Polsek Menteng Ungkap Kasus Curi Data Nasabah Lewat HP

ESENSINEWS.COM, Jakarta – Aksi pelaku kejahatan terus diperbarui, lewat telepon seluler milik korban pelaku dapat menguras saldo.

Modus baru tersebut berhasil diungkap Polsek Metro Menteng. Pelaku berinisial DS dan AH diketahui dapat mencuri data nasabah dari handpone korban.

Mereka melakukan aksi di kawasan Sudirman dan Thamrin dengan targer para pekerja kantoran yang tengah berjalan kaki.

“Dia bisa nyuri dari sim card dan mencuri sarana transaksi elektronik yang menggunakan jasa online. Dia sadap kartunya,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di Polsek Metro Menteng Jakarta, Jumat (31/1).

Heru melanjutkan, pelaku langsung membelanjakan menggunakan akun belanja online milik korbannya. Seperti Tokopedia dan Bukalapak.

“Kerugian korban tak hanya handpone saja tetapi menggunakan transaksi elektronik dan dibelanjakan juga. Lalu handpone dia jual seharga Rp.3 jutaan,” jelas Heru.

Pemilik yang kehilangan handpone lantas berkurang saldonya meski ia tak melakukan pembelian apapun.

“Kan yang diambil barang-barang milik pelaku itu. Nah, yang sudah dibeli itu seperti Laptop, pembelian pulsa, dan kebutuhan mereka saja,” kata Heru.

Heru mengatakan, pelaku lantas mengambil SIM Card korban dan menjualnya.

“Kami masih melakukan pendalaman dimana pelaku belajar bisa membobol akun belanja online milik korbannya,” terang Heru.

Heru melihat, pelaku ini sengaja mengincar jalanan Sudirman-Thamrin karena banyak orang kerja berlalu lalang.

“Dia ngincer saat jam kerja. Saya menduga di Wilayah Jakarta Selatan mereka main juga,” ungkap Heru.

“Intinya siapa yang bawa handpone langsung disikat sama dia,” kata Heru.

Kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka diduga sudah lebih dari sekali melakukan aksinya menyasar para pejalan kaki di kawasan Sudirman dan Thamrin.

Heru mengatakan, Kepolisian akan ditingkatkan patrolinya dengan berjalan kaki menggunakan senjata jika nantinya pelaku berulah.

Sementara, Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq memberi tips kepada para korban jambret agar saldo rekeningnya tak dibobol para jambret.

“Bisa menghubungi operator untuk segera dinonaktifkan. Lalu password juga harus dibuat dengan angka yang rumit. Karena kebanyakan pelaku bisa membuka password melalui cara-cara khusus,” kata Guntur.

Lara pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara.

Polisi juga menangkap seoasang pasutri yang menyediakan motor dan menunggu hasilnya.

” Sepasang pasutri RS dan P. RS pernah dipidana dengan perkara yang sama. Mereka penadah yang memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu kepada pelaku,” tutup Guntur.

0Shares

Read Previous

Ahok Buka Suara Terkait Revitalisasi Monas

Read Next

Kemenpora Larang Atlet Indonesia Bertanding di China

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *