Manusia Paling Tajir di Dunia Bukan Lagi Bill Gates, Lantas Siapa?

by -18 views

ESENSINEWS.com – Bernard Jean Étienne Arnault didaulat sebagai pria terkaya di dunia menurut indeks Bloomberg Billionaires.

Arnault menggeser Bill Gates yang sebelumnya menduduki peringkat atas paling lama. Kekayaan Bill Gates saat ini mencapai 107 miliar dollar AS yang berasal dari perusahaan besutannya, Microsoft.

Dia pun memiliki kekayaan yang beragam, kekayaan bersihnya sendiri berasal dari saham Microsoft kurang dari 12,5 persen.

Sementara itu, Arnault memiliki kekayaan bersih sekitar 108 miliar dollar AS. Hanya berbeda tipis dengan Gates, namun mengunggulinya.

Tak hanya di indeks Bloomberg Billionaires, keduanya juga terlihat bertukar posisi di daftar miliarder Forbes.

Arnault adalah miliarder asal Prancis yang merupakan CEO pembuat barang mewah LVMH (LVMHF). Arnault telah membangun LVMH menjadi pusat kekuatan global mewah yang mengendalikan merek-merek seperti Louis Vuitton, Christian Dior, dan Givenchy.

LVMH juga merupakan rumah dari merek Champagne Dom Pérignon dan pengecer kecantikan Sephora.

Sebagaimana dikutip dari Forbes, LVMH mencatat rekor penjualan dan laba pada tahun 2018. Sebagian karena peningkatan pengeluaran oleh pelanggan dari China.

Menilik pendidikan Arnault, ia tak memiliki latar belakang sebagai pebisnis. Setelah lulus dari Lycée Maxence Van Der Meersch di Roubaix, Arnault diterima di École Polytechnique di Palaiseau dan lulus dengan gelar teknik pada tahun 1971.

Ayahnya, Jean Leon Arnault, lulusan École Centrale Paris, adalah seorang produsen dan pemilik perusahaan teknik sipil, Ferret-Savinel.

Di halaman lokakarya Asnières, sekitar 1888, Louis Vuitton berpose dengan kedua anaknya, Georges dan Gaston, serta beberapa karyawan. (Public Domain)

Setelah lulus, Arnault bergabung dengan perusahaan ayahnya. Pada 1976, meyakinkan ayahnya untuk mengubah fokus perusahaan menjadi real estat. Nama perusahaannya pun berubah menjadi Férinel yang mengembangkan spesialisasi dalam akomodasi liburan.

Pada 1984, Arnault mengakuisisi Financière Agache, sebuah perusahaan barang mewah. Ia pun mengambil alih perusahaan tekstil yang nyaris bangkrut bernama Boussac Saint-Frères.

Itulah awal mula Arnault menguasai Christian Dior milik Boussac. Baru setelah itu ia menciptakan grup LVMH, yang dihasilkan dari merger antara dua perusahaan.

Pria kelahiran 5 Maret 1949 ini juga kolektor seni Prancis. Koleksi Arnault termasuk karya Picasso, Yves Klein, Henry Moore, dan Andy Warhol. Dari 1999 hingga 2003, ia memiliki Phillips de Pury & Company, sebuah rumah lelang seni, dan membeli juru lelang Prancis pertama, Tajan.

Pada 2006, Arnault memulai proyek pembangunan Yayasan Louis Vuitton yang didedikasikan untuk penciptaan dan seni kontemporer.

Ia bahkan memiliki konsep sendiri untuk mewujudkan museum LV impiannya tersebut. Kemudian, ide-idenya dirancang oleh arsitek Frank Gehry dan mulai dibuka pada 2014.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *