Ciri-Ciri Radikalisme

ESENSINEWS.com - Jumat/01/11/2019
Ciri-Ciri Radikalisme
 - ()

ESENSINEWS.com – Radikal, yang sebenanya berasal dadi kata “radix” dulunya digunakan sejak abad ke 18 untuk sebutan kelompok ekstra kiri seperti penganut pemikiran Karl Marx. Namun, belakangan istilah radikal disematkan untuk kelompok konservatif. Setuju atau tidak, pada akhirnya radikal terbagi pada dua macam :

  1. Radikal kiri, yaitu kelompok ekstrim kiri : liberal – sekuler.
  2. Radikal kanan, yaitu kelompok ekstrim kanan : konservatif – puritan.

Saya akan fokus membahas pada radikal kanan yang saat ini di trendingkan juga oleh “proxy” nya. Radikal kiri insya Allah kita bahas pada waktunya.

Radikal Kanan

Radikal kanan, atau kelompol konservatif – puritan yaitu kelompok muslim yang memperjuangkan “kemurnian” doktrin dan tata cara peribadatan, berdasarkan kefanatikan yang sangat kolot, bahkan melebihi kaum konservatif yang sudah tergolong kolot.

Kelompok ini muncul sebagai bentuk perlawanan radikal kiri liberal sekuler, sekaligus menjadi sisi lain proxy war untuk menghancurkan tatan islam wasatiyah yang tasamuh, tawazun, dan i’tidal.

Jika liberal dan sekuler dibentuk dengan kebebasan berfikir bertindak tanpa nash dalil naqli, maka konservatif dan puritan dibentuk dengan semangat ghuluw (ekstrim) dalam beragama sehingga lupa hakikatnya.

Liberal sekuler membawa misi globalisasi dan westrenisasi, yaitu pengiblatan tatanan kehidupan kepada dunia barat (baca: Amerika & Eropa). Sementara konservatif puritan membawa misi transnasionalisasi dan arabisasi, yaitu pengiblatan tatanan kehidupan kepada dunia timur (baca: Arab Saudi & Timur Tengah).

Seperti koin mata uang bukan? Ya.

Kita semua tahu, sejak keruntuhan Turki Utsmani, Inggris Amerika dan sekutunya berhasil membangun pondasi dan pabrik kelompok radikal kanan untuk diekspor dan menghancurkan Islam yang wasatiyah, islam tengah-tengah, islam mayoritas di dunia : islam ahlussunnah wal jama’ah.

Lalu bagaimana kita mengetahui ciri-ciri kelompok kanan ini?

Pada pengajian rutin malam sabtu di majelis Al-Ghazali Bogor 27 Safar 1441 H, saya sangat tertarik pada ulasan KH. M. Musthofa ABN, yang merinci ciri-ciri kelompok radikal kanan ini.

Beliau menyebutkan tujuh ciri kelompok radikal kanan yaitu :

  1. Anti Tasawuf
  2. Anti Madzhab
  3. Anti Pemerintah Setempat
  4. Anti Budaya Setempat
  5. Anti Toleransi
  6. Anti Keragaman
  7. Anti Tarekat

Selanjutnya, saya uraikan gambarannya seperti ini, mudah-mudahan ada benarnya :

1. Anti Tasawuf
Tasawuf pasti mengajarkan kelembutan hati, ucapan, dan tindakan. Islam yg dibawa Nabi SAW mengajarkan rahmatan lilalamin, penuh keramahan. Sedangkan kelompok radikal mengajarkan kemarahan dan kebencian. Mana ada tasawuf dalam setiap pengajian mereka yang mengajak jama’ahnya untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, menyucikan jiwa? Di dalam AD ART ormasnya pun tidak ada unsur tasawuf.

Tasawuf yang sejatinya rukun ihsan, bukan ajaran mereka. Kelompok Radikal memang anti tasawuf dengan menyerang pengamal tasawuf yang penuh keramahan dengan berbagai cara.

2. Anti Madzhab
Madzhab yang mu’tabar yaitu Syafi’iyah, Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyah memiliki metodologi dalam pengambilan hukum syariat. Bukan hukum rimba berdasarkan syahwat dan amarah.

Anda tahu apa madzhab HTI dan Wahabi? Tidak ada.

Jika radikal mengaku bermadzhab syafi’i, tentu pemikiran syariatnya tidak bertentangan dengan kaidah dan ushul fiqih syafi’iyyah.

3. Anti Pemerintah Setempat
Dimanapun kelompok radikal hidup, mereka membenci pemerintahnya sendiri. Pemerintahannya, polisinya, tentaranya, dan semua sistem pemerintah mereka cap sebagai “toghut” dan mengkafirkan semua muslim yang tidak setuju khilafah. Karena bagi mereka hanya Khilafah ajaran islam. Semua pemerintah selain khilafah adalah kafir yang wajib diperangi, ditumpahkan darahnya.

4. Anti Budaya Setempat
Radikalisme kanan membawa misi transnasionalisasi islam ala arab. Yaitu penyeragaman umat islam sedunia, baik berpakaian maupun kehidupan sosial. Kelompok radikal mewajibkan cadar dan mengharamkan berkerudung. Mengharamkan selametan, mengharamkan upacara-upacara adat pernikahan, dan sebagainya. Bagi mereka, semua kebudayaan setempat adalah budaya jahiliyah.

5. Anti Toleransi
Tidak ada kamus saling menghargai dan menerima pendapat orang lain dalam doktrin radikal. Kelompoknya wajib benar, dan orang lain salah. Kebenaran pada orang lain mereka salahkan apalagi yang terbukti salah atau khilaf, mereka bully caci maki habis-habisan.

Jika kita berikan dalil, mereka bilang malas baca atau kepanjangan.

6. Anti Keragaman
Bagi kelompok radikal, hanya kaumnya yang benar dan berhak mendapat kavling surga. Hanya yang berlabel syariah yang halal bakal masuk surga.

Radikalisme membenci keragaman keyakinan, pendapat, pilihan, kesukuan, kebudayaan, dan keanekaragaman lainnya. Memang, misinya adalah menyeragamkan dalam bingkai arabisasi.

7. Anti Tarekat
Tarekat adalah jalan pendekatan menuju hadirat Allah dengan berbagai riyadoh istiqomah penyucian diri lahir batin. Tidak ada tarekat yang mereka ikuti. Baginya, tarekat hanya penghambat pergerakan.

Kesimpulan
Kelompok radikal sangat berlebihan dalam menjalankan formalitas syariat, namun anti tarekat, hakikat, dan ma’rifat.

Mereka memang beragama, namun lupa hakikat beragama.

Mereka memang memiliki agama, namun lupa memiliki Allah yang Rahman Rahim.

Mereka lalai kalau semua manusia bisa berbuat salah dan dosa, termasuk dirinya sendiri.

Mereka tidak tahu kalau amalnya belum tentu menjamin masuk surga.

Berbagai sumber

0Shares

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya