Rasulullah Mengizinkan Umat Kristen Kebaktian di Masjidnya, Mengapa di Mall Tidak Boleh ?

oleh

ESENSINEWS.com – Suatu ketika Nabi Saw kedatangan tamu. Mereka adalah delegasi umat Kristiani dari Najran. Nabi menyambut mereka di masjidnya. Setelah berdiskusi beberapa lama, delegasi ini meminta izin untuk melakukan kebaktian. Mereka hendak keluar dari masjid untuk mencari tempat yang cocok. Namun Nabi mengizinkan mereka untuk melakukan kebaktian di salah satu sudut masjidnya.

Peristiwa tersebut tercatat dalam kitab-kitab sejarah masa silam dan terawat kisahnya hingga kini. Dikutip dari NU.or.id, Abdul Aziz, Alumni Darus-Sunnah, Peneliti di el-Bukhari Institute mengungkapkan, dalam kitab at-Tabaqât karya Ibnu Sa’d dikisahkan bahwa ketika datang utusan Kristen dari Najran berjumlah enam puluh orang ke Madinah untuk menemui Nabi, Nabi menyambut mereka di Masjid Nabawi.

Mereka melakukan kebaktian dengan menghadap ke timur sebagai arah kiblat mereka. Peristiwa bersejarah yang menunjukkan sikap toleransi nabi ini terjadi di hari minggu setelah Asar tahun 10 H.

Peristiwa ini adalah salah satu tonggak toleransi yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw sendiri. Sesungguhnya banyak sekali cerita toleransi yang telah ditunjukkan oleh umat Islam terhadap umat-umat non muslim. Karena sejatinya, seperti dikatakan KH.Ahmad Dahlan, “kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas umat Islam.”

Sayangnya, sebagian umat Islam hari ini tidak mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi Saw. Entah darimana, banyak umat Kristiani hari ini merasa dipersulit untuk melakukan ritual ibadah mereka. Pendirian gereja di Republik yang katanya berideologi Pancasila ini harus menghadapi beragam kendala. Persyaratan yang terkandung dalam SKB 2 Menteri tidaklah mudah. Ironisnya, ketika semua persyaratan pun sudah terpenuhi, dan IMB sudah ditangan, mereka pun menghadapi tekanan massa. Kasus terakhir terjadi di Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun.

Setelah di Karimun, kini kita mendengar ormas yang memprotes gereja di Mall. Front Jihad Indonesia (FJI) Yogyakarta memprotes penggunaan salah satu ruangan di Hartono Mall yang dipakai sebagai gereja. Ruangan itu difungsikan sebagai tempat peribadatan.FJI menuding ruangan di Hartono Mall yang dipakai sebagai gereja itu tidak memiliki izin. FJI menuntut agar gereja yang tak memiliki izin di Hartono Mall itu dihentikan kegiatannya.

Uniknya, Camat di sana mengatakan bahwa ruangan di lantai tiga Mall Hartono itu sesungguhnya adalah ruangan multifungsi. Artinya ruangan tersebut dapat difungsikan siapapun yang menyewanya ! Bahkan pernah difungsikan sebagai tempat pengajian atau bisa juga untuk ibadah sholat jum’at.

Sesungguhnya fenomena gereja di Mall tidaklah aneh. Di tempat tinggal saya di Bandung, ada beberapa Mall yang di lantai atasnya disewakan sebagai tempat kebaktian. Mengapa mereka mengadakan kebaktian di Mall ? Salah satu alasannya ya itu tadi, sulitnya mendirikan Gereja di tempat semestinya!

Selain Nabi, contoh toleransi ditunjukkan Khalifah Umar bin Khattab. Ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu’anhu membebaskan Yerussalem Palestina. Beliau menjamin warganya agar tetap bebas memeluk agama dan membawa salib mereka. Khalifah Umar tidak memaksakan mereka memluk Islam dan menghalangi mereka untuk beribadah. Khalifah Umar bin Khattab juga memberikan kebebasan dan memberikan hak-hak hukum dan perlindungan kepada penduduk Yerussalem walaupun mereka non-muslim.

Selain contoh dari Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya sendiri, Islam sangat melarang umatnya untuk menghalang-halangi umat lain yang sedang beribadah. Hal ini termaktub dengan tegas dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 114 yang berbunyi :

“Lalu, siapakah yang tepat dianggap lebih zalim daripada orang-orang yang berusaha melarang dan menghalang-halangi disebutnya nama Tuhan di tempat-tempat peribadatan serta berusaha menghancurkan tempat-tempat tersebut. Padahal mereka tidak berhak memasukinya kecuali dalam keadaan takut kepada Tuhan. Kelak mereka (yang menghancurkan tempat-tempat peribadatan) akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan siksaan yang berat di akhirat”

Lalu, dari mana datangnya perilaku umat Islam zaman now ? Kepada siapakah mereka mencontoh ? Mengapa sebagian umat Islam menghalang-halangi umat Kristiani untuk mendirikan gereja? Apa yang mereka takutkan ? Apakah mereka takut iman mereka tergerus ? Jika itu yang menjadi alasan, sungguh sangat tipis keimanan mereka!

 

 

Penulis : Akhmad Reza (Pemerhati Sosial)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *