ESENSINEWS..com – Perlawanan yang dilakukan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terindikasi memiliki maksud tersembunyi. Revisi UU 30/2002 tentang KPK juga bisa menjadi ancaman bagi Novel karena pekerjaan dan zona nyamannya akan terganggu.

Demikian disampaikan Ketua DPP KNPI, Choir Sarifudin melalui keterangan tertulisnya, Senin, 16 September 2019.

Choir mengaku memperoleh informasi dari sumber internal KPK bahwa ada dugaan Novel tengah menjalankan misi untuk mengamankan” seseorang berinisial AH yang merupakan pebisnis yang mengelola semua usaha migas milik RK.

Dari informasi tersebut, kata Choir, AH juga memiliki usaha menyelundupkan mobil mewah.

“Puluhan mobil mewah milik seorang terpidana yang disita KPK, namun beberapa unit raib karena AH minta bantuan Novel untuk ambil mobil-mobil tersebut. Sudah diaudit BPK, namun BPK diancam untuk jangan ekspose,” kata Choir.

Karena itulah kenapa salah satu Capim KPK I Nyoman Wara yang merupakan auditor BPK tak bisa lolos dalam pemilihan Capim KPK di DPR.

Pasalnya Nyoman jika terpilih memiliki program bakal melakukan audit internal terkait status barang sitaan.

“Adakah diantara kita yang memperhatikan pengelolaan aset sitaan KPK yang berupa aset tidak bergerak dan aset bergerak. Tentunya setelah belasan tahun beroperasinya KPK sudah banyak aset sitaan yang dikelola KPK dan menjadi pertanyaan bagaimana proses pengelolaan itu,” tanya Choir.

Choir menambahkan, menjadi relevan, kisruh penyerahan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi hanya untuk menutupi persoalan lain dengan segala festivalisasi yang dilakukan oleh Wadah Pegawai KPK

(Sumber : Rmoljakarta.com)

0Shares