KPK Diminta Tidak Berpolitik

oleh

ESENSINEWS.com – Wadah Pegawai (WP) KPK diminta tak berpolitik dengan membuat dan menebar opini bahwa akan terjadi pelemahan terhadap KPK dengan menyebut proses seleksi capim KPK saat ini bermasalah.

Sebenarnya yang melemahkan KPK bukan dari luar tetapi justru dari internal KPK itu sendiri, yaitu yang mengatasnamakan Wadah Pegawai KPK. Buktinya, sikap dan reaksi Wadah Pegawai KPK resisten alias menolak calon-calon komisioner KPK yang masih dalam proses seleksi.

“Nampak sekali bahwa ada aroma hambar ditubuh Wadah Pegawai KPK, juga terlihat sekali orkestra dan drama politik yang dimainkan Wadah Pegawai KPK,” sebut Koordinator Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) Syarifudin Budiman saat aksi di depan gedung KPK, Kuningan, Jaksel, Jumat (30/8/2019).

“Ini juga semakin membenarkan asumsi publik bahwa ada “hama” di internal KPK yang mencoba mempropaganda dan membangun opini publik, terutama terkait seleksi Capim KPK yang dinilai tidak transparan oleh WP KPK,” lanjutnya.

Padahal, kata Syarifudin, seleksi Capim KPK sudah dilakukan secara sangat terbuka sesuai amanah UU KPK, serta melibatkan elemen civil society maupun pihak-pihak terkait.

Ia pun menilai tuduhan pegawai KPK itu sangat tendensius dan tidak berdasar.

“Yang sangat miris dan menyesatkan adalah pegawai KPK menunding institusi KPK akan dilemahkan oleh pimpinan KPK yang terpilih nantinya,” tegas dia.

“Oleh karena, publik jangan sampai terprovokasi apalagi terpengaruh dengan propaganda politik dan politisasi Wadah Pegawai KPK yang menyesatkan tersebut,”imbau Syarifudin.

Ratusan massa Koalisi Pejuang Keadilan dalam aksinya mendesak dan menuntut:

1. Stop propaganda dan hentikan politisasi serta pelemahan institusi KPK
2. Awas! kepentingan Terselubung WP KPK
3. Bubarkan WP KPK karena mereka adalah perkumpulan hama yang merusak
serta sumber segala persoalan di institusi KPK
4. Meminta sekaligus mendesak WP KPK agar tidak mengganggu dan
intervensi terhadap Pansel KPK karena WP KPK bukan penguasa maupun penentu di KPK

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *