Kabur ke Dubai, Prabowo Tinggalkan Loyalisnya Membusuk di Penjara?

ESENSINEWS.com - Rabu/29/05/2019
Kabur ke Dubai, Prabowo Tinggalkan Loyalisnya Membusuk di Penjara?
 - ()


Setelah Brunei, Prabowo lari ke Dubai. Setelah teman-teman pendukungnya diciduk karena upaya makar, hoax dan ujaran kebencian, Prabowo meninggalkan saudara senasib sepenanggungannya. Bersama para bule-bule Amerika dan Rusia, Prabowo kabur ke Dubai.

Lagi-lagi dengan pesawat charter pribadi. Membuang orang-orang yang mendukungnya. Balik badan. Tidak ada rasa kemanusiaan. Prabowo membuang mereka. Ketika upaya pendomplengan Jokowi gagal dilakukan di aksi 21 dan 22 Mei, Prabowo mau tidak mau terjebak untuk mengulang sejarah. Kok Dahnil gak diajak lagi?

Prabowo yang sempat terbang ke Brunei, harus balik ke Indonesia, berusaha untuk menenangkan massa yang jika diteruskan kebrutalannya, Prabowo sendiri bisa kena. Dia memikirkan dirinya sendiri. Dia datang kembali ke Indonesia, melakukan konferensi pers. Menjenguk para perusuh. Para perusuh yang sakit, dikasih kopi. Dicekoki kopi. Buset. Itu orang lagi sakit atau lagi ngantuk? Kok dikasih kopi?

Lalu Prabowo langsung melakukan konferensi pers, bersama pada elit-elit politik lainnya. Ada si penista kubur, Sandiaga Uno. Mungkin dulu dia bisa mengatakan percaya dengan proses pemilu. Tapi entah mengapa, apakah dia sudah ditampar atau tidak, dia mendadak bilang ada kecurangan.

Upaya makar gagal. Upaya hancurkan Jakarta dengan mobil Gerindra berisi batu dan senjata tajam selundupan Sunarko mantan danjen Kopasus gagal. Gagal gumawal. Hancurnya strategi makar mereka, berkat kesaktian polisi. Tidak bisa dibayangkan. Kesaktian Polri ini benar-benar luar biasa.

Bayangkan saja batu dilempar oleh perusuh, batunya malah dilarikan ke RS pakai Ambulans. Bahkan ambulans berpartai Gerindra itu tidak ada kelengkapan P3K yang cukup. Mungkin jasa pengiriman batu sekarang menggunakan ambulans. Luar biasa sekali saudara-saudara.

Upaya menghancurkan Indonesia lewat tangan-tangan kotor Sunarko, Kivlan Zein, Amien Rais si keparat itu dan Fadli Zon dengan video memeluk, menyentuh dan merangkul selongsong peluru itu, gagal.

Indonesia tetap berdiri, meski banyak polisi berjatuhan. 8 orang perusuh yang mati juga bukan karena polisi. Tapi karena senjata selundupan. Semua sudah mulai dibongkar. Ini membuat Prabowo keringat dingin. Dia tidak menyangka betapa siapnya TNI dan Polri menghadapi para perusuh bayaran itu.

Orang-orang Gerindra pun ketakutan, dan terus memframing polisi. Mereka ingin menjilat TNI, tapi TNI terlalu mahal untuk dijilat. TNI mengawal bangsa ini.

Mereka ingin membenturkan TNI dengan polisi. Pada akhirnya, yang pecah kepalanya adalah partai Gerindra. Partai Gerindra, di bawah komando Prabowo, kedapatan ambulansnya melakukan 3 keanehan.

Pertama, ditemukan batu di ambulans Gerindra milik perusahaan si Hashim Djojohadikusumo, yang sipit itu. Kedua, di CCTV yang dipasang oleh Ahok, direkam ambulans Gerindra menurunkan massa untuk melakukan demonstrasi. Ketiga, di CCTV yang dipasang oleh Ahok, direkam juga pembagian amplop di depan mobil ambulans Gerindra.

Memang mengerikan strategi makar Gerindra. Gerindra mulai keringat dingin. Ketika seluruh partai panas, Prabowo santai-santai Selasa pagi ke Halim Perdanakusuma, kabur ke Dubai. Dubai adalah tempat yang dekat dengan Arab. Apakah ada urusan cair-mencairkan atau melakukan strategi baru?

Rasanya bisa saja. Semua kemungkinan terbuka. Sekarang giliran Dubai yang akan menjadi sasaran kunjungan Prabowo. Apakah yang akan dia lakukan?

Syukur-syukur gak balik lagi. Seperti Rizieq. Prabowo ini sudah di-black list oleh imigrasi beberapa negara. Entah sekarang sudah dicabut atau belum, yang pasti dia pernah tidak bisa mengunjungi anaknya yang lagi wisudawan.

Prabowo ini adiknya juga bermasalah. Hashim Djojohadikusumo adalah mantan napi mengenai dana BLBI. Orang ini bermasalah dengan keuangan. Anak Tuhan ini adalah adik Prabowo. Dia adalah Bapak dari Aryo Djojohadikusumo. Siapa Aryo Djojohadikusumo? Pokoknya jangan cari di YouTube. Jangan. Ini lagi Ramadan.

Semua keadaan sedang tidak mendukung Prabowo. Memang Prabowo menciptakan skenario itu. Dia menciptakan lingkungan di mana dia terus menerus ditekan. Teman-temannya juga demandingalias ada maunya. Jadi, pada akhirnya, Prabowo tidak tahan lagi.

Akankah ia kembali ke pendukungnya yang menunggu dia di depan kantor Bawaslu dan KPU? Akankah Prabowo balik ke Indonesia? Kabarnya, tiket pulang belum dipesan, maka dituliskan kembalinya Prabowo itu tentative.

Apakah ini pertanda ia mengulang sejarah tahun 1998, ketika ia kabur ke Yordania?

Selamat datang Jokowi. Anda akan memimpin bangsa ini untuk periode kesekali laginya. Pak De Jokowi sudah mendapatkan tempat spesial di hati warga. Jokowi tidak lari dari masalah. Betapa terhinanya Jokowi, disandingkan dengan Prabowo dua kali, si tukang terbang.

Sumber : Seword.com

0Shares

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya