak cukup. Presiden Jokowi atau Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian harus bersikap lebih keras untuk memberi sanksi kepada bawahan yang kurang ajar seperti ini. Karena yang dilakukan Gubernur koplak ini sangat membahayakan psikologi masyarakat. Simpang siur berita berpotensi membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada Pemerintah. Dan ini berbahaya.

Untuk si mulut ember bocor Fahira, saya mendukung keras upaya sahabat saya Muanas Alaidid yang melaporkan penyebaran berita sesat ini ke Polisi. Karena dampaknya sangat sistemik dan destruktif bagi masyarakat. Saya berharap keduanya mendapat sanksi pidana maupun sanksi sosial yang pantas mereka dapatkan.

Kita masyarakat waras harus terus waspada dengan strategi penyebaran informasi sesat yang dilakukan oleh kelompok lawan Pemerintah. Mereka tidak punya hati untuk bangsa ini. Mereka tidak peduli dengan masyarakat. Yang mereka pedulikan hanyalah kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tanpa peduli kerusakan yang diakibatkan oleh ulah sesat mereka.

Seperti ulah duet ular maut penyebar berita sesat tentang virus corona ini. Kita harus lawan dengan keras manusia bejat itu, bukan sekedar untuk membuat mereka jera dan merana, tapi demi melindungi negara dan bangsa ini dari kebiadapan politisasi masalah sensitif yang dengan tega mereka manfaatkan.

Mereka berdua virus masyarakat yang sebenarnya !!!

Salam SATU Indonesia
02032020

Sumber: FB Rudi S Kamri

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *