Uztads Bejat Muhammad Nukan Cabuli Santriwati Kelas 3 SD Terkuak

ESENSINEWS.com, Kediri – Seorang ustadz mantan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Mohammad Nukan (38), tega mencabuli santriwatinya selama 3 tahun. Korban dicabuli sejak masih kelas 3 SD, hingga sekarang kelas 6 SD.

Perbuatan bejat ustadz sekaligus Pengasuh Ponpes di Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri ini terbongkar ketika korban menceritakan perbuatan pelaku kepada seorang temannya lantaran merasa sudah tidak kuat menjadi budak seks pelaku selama 3 tahun.

Setelah bercerita ke temannya, korban kemudian menceritakan nasib pilu yang dialaminya kepada bibinya yang juga seorang ustadzah di ponpes tersebut, dan akhirnya sang bibi melaporkan ustadz sekaligus pimpinan ponpes itu ke kantor polisi.

Dilansir dari Sintesanews, Kamis, 30 Januari 2020, ponpes yang diasuh ustdaz eks HTI tersebut bukanlah ponpes NU, namun untuk mengelabui dan menghilangkan jejak sebagai HTI, ia rajin berkumpul dengan orang NU.

Pelaku diketahui merupakan warga pendatang, sebelum HTI dibubarkan, ia meminta izin kepada Ketua MWC NU untuk membuat tempat tinggalnya sebagai markas HTI, namun dengan tegas ditolak.

Ketua Forum Masyarakat dan Santri (Formasi) Kabupaten Kediri, KH Basori Alwi membenarkan bahwa pelaku merupakan mantan HTI dan sejak awal datang sudah tidak disukai tetangganya.

“Dia ingin menghilangkan jejaknya sebagai eks HTI, sehingga sering bergaul dengan orang NU dan Ansor, khususnya di Plemahan,” ujar KH Basori, dikutip dari Sintesanews, Kamis, 30 Januari 2020.

Pihaknya juga menegaskan, dengan adanya kejadian memalukan tersebut, maka ponpes itu seharus ditutup.

“Biadab memang eks HTI yang satu itu, ia melakukan pemerkosaan kepada seorang anak. Terlebih dalam usia yang masih bocah, membayangkannya saja hati rasa terhiris, apalagi jika memposisikan diri kita sebagai orang tua korban. Sejak kelas 3 SD dan masih kanak-kanak, usia yang sedang senang-senangnya bermain,” ujarnya. Seorang ustadz mantan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Mohammad Nukan (38), tega mencabuli santriwatinya selama 3 tahun. Korban dicabuli sejak masih kelas 3 SD, hingga sekarang kelas 6 SD.

Perbuatan bejat ustadz sekaligus Pengasuh Ponpes di Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri ini terbongkar ketika korban menceritakan perbuatan pelaku kepada seorang temannya lantaran merasa sudah tidak kuat menjadi budak seks pelaku selama 3 tahun.

Setelah bercertia ke temannya, korban kemudian menceritakan nasib pilu yang dialaminya kepada bibinya yang juga seorang ustadzah di ponpes tersebut, dan akhirnya sang bibi melaporkan ustadz sekaligus pimpinan ponpes itu ke kantor polisi.

Dilansir dari Sintesanews, Kamis, 30 Januari 2020, ponpes yang diasuh ustdaz eks HTI tersebut bukanlah ponpes NU, namun untuk mengelabui dan menghilangkan jejak sebagai HTI, ia rajin berkumpul dengan orang NU.

Pelaku diketahui merupakan warga pendatang, sebelum HTI dibubarkan, ia meminta izin kepada Ketua MWC NU untuk membuat tempat tinggalnya sebagai markas HTI, namun dengan tegas ditolak.

Ketua Forum Masyarakat dan Santri (Formasi) Kabupaten Kediri, KH Basori Alwi membenarkan bahwa pelaku merupakan mantan HTI dan sejak awal datang sudah tidak disukai tetangganya.

“Dia ingin menghilangkan jejaknya sebagai eks HTI, sehingga sering bergaul dengan orang NU dan Ansor, khususnya di Plemahan,” ujar KH Basori, dikutip dari Sintesanews, Kamis, 30 Januari 2020.

Pihaknya juga menegaskan, dengan adanya kejadian memalukan tersebut, maka ponpes itu seharus ditutup.

“Biadab memang eks HTI yang satu itu, ia melakukan pemerkosaan kepada seorang anak. Terlebih dalam usia yang masih bocah, membayangkannya saja hati rasa terhiris, apalagi jika memposisikan diri kita sebagai orang tua korban. Sejak kelas 3 SD dan masih kanak-kanak, usia yang sedang senang-senangnya bermain,” ujarnya.

0Shares

goeh

Read Previous

BNN dan DPR Tolak Usulan Ekspor Ganja

Read Next

Mahasiswa Sulut di China Tiba dengan Selamat di Manado

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *