Kehadiran Desa Pancasila Kembalikan Identitas Bangsa

ESENSINEWS.com, Palu – Sekjen Pengurus Besar Akhairaat Ridwan Yalidjama melakukan pertemuan dengan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Benny Susetyo, M. Ridha Saleh dari Ruang Mediasi Indonesia dan Speaker, penulis, sekaligus motivator Dedi Mahardi di Kantor Pusat Alkhairaat, Palu, Sulawesi Tengah, seperti dilansir koranjakarta, Senin (10/2).

Diskusi yang diselenggarakan dengan khidmat ini membahas mengenai gerakan Desa Pancasila bekerjasama dengan Alkhairaat yang bertujuan untuk membumikan kembali Pancasila di masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Benny Susetyo menjelaskan salah satu tujuan Desa Pancasila adalah untuk mengembalikan kebudayaan dan kemandirian masyarakat. ”Salah satu tujuan adanya Desa Pancasila ini adalah untuk mengembalikan lagi prinsip gotong royong, kemandirian masyarakat, dan saling mengasihi satu sama lain.

Selain itu, masyarakat juga bisa membuat lagi pusat-pisat kebudayaan sebagai kekuatan bangsa” ujar Benny. Selain itu, Benny menegaskan harus ada campur tangan pemerintah dalam menangani hal ini. Tentunya dengan tujuan agar lebih tertata dan terorganisir dengan baik.

“Dengan adanya campur tangan pemerintah dalam hal ini adalah BUMN diharapkan dapat membina keterampilan masyarakat dengan layak dan hasilnya nanti bisa dirasakan secara nasional bahkan go internasional. Hal ini tentunya akan membuat kesejahteraan masyarakat juga semakin baik,” tegas Benny.

M. Ridha Saleh juga menjelaskan hal senada bahwa kementerian/lembaga terkait harus turun tangan dalam gerakan Desa Pancasila ini dan dalam hal ini Alkairaat seharusnya menjadi salah satu pioner di dalamnya.

‘’Gerakan Desa Pancasila ini harus ada perhatian khusus dari Kementerian/Lembaga terkait. Hal ini agar lebih terfokus dan tentunya dana dan sumber daya manusia yang tersedia dipergunaakan secara optimal,” tegas Ridha.

Identitas Bangsa

Hal lain diungkapkan Ridha Saleh, dengan adanya Desa Pancasila ini seharusnya bisa mengembalikan identitas bangsa. Selain itu, desa yang menjaga kearifan lokal dan toleransi dengan sesama adalah ciri dari nilai-nilai Pancasila yang terimplementasikan.

‘’Membumikan Pancasila sama dengan mengembalikan identitas bangsa. Dengan cara membumikan Pancasila langsung kepada masyarakat ini akan memperkuat kearifan lokal, keadilan, dan budaya. Semua ini bisa didorong dengan gerakan masyarakat Pancasila,” ujar Ridha.

Sementara Dedi Mahardi juga menjelaskan perlunya gerakan Desa Pancasila ini. Hal ini disebabkan budaya dan agama seakan tergadaikan. Kepatuhan terhadap hukum dan kerukunan sudah memudar.

“Kondisi bangsa ini sekarang seakan budaya dan agama tergadai. Padahal budaya itu berada di atas adab dan etika. Keadaan sekarang kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan kerukunan sudah memudar bahkan penyimpangan dan intoleransi telah terjadi dimana-mana,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dijabarkan oleh Sekjen PB Akhairaat Ridwan Yalidjama jumlah siswa di Alkairaat mencapai 120 ribu siswa dengan tenaga pengajar sekitar 9000 yang didominasi oleh guru honorer.

 

 

 

0Shares

goeh

Read Previous

Korban Akibat Virus Corona Capai 1000 Orang

Read Next

Kesepakatan Bisu’ Rezim Jokowi dan Pimpinan DPR RI Membiarkan Indonesia Masuk Resesi Ekonomi?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *