Hendropriyono Minta Provokator Berhenti Hasut Masyarakat

oleh

Esensinews.com – Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono memberikan penjelasan kepada para wartawan setelah mengikuti program amnesti pajak di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar di Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2019).

Ketua Umum PKPI A.M Hendropriyono meminta para provokator berhenti menghasut masyarakat untuk melakukan aksi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional pada 22 Mei 2019. Menurut Hendropriyono, kondisi di Indonesia akan tetap aman pasca-pengumuman jika para provokator menghentikan kegiatannya. Bahkan, kondisi pasca-pengumuman hasil rekapitulasi akan sama amannya seperti ketika hari pemungutan suara pada 17 April 2019.

“Saya mohon para provokator menghentikan kegiatannya yang tidak perlu itu,” kata Hendropriyono di rumah dinas Ketua DPR, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Lebih lanjut, Hendropriyono menyebut pernyataannya yang meminta Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Arab untuk tidak menjadi provokator tak bermaksud rasis. Dia menilai banyak pihak tak lengkap membaca pernyataannya tersebut.

Mantan Kepala BIN itu lantas kembali menegaskan maksud pernyataannya itu bahwa WNI keturunan Arab saat ini mendapatkan tempat terhormat di masyarakat.

Karenanya, mereka harus bisa membawa masyarakat untuk tenang dan merasa terayomi. Dia pun meminta agar WNI keturunan Arab tak justru menyerukan revolusi dan memicu konflik. Sebab, seruan itu akan merugikan masyarakat Indonesia.

“Nanti kan yang saling membunuh rakyat kecil, yang tersesat karena pikirannya sudah 100% percaya, karena yakin kepada yang dia hormati,” kata Hendropriyono.


0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *