Partai Demokrat Diantara Dua Koalisi

oleh

Esensinews.com – Sikap Partai Demokrat (PD) usai pencoblosan Pilpres 2019 jadi perhatian jagat politik Tanah Air. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu seolah di antara dua pintu yang terbuka.

Partai Demokrat saat ini tengah berada di dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bersama Partai Gerindra, PAN dan PKS. Untuk diketahui, hasil sementara pemilihan presiden versi hitung cepat mengunggulkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Demokrat makin jadi perhatian setelah Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu Jokowi atas undangan sang presiden petahana. Meski PD menyatakan undangan itu bersifat pribadi dan tak melibatkan partai, beberapa pihak, termasuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, terus berbicara soal peluang partai biru berlambang mirip logo Mercy itu menjadi bagian pemerintah 2019-2024.

Wasekjen PD Andi Arief menyatakan koalisi di politik bukan berupa fusi. Menurutnya, koalisi itu teknis sehingga komunikasi politik kepada siapapun merupakan hak PD.

“Koalisi itu bukan fusi. Jadi tidak ada partai melebur dalam koalisi. Karena koalisi itu disebut koalisi taktis. Karena taktis, maka setiap partai punya hak otonom. Punya kedaulatan dan punya hak menentukan nasib sendiri,” ujar Andi Arief dalam keterangannya, Minggu (5/5/2019).

Andi Arief mengatakan komunikasi politik merupakan hak partai yang berdasar prinsip otonom yang dijelaskannya di atas dan Demokrat, kata dia, berhak melakukannya. Meski demikian, Andi Arief mengatakan Demokrat tak akan mendahului hal-hal strategis dalam koalisi mereka saat ini.

“Jadi membangun komunikasi politik itu hak Partai Demokrat. Namun kewajiban Partai Demokrat adalah tidak mendahului hal yang strategis dalam koalisi. Karena itu, sikap Partai Demokrat dalam koalisi BPN adalah menunggu hasil perjuangan bersama memenangkan Pak Prabowo pada tanggal 22 Mei ini,” sebut Andi Arief.

Lantas, bagaimana sikap koalisi pro-Prabowo? Partai Gerindra mengingatkan Demokrat soal etika berpolitik.

Sumber : Detik.com

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *